Airnya Sama, Benihnya Hampir Sama, Tetapi Tanamannya Berbeda

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يُنْبِۢتُ  لَـكُمْ  بِهِ  الزَّرْعَ  وَا لزَّيْتُوْنَ  وَا لنَّخِيْلَ  وَا لْاَ عْنَا بَ  وَمِنْ كُلِّ  الثَّمَرٰتِ ۗ اِنَّ  فِيْ  ذٰلِكَ  لَاٰ يَةً  لِّـقَوْمٍ  يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 11).

Airnya Sama, Benihnya Hampir Sama, Tetapi Tanamannya Berbeda

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI: Dengan hujan itu pula, Allah swt menumbuhkan tanam-tanaman yang buahnya dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dari jenis rumput-rumputan, manusia memperoleh bahan makanan bagi ternak mereka, dari zaitun mereka memperoleh minyak yang diperlukan oleh tubuh, dan dari kurma dan anggur mereka dapat memperoleh buah-buahan sebagai penambah gizi makanan mereka.

Kemudian disebut pula segala macam buah-buahan, agar manusia dapat mengetahui kekuasaan-Nya yang tidak terbatas. Dari air yang sama, Allah swt berkuasa menumbuhkan tanam-tanaman yang beraneka ragam dan mengeluarkan buah-buahan yang beraneka ragam bentuk, warna, dan rasanya. Segala macam tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan bahan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka adalah nikmat yang diberikan oleh Allah dan sekaligus sebagai bukti keesaan-Nya bagi orang yang mengingkari-Nya.

Pada akhir ayat ini dijelaskan bahwa segala macam nikmat yang diturunkan baik secara langsung ataupun tidak langsung merupakan bukti kebenaran bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan kecuali Allah. Bukti-bukti itu dapat diketahui oleh orang-orang yang memperhatikan dan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah serta memikirkan hukum-hukum yang berlaku di dalamnya.

Bukti-bukti kekuasaan Allah yang terdapat di alam ini cukup memberikan kepuasan pada orang yang benar-benar memperhatikan kekuasaan-Nya dan mempercayai keesaan-Nya. Sebagai contoh, perhatikanlah biji-bijian, baik biji tunggal ataupun berkeping dua, yang terletak di permukaan tanah yang dibasahi air hujan. Lama kelamaan biji itu merekah dan akarnya keluar menembus permukaan tanah. Kemudian tumbuh batang dan dedaunan, lalu berkembang menjadi besar, berbunga, dan berbuah.

Satu hal yang menarik perhatian ialah biji-bijian yang hampir sama bentuknya menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan menghasilkan buah-buahan yang bermacam-macam bentuk, warna, dan rasanya. Orang yang menyaksikan hal tersebut tentu akan melihat bahwa pencipta dari segala macam tumbuh-tumbuhan itu pasti Zat Yang Mahasempurna yang tidak bisa disaingi oleh zat-zat yang lain. Dialah yang berhak dipertuhan dan disembah.

Benih yang hampir sama, tetapi tanaman yang dihasilkan sangat berbeda, membuat tadabbur QS. An-Nahl ayat 11 menjadi lebih kuat. Tafsir Kemenag yang menekankan bahwa kemiripan biji tidak otomatis menghasilkan kemiripan tanaman.

1. Benih hampir sama, tetapi tanaman bisa sangat berbeda

Secara kasat mata, banyak biji-bijian tampak sederhana dan bahkan mirip. Tetapi ketika tumbuh, hasilnya bisa sangat berbeda. Biji beringin menghasilkan pohon besar, sedangkan biji sawi menghasilkan tanaman sayuran yang pendek. Dari sesuatu yang tampak kecil dan sederhana, Allah menghadirkan bentuk kehidupan yang luar biasa beragam.

2. Di dalam biji yang kecil tersimpan “rancangan” kehidupan

Manusia melihat biji hanya sebagai benda kecil. Tetapi di dalamnya terdapat potensi untuk menjadi tanaman dengan akar, batang, daun, bunga, buah, ukuran, bentuk, warna, aroma, dan karakter yang berbeda.

Petani menanam biji, tetapi tidak pernah memasukkan “gambar” pohon ke dalam tanah. Allah-lah yang mengatur proses pertumbuhannya.

3. Airnya sama, tetapi respons tanamannya berbeda

Air hujan yang sama dapat digunakan oleh berbagai tanaman. Namun satu tanaman menjadi pohon, yang lain menjadi sayuran, yang lain menghasilkan buah, dan yang lain menghasilkan minyak.

Air yang sama tidak menghasilkan tanaman yang sama.

4. Benihnya hampir sama, tetapi hasil akhirnya luar biasa berbeda

Inilah salah satu keajaiban yang layak direnungkan: yang tampak hampir sama pada awalnya dapat menghasilkan sesuatu yang sangat berbeda pada akhirnya.

Dari biji yang kecil muncul kehidupan yang memiliki karakter masing-masing.

5. Allah menunjukkan kesempurnaan ciptaan-Nya melalui keberagaman

Sebagaimana ditekankan dalam tafsir Kemenag, keberagaman tumbuhan—bentuk, warna, rasa dan manfaatnya—menunjukkan adanya Pencipta Yang Mahasempurna.

Bukan hanya menciptakan satu jenis tanaman, Allah menciptakan keragaman yang tak terhitung banyaknya.

6. Petani bukan pencipta kehidupan

  • Memilih benih,
  • Mengolah tanah,
  • Mengatur air,
  • Memberikan pupuk,
  • Mengendalikan hama,
  • Mengatur lingkungan.

Tetapi kita tidak menciptakan kehidupan dari benih.

Kita hanya mengelola apa yang Allah ciptakan.

7. Keberagaman adalah sunnatullah

Allah tidak menjadikan seluruh tanaman sama. Ada pohon besar, tanaman kecil, tanaman pangan, buah-buahan, tanaman obat, tanaman industri dan berbagai jenis lainnya.

Keseragaman bukan tujuan penciptaan. Keberagaman justru bagian dari keindahan dan kesempurnaan ciptaan Allah.

8. Ayat ini mengajak kita naik dari “melihat” kepada “berpikir”

Penutup ayat sangat penting:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda bagi orang-orang yang berpikir.”

Jadi, orang beriman tidak berhenti pada pertanyaan “bagaimana tanaman itu tumbuh?”, tetapi melanjutkannya menjadi:

“Siapa yang membuat sistem kehidupan yang begitu sempurna?”

Di sinilah ilmu pertanian dapat membawa manusia kepada ma’rifatullah, semakin mengenal kebesaran Allah.

“Airnya sama, tanahnya bisa sama, benihnya hampir sama, tetapi Allah menumbuhkan tanaman yang berbeda-beda. Dari biji yang kecil lahir kehidupan dengan bentuk, warna, rasa, ukuran, dan manfaat yang berbeda. Bagi orang yang mau berpikir, semua itu bukan sekadar proses biologis, tetapi tanda kebesaran Sang Pencipta.”

Ya Allah,

Engkau menurunkan air dari langit, lalu dengan air yang sama Engkau menumbuhkan tanaman yang beraneka ragam. Dari tanah yang sama dan benih yang kecil, Engkau menghadirkan kehidupan dengan bentuk, warna, rasa, ukuran, dan manfaat yang berbeda-beda.

Ya Allah, bukakanlah hati dan pikiran kami untuk melihat tanda-tanda kebesaran-Mu dalam setiap tumbuhan yang tumbuh di bumi. Jangan jadikan kami hanya mampu melihat proses biologisnya, tetapi tidak mampu mengenali kebesaran Penciptanya.

Jadikanlah kami hamba-Mu yang pandai bersyukur atas nikmat-Mu, gemar berpikir tentang ciptaan-Mu, dan semakin mengenal-Mu melalui tanda-tanda kekuasaan-Mu.

Sebagaimana Engkau menumbuhkan tanaman yang berbeda-beda dari air dan tanah yang sama, tumbuhkan pula dalam diri kami iman yang kuat, ilmu yang bermanfaat, akhlak yang baik, dan amal yang membawa manfaat bagi sesama.

Ya Allah, sebagaimana setiap tanaman memiliki manfaatnya masing-masing, jadikanlah hidup kami juga memiliki manfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, dan lingkungan.

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilan, subhaanaka faqinaa ‘adzaaban-naar.

“Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka.”

Ya Allah, tumbuhkanlah kebaikan dalam diri kami sebagaimana Engkau menumbuhkan kehidupan dari setetes air. Dan jadikan setiap nikmat yang kami lihat sebagai jalan untuk semakin mengenal, mencintai, menaati, dan mensyukuri-Mu.

Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.