3 Jenis Sihir yang Harus Kita Ketahui

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

فَكَيْفَ  اِذَا  جَمَعْنٰهُمْ  لِيَوْمٍ  لَّا  رَ يْبَ  فِيْهِ   ۗ وَوُفِّيَتْ  كُلُّ  نَفْسٍ  مَّا  كَسَبَتْ  وَهُمْ  لَا  يُظْلَمُوْنَ

قَا لَ  الْمَلَاُ  مِنْ  قَوْمِ  فِرْعَوْنَ  اِنَّ  هٰذَا  لَسٰحِرٌ  عَلِيْمٌ

“Pemuka-pemuka kaum Fir’aun berkata, Orang ini benar-benar pesihir yang pandai,” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 109)

Kebesaran Allah SWT diperlihatkan melalui nabi Musa, tetapi kaum Firaun tetap aja menganggap sihir

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini diterangkan bahwa setelah para pembesar kaum Firaun menyaksikan mukjizat yang diperlihatkan Nabi Musa kepada mereka, hati nurani mereka tidak beriman, bahkan mereka menuduh Nabi Musa telah melakukan sihir. Mereka menganggap bahwa perubahan tongkat Nabi Musa menjadi ular besar yang mereka saksikan, sama halnya dengan apa yang dapat diperbuat oleh ahli-ahli sihir yang terkenal di masa itu.

Sihir dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Sihir yang menggunakan benda-benda alam tertentu, yang diperlakukan sedemikian rupa dengan cara-cara tertentu pula, yang hanya diketahui oleh ahli-ahli sihir sendiri, sehingga menghasilkan efek (kesan) yang sangat menakjubkan bagi masyarakat yang alam pikirnya masih primitif (bersahaja).
  2. Sihir yang didasarkan pada kecepatan tangan, dalam menyembunyikan dan menampakkan benda-benda tertentu, sehingga kelihatan lain bentuk dan rupanya dari keadaan yang sebenarnya. Hal ini sama dengan permainan sulap pada masa kita sekarang.
  3. Sihir yang berdasarkan ilmu hipnotis, yaitu mempengaruhi jiwa yang lemah oleh orang-orang yang memiliki jiwa yang kuat. Dan kadang-kadang mereka mempergunakan pengaruh jin, sehingga membuahkan perbuatan yang manakutkan dan membuat orang histeris, seperti permainan jailangkung, dan sebagainya.

Orang kafir diperlihatkan kebesaran Allah SWT berupa mukjizat atau kebesaran Allah dalam bentuk lain pun tetap menganggap itu sebagai sihir.

وَلَوْ  نَزَّلْنَا  عَلَيْكَ  كِتٰبًا  فِيْ  قِرْطَا سٍ  فَلَمَسُوْهُ  بِاَ يْدِيْهِمْ  لَقَا لَ  الَّذِيْنَ  كَفَرُوْۤا  اِنْ  هٰذَاۤ  اِلَّا  سِحْرٌ  مُّبِيْنٌ

“Dan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, sehingga mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”(QS. Al-An’am 6: Ayat 7).

Allah SWT menurunkan surah Al-Falaq sebagai doa penyembuhan untuk Rasulullah SAW. Baginda Nabi SAW diperintahkan untuk membacanya dan meniupkan ke dalam segelas air putih. Kemudian, air putih tersebut dioleskan ke seluruh tubuh Rasulullah SAW. Dengan keistimewaan surah Al-Falaq dan anugerah Allah SWT, Rasulullah SAW sembuh dari sihir yang ditujukan kepada beliau.

Selain surah Al Falaq dan An Nas, ada juga doa yang bisa dibaca agar terhindar dari sihir. Diambil dari buku Do’a & Wirid: Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah tulisan Yazid bin Abdul Qadir Jawas, berikut doanya.

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

“Laa ilaha illallah wahdahu la syarika lahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit, wa huwa ‘ala syai’in qadir

“Tidak ada Tuhan Selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik Allah segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,”

Semoga kita terhindar dari segala bentuk sihir…