Allah sebagai Penolong; Berhala tidak Memberi Manfaat, Maupun Menolak Kemudharatan

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَا لَّذِيْنَ  تَدْعُوْنَ  مِنْ  دُوْنِهٖ  لَا  يَسْتَطِيْعُوْنَ  نَـصْرَكُمْ  وَلَاۤ  اَنْفُسَهُمْ  يَنْصُرُوْنَ

“Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 197)

Allah lah sebagai penolong, berhala tidak memberi manfaat, maupun menolak kemudharatan

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI dijelaskan bahwa Allah SWT menegaskan kembali pada kaum musyrikin bahwa berhala-berhala yang mereka harapkan pertolongannya itu tidak dapat berbuat apa-apa bahkan menolong diri mereka sendiri tidak dapat, apalagi menolong diri orang lain. Baik memberi manfaat, maupun menolak kemudharatan, seperti apa yang diperbuat Nabi Ibrahim as. Beliau menghancurkan patung-patung kaumnya, sehingga menjadi berkeping-keping. Patung-patung itu tidak dapat membela diri dan membalas dendam.

Diceritakan oleh Ibnu Katsir, bahwa Muaz bin Amr bin al- Jamuh beserta Muaz bin Jabal ra, masuk agama Islam ketika Nabi Muhammad, tiba di Medinah. Keduanya masih muda-muda. Pada suatu malam mereka pergi menghancurkan patung-patung orang musyrikin dan dijadikan kayu bakar untuk para janda. Maksudnya agar kaumnya mengetahui dan mengambil pelajaran dari peristiwa itu.

Orang tuanya yang bernama Amr bin al-Jamuh seorang kepala suku, memiliki sebuah patung yang selalu disembahnya dan diberinya wangi-wangian. Pada suatu malam kedua anak muda itu mendatangi patung tersebut. Lalu patung itu dibalikkannya, kepalanya dibawah dan diberinya kotoran manusia. Besok harinya Amr bin Al Jamuh datang ke tempat patung sembahannya, dilihatnya apa yang telah terjadi. Patung itu kemudian dibersihkanya dan diberinya wangi-wangian lalu dia letakkan sebuah pedang di sampingnya. Berkatalah dia kepada patung itu: “Belalah dirimu”. Tetapi keesokan harinya kedua anak muda itu kembali mengulangi perbuatannya dan orang tua itupun kembali pula berbuat seperti semula lagi.

Akhirnya kedua anak muda itu mengambil patung itu dan mengikatnya bersama anjing yang mati, lalu diletakkannya di dekat sumur yang dekat dengan tempat itu. Kemudian ketika orang tua itu datang lagi dan melihat apa yang terjadi atas patungnya, sadarlah dia bahwa agama yang dianutnya selama ini adalah agama yang bathil. Kemudian Amr bin Jamuh masuk agama Islam dan menjadi seorang muslim yang baik. Beliau mati syahid dalam Perang Uhud (Lihat Tafsir Ibnu Katsir jilid 2, hal 277).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَيَعْبُدُوْنَ  مِنْ  دُوْنِ  اللّٰهِ  مَا  لَا  يَضُرُّهُمْ  وَلَا  يَنْفَعُهُمْ  وَيَقُوْلُوْنَ  هٰۤؤُلَآ ءِ  شُفَعَآ ؤُنَا  عِنْدَ  اللّٰهِ  ۗ قُلْ  اَتُـنَـبِّــئُوْنَ  اللّٰهَ  بِمَا  لَا  يَعْلَمُ  فِى  السَّمٰوٰتِ  وَلَا  فِى  الْاَ رْضِ  ۗ سُبْحٰنَهٗ  وَتَعٰلٰى  عَمَّا  يُشْرِكُوْنَ
“Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah. Katakanlah, Apakah kamu akan memberi tahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di Bumi? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan itu.” (QS. Yunus 10: Ayat 18)

اِذْ  قَا لَ  لِاَ بِيْهِ  يٰۤـاَبَتِ  لِمَ  تَعْبُدُ  مَا  لَا  يَسْمَعُ  وَلَا  يُبْصِرُ  وَ  لَا  يُغْنِيْ  عَنْكَ  شَيْـئًـا

“(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?”(QS. Maryam 19: Ayat 42)

Banyak ayat ber-tag “hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya”diantaranya Quran Surat Al-Ma’idah (5) Ayat 76

قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ
وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

“Ibadah yang kita lakukan semuanya terjadi semata-mata karena pertolongan Allah SWT. Tanpa bimbingan dan rahmat-Nya, kita tidak akan mampu melaksanakan ibadah dengan baik. Oleh karena itu, kita harus selalu bersyukur dan memohon kepada-Nya agar diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam setiap amal ibadah kita.”

Doa Memohon Pertolongan Allah SWT

Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, kami memohon kepada-Mu agar senantiasa Engkau memberikan petunjuk, perlindungan, dan pertolongan dalam setiap langkah kami. Limpahkanlah kepada kami kekuatan dan kesabaran untuk menghadapi setiap ujian dan kesulitan yang kami hadapi. Jadikanlah kami termasuk dalam golongan hamba-Mu yang selalu diberi hidayah dan keberkahan. Anugerahkanlah kami keberanian dan kebijaksanaan dalam setiap keputusan, serta jauhkanlah kami dari segala keburukan dan bahaya. Sesungguhnya hanya kepada-Mu kami berserah diri, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Semoga Engkau selalu melindungi dan memberkahi kami. Aamiin