3 Hal bisa Menyelamatkan Kita di Dunia dan Akhirat

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَلَا  تُفْسِدُوْا  فِى  الْاَ رْضِ  بَعْدَ  اِصْلَا حِهَا  وَا دْعُوْهُ  خَوْفًا  وَّطَمَعًا  ۗ اِنَّ  رَحْمَتَ  اللّٰهِ  قَرِ يْبٌ  مِّنَ  الْمُحْسِنِيْنَ

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.”(QS. Al-A’raf 7: Ayat 56)

Larangan membuat kerusakan

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diciptakan dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut sehingga kamu lebih khusyuk dan terdorong untuk menaati-Nya, dan penuh harap terhadap anugerah-Nya dan pengabulan doamu. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.
Ada 3 hal yang Harus diperhatikan kalau ingin selamat di dunia dan akhirat;
1. Baik terhadap Allah SWT
2. Baik terhadap manusia
3. Baik terhadap alam.

Baik terhadap alam, dengan melakukan amal jariyah terhadap alam dan tidak membuat kerusakan terhadap alam.
Amal jariyah terhadap alam dengan cara menanam pohon atau menjaga pohon. Amal jariyah yang pahalanya tidak terputus selama pohonnya masih hidup, karena pohon akan selalu memberikan kebaikan berupa buahnya dan minimal oksigen yang dikeluarkan oleh tanaman, manusia bisa bernapas karena ada oksigen, oksigennya dihasilkan oleh tanaman.

Allah tidak menyukai orang yang mebuat kerusakan;

وَاِ ذَا  تَوَلّٰى  سَعٰى  فِى  الْاَ رْضِ  لِيُفْسِدَ  فِيْهَا  وَيُهْلِكَ  الْحَـرْثَ  وَا لنَّسْلَ  ۗ وَا للّٰهُ  لَا  يُحِبُّ  الْفَسَا دَ

“Dan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 205)

وَا للّٰهُ  لَا  يُحِبُّ  الْمُفْسِدِيْنَ

“Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 64)

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain” (HR Muslim).

Al-Jamil berarti Yang Maha Indah perbuatan-perbuatan-Nya dan sempurna sifat-sifat-Nya.

Semoga kita tidak termasuk orang yang membuat kerusakan, yang mencintai keindahan, tidak sombong, tidak menolak kebenaran dan tidak merendahkan orang lain.