4 Kitab Suci yang Diturunkan Allah yang Wajib Diimani

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَقَفَّيْنَا  عَلٰۤى  اٰثَا رِهِمْ  بِعِيْسَى  ابْنِ  مَرْ يَمَ  مُصَدِّقًا  لِّمَا  بَيْنَ  يَدَيْهِ  مِنَ  التَّوْرٰٮةِ  ۖ وَاٰ تَيْنٰهُ  الْاِ نْجِيْلَ  فِيْهِ  هُدًى  وَّنُوْرٌ  ۙ وَّ  مُصَدِّقًا  لِّمَا  بَيْنَ  يَدَيْهِ  مِنَ  التَّوْرٰٮةِ  وَهُدًى  وَّمَوْعِظَةً  لِّـلْمُتَّقِيْنَ

“Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.”(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 46)

Taurat, Zabur, Injil dan Al Quran didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Keempat kitab suci tersebut yang diturunkan Allah SWT untuk hambaNya. Kitab ini berisi petunjuk dan cahaya bagi manusia untuk menjalani kehidupan dunia sebelum akhirat.

Semua kitab suci diturunkan di tengah-tengah peradaban manusia yang penuh dengan kekacauan dan kegelapan

Dalam Al-Quran disebutkan bahwa Al-Quran sebagai cahaya. Yang dimaksud sebagai cahaya ialah menerangi jalan hidup manusia. Dengan Alquran, seorang Mukmin akan mampu membedakan mana jalan yang baik, sehingga mengantarkannya kepada kebenaran.

Hal ini dipertegas dalam Al-Quran yang artinya: “Demikianlah Kami wahyukan ruh (Al Qur’an) kepadamu dari sisi Kami. Sebelumnya kamu (Muhammad) tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus” (QS. Asy-Syura : 52)

Al-Quran menjadi petunjuk bagi amal perbuatan manusia. Al-Quran memberi jalan bagi mereka yang mau memikirkan dan menghayati isinya untuk mendapatkan kebenaran dan kebaikan sehingga dapat disampaikan kepada orang banyak kebenaran itu.

A. Kitab Injil
Kitab Injil pada awalnya ditulis dengan bahasa Suryani yang dikenal juga sebagai bahasa Aramea. Injil yang diturunkan pada Nabi Isa AS ini berisi petunjuk dan penerangan, seperti dalam QS Al Maidah ayat 46

وَقَفَّيْنَا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم بِعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ ٱلْإِنجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.”

Injil hanya diperuntukkan Allah SWT bagi Bani Israil. Nabi Isa AS hidup di tanah Kanaan sekitar abad ke-1 Sebelum Masehi (SM).

B. Kitab Zabur
Bahasa Qibti digunakan Allah SWT saat menurunkan kitab ini pada Bani Israil. Kitab Zabur yang diturunkan pada Nabi Daud AS berisi doa, dzikir, pengajaran, dan hikmah seperti tercantum dalam QS Al-Isra ayat 55

وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ ٱلنَّبِيِّۦنَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا

“Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.”

Nabi Daud AS yang menerima wahyu Kitab Zabur hidup di tanah Kanaan sekitar abad ke-10 SM.

C. Kitab Taurat
Kitab Taurat diturunkan Allah SWT pada Nabi Musa AS menggunakan bahasa Ibrani. Sesuai Al Quran surat Al Maidah ayat 44, Taurat berisi cahaya kebenaran, kisah perjalanan Bani Israil dan Kekejaman Fir’aun

إِنَّآ أَنزَلْنَا ٱلتَّوْرَىٰةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا ٱلنَّبِيُّونَ ٱلَّذِينَ أَسْلَمُوا۟ لِلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلرَّبَّٰنِيُّونَ وَٱلْأَحْبَارُ بِمَا ٱسْتُحْفِظُوا۟ مِن كِتَٰبِ ٱللَّهِ وَكَانُوا۟ عَلَيْهِ شُهَدَآءَ ۚ فَلَا تَخْشَوُا۟ ٱلنَّاسَ وَٱخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِى ثَمَنًا قَلِيلًا ۚ وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَٰفِرُونَ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.”

Sama seperti dua kitab sebelumnya, Taurat juga diperuntukkan bagi Bani Israil. Nabi Musa AS hidup di Mesir, Madyan, dan Sinai sekitar abad ke-14 SM.

D. Kitab Al Quran
Berbeda dengan sebelumnya, Al Quran ditulis dan diturunkan Allah SWT dalam bahasa Arab. Wahyu yang turun pada Nabi Muhammad SAW ini tak berubah hingga sekarang.

Al Quran berisi ajaran Allah SWT untuk memberi petunjuk, pedoman, dan bimbingan pada manusia sepanjang masa sesuai surat Fushshilat ayat 41-42

41. إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِٱلذِّكْرِ لَمَّا جَآءَهُمْ ۖ وَإِنَّهُۥ لَكِتَٰبٌ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quran ketika Al Quran itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia.”

42. لَّا يَأْتِيهِ ٱلْبَٰطِلُ مِنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِۦ ۖ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ

“Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.”

Kitab Al Quran diturunkan pada seluruh manusia di semua zaman. Al Quran tidak diperuntukkan bagi kaum tertentu pada suatu zaman layaknya tiga kitab sebelumnya, termasuk Injil.

Allah SWT telah menyatakan akan memelihara kitab Al Quran sehingga tak ada yang berubah hingga hari akhir. Hal ini tercantum dalam surat Al Hijr ayat 9

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”

Sebagai seorang beriman, muslim wajib mengimani seluruh kitab yang diturunkan Allah SWT sesuai isi rukun iman. Percaya al Quran sebagai petunjuk dan cahaya, doa khatam Quran juga, didalamnya ada disebutkan sebagai cahaya.

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

“Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”