Allah Maha Mengetahui

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَهُوَ  اللّٰهُ  فِى  السَّمٰوٰتِ  وَفِى  الْاَ رْضِ  ۗ يَعْلَمُ  سِرَّكُمْ  وَ  جَهْرَكُمْ  وَيَعْلَمُ  مَا  تَكْسِبُوْنَ

“Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit atau pun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 3)

Allah Maha Mengetahui

Asmaul Husna yang mencerminkan sifat Allah yang Maha Mengetahui adalah “Al-‘Alim” (العليم). Ini mengacu pada pengetahuan Allah yang sempurna tentang segala hal, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Puluhan ayat dalam Al Quran yang diakhir ayatnya menyebutkan Allah Maha Mengetahui.

وَاَ سِرُّوْا  قَوْلَـكُمْ  اَوِ  اجْهَرُوْا  بِهٖ  ۗ اِنَّهٗ  عَلِيْمٌ  بِۢذَا تِ  الصُّدُوْرِ

“Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 13)

وَاَ سِرُّوْا  قَوْلَـكُمْ  اَوِ  اجْهَرُوْا  بِهٖ  ۗ اِنَّهٗ  عَلِيْمٌ  بِۢذَا تِ  الصُّدُوْرِ

“Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 13)

فَاٰ مِنُوْا  بِا للّٰهِ  وَرَسُوْلِهٖ  وَا لنُّوْرِ  الَّذِيْۤ  اَنْزَلْنَا  ۗ وَا للّٰهُ  بِمَا  تَعْمَلُوْنَ  خَبِيْرٌ

“Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Qur’an) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. At-Taghabun 64: Ayat 8)

Masih berupa niat, dirahasiakan, diucapkan, dikerjakan, sembunyi sembunyi, terang terangan, sendirian atau dalam keramaian, disengaja atau tidak disengaja semua tidak akan luput dari pengawasan dan sepengetahuan Allah SWT.

Maha Mengerahui, konsekwensinya adalah bahwa manusia harus hidup dengan kesadaran bahwa Allah Maha Mengerahui segala hal, termasuk tindakan, pikiran, dan niat kita. Ini dapat mendorong manusia untuk bertindak dengan penuh pertimbangan, bermoral, dan bertanggung jawab dalam segala hal yang kita lakukan. Kesadaran akan pengawasan Ilahi juga dapat memberikan ketenangan pikiran dan kepercayaan dalam menghadapi tantangan hidup.

Doa supaya dihapus dosa, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja ;

Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana abduka wa ana ‘ala ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’udzu bika min syarri ma shana’tu, abu’u laka bini’matika ‘alayya wa abu’u bidzanbi faghfirli fa innahu laa yaghfirudz dzunuba illa anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau yang telah menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu dan aku berada di atas sumpahku dan janjiku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan aku mengakui dosa (yang aku perbuat). Maafkanlah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa selain Engkau”.