5 Hadis Nabi Muhammad SAW tentang Anjuran Mengonsumsi Makanan Halal

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

فَـكُلُوْا  مِمَّا  ذُكِرَ  اسْمُ  اللّٰهِ  عَلَيْهِ  اِنْ كُنْتُمْ  بِاٰ يٰتِهٖ  مُؤْمِنِيْنَ

“Maka makanlah dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 118)

Haram memakan daging yang disembelih tidak menyebut nama Allah

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Pada ayat ini dijelaskan tentang persoalan makanan yang banyak diperdebatkan oleh orang-orang musyrik. Abu Dawud meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah, “Mengapa kami boleh memakan daging hewan yang kami sembelih sendiri dan tidak boleh memakan hewan yang dimatikan oleh Allah (yakni: bangkai)?” Turunlah ayat ini, Maka makanlah dari apa, yaitu daging hewan, yang ketika disembelih disebut nama Allah, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya. Itu karena keimanan akan mendorong seseorang memakan apa yang dihalalkan dan menjauhi apa yang diharamkan.

Setiap Muslim mesti memperhatikan segala yang dikonsumsi dan digunakannya, apakah halal atau haram.

اِنَّمَا  حَرَّمَ  عَلَيْكُمُ  الْمَيْتَةَ  وَ  الدَّمَ  وَلَحْمَ  الْخِنْزِ يْرِ  وَمَاۤ  اُهِلَّ  لِغَيْرِ  اللّٰهِ  بِهٖ  ۚ فَمَنِ  اضْطُرَّ  غَيْرَ  بَا غٍ  وَّلَا  عَا دٍ  فَاِ نَّ  اللّٰهَ  غَفُوْرٌ  رَّحِيْمٌ

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (hewan) yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah, tetapi barang siapa terpaksa (memakannya) bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 115)

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu” (QS Al-Baqarah ayat 168).

Adapun dalam hadis, Nabi Muhammad SAW telah membimbing dan mengingatkan umatnya untuk selalu memperhatikan apa yang dikonsumsi. Sebab jika seorang Muslim mengonsumsi yang haram, maka akan datang ganjaran yang pedih untuknya.

Berikut ini 5 hadis Nabi Muhammad SAW tentang konsumsi atau penggunaan produk halal, yang dapat menjadi pengingat bagi setiap Muslim.

Hadis Pertama

Setiap Muslim harus ingat bahwa yang haram dan halal itu sudah jelas. Dan sepatutnya pula seorang Muslim menghindari perkara yang syubhat demi keselamatan agama dan kehormatannya. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sungguh perkara yang halal itu jelas, dan perkara haram itu juga jelas. Antara keduanya ada perkara syubhat yang tidak diketahui oleh banyak orang. Siapa yang menjauhkan dirinya dari perkara syubhat, maka telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia terjerumus dalam perkara haram (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis Kedua

“Setiap daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram maka api neraka untuknya” (HR Thabrani). Berdasarkan hadis ini, sudah seharusnya seorang Muslim menjaga diri dari hal-hal yang haram, karena yang haram akan mengakibatkan keburukan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Hadits Ketiga

“Tidaklah seseorang mendapatkan harta dengan cara yang haram, diinfakkan, lalu diberi keberkahan, atau harta tersebut disedekahkan, lalu ditinggal mati, kecuali akan membuatnya semakin dekat dengan api neraka. Sungguh Allah tidak menghapus keburukan dengan keburukan, tetapi Allah menghapus keburukan dengan kebaikan, dan sungguh keburukan tidak bisa menghapus keburukan” (HR Ahmad dan Al-Baihaqi).

Hadis Keempat

“Setiap tubuh yang tumbuh dari hal-hal yang haram, maka api neraka pantas untuk itu.” Dalam riwayat Al Mu’azzin, dikatakan “Daging yang tumbuh dari hal yang haram, maka api neraka untuknya” (Al Bayhaqi dalam Syu’abul Iman (7/504) nomor 5357).

Hadis Kelima

“Akan tiba waktunya ketika banyak orang yang tidak peduli lagi soal apa yang telah diambilnya, apakah halal atau haram” (HR Bukhari).

Hadits tersebut menjadi peringatan bagi umat Islam untuk terus istiqomah dalam mengikuti perintah-perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Maka apapun kondisi zamannya, seorang Muslim harus tetap memperhatikan betul-betul asal mula apa yang dikonsumsinya.

Hadis Keenam

Wahai umat manusia, sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya: ‘Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal salihlah.’ Dan Dia berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rezekikan kepada kalian.’ Kemudian beliau SAW menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata: ‘Yaa Rabbku, Ya Rabbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (dalam kondisi demikian) bagaimana doanya akan dikabulkan.'” (HR Muslim).

Hadits tersebut menekankan bahwa Allah menyukai sesuatu yang baik (tayib) dan halal. Inilah pula yang menjadi alasan doa yang dipanjatkan seorang Muslim itu terkabul. Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana Dia perintahkan kepada para rasul-Nya, untuk mengonsumsi yang halal dan beramal saleh.

Allah SWT berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al Mukminun ayat 51).

Semoga kita selalu membuat kebajikan, memakan yana baik baik, halal menghindari yang syubhat apalagi yang haram.