Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Kebingungan dan kebimbangan saat memilih jurusan di SMA itu sangatlah wajar. Karena disini para siswa harus bisa memilih jurusan yang dapat menghantarkan cita-citanya nanti. Entah itu cita cita untuk masuk universitas atau karir di masa depan. Oleh karena itu, dalam memilih jurusan harus benar berhati-hati dan dipikirkan dengan baik sebelum memutuskan untuk ambil jurusan.
Alasan lainnya untuk memilih jurusan IPS adalah karena basic dari siswa itu sendiri, lebih ke bidang ilmu sosial dan memiliki minat di bidang entrepreneur (pengusaha). Menurut beberapa orang, ilmu sosial itu sangat menyenangkan karena lebih bisa bereksplorasi dengan keilmuan sosial yang berkenaan dengan masyarakat. Mempelajari tentang sosiologi, ekonomi dan geografi yang tentunya ilmu tersebut akan bermanfaat di kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh dengan mempelajari ilmu sosiologi, siswa akan lebih bijak dan mengerti cara berkomunikasi dengan masyarakat. Selain itu, ilmu ekonomi membuat siswa menjadi lebih mengerti dalam mengatur cash flow, sehingga mereka bisa mengelola keuangan di keluarga atau di masyarakat.
Di dalam ilmu sosiologi dan ekonomi, siswa juga akan belajar banyak mengenai perilaku masyarakat. Dengan memahami perilaku masyarakat, siswa bisa mendapatkan attention atau perhatian dari mereka, untuk urusan politik, bisnis atau yang lainnya.
Selain di dalam kemasyarakatan, hal lain mengenai pemilihan jurusan IPS adalah ketersediaan daya tampung perkuliahan yang besar. Selain karena alasan tersebut juga, hal lainnya adalah karena lulusan jurusan IPS memiliki pilihan jurusan universitas yang beragam.
Banyak asumsi yang mengaitkan jurusan IPS dengan hafalan yang banyak sebagai aktivitas pembelajarannya sehari-hari. Namun tidak ada satupun pelajaran di IPS yang menuntut hafalan. Hal ini keliru, karena baik Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, maupun Geografi itu pelajaran yang menuntut pemahaman konseptual yang komprehensif. Sementara jika sudah mengerti konsepnya, dengan sendirinya juga akan hafal dengan istilah-istilah yang digunakan.
Ini adalah salah satu stereotype yang dari dulu hingga sekarang melekat sekali di masyarakat. Seolah-olah tingkat kecerdasan siswa itu hanya dibagi menjadi dua tolak ukur saja: hitungan dan hafalan. Pada praktiknya, di jurusan IPS juga membutuhkan pelajaran yang mengandalkan kecerdasan numerik atau hitung-hitungan, seperti halnya di pelajaran Ekonomi.
Jadi, pada intinya adalah setiap cabang ilmu pengetahuan memiliki landasan berpikir masing-masing. Namun ilmu-ilmu tersebut juga bisa terintegrasi satu sama lain dalam menjelaskan segala hal yang terjadi di alam semesta ini. Pemisahan antara “alam” dan “sosial” sebetulnya hanyalah simplifikasi dan label untuk melihat suatu fenomena dari satu sudut pandang tertentu.