PESANTREN DENGAN KONSEP PENDIDIKAN BEHAVIOR YANG HUMANISTIK

22 Februari 2021 | Dibaca : 26x | Oleh : Mohamad Ramdan
PESANTREN DENGAN KONSEP PENDIDIKAN BEHAVIOR YANG HUMANISTIK

Penulis : Ima Sri Yuniani S.Pd. I (Wali Santri Pesantren siswa Al Masoem)

Almasoem.sch.id,- Banyak yang berpendapat bahwa orang Indonesia dalam hal pendidikan lebih cocok menggunakan konsep pendidikan behavior. Menurut B.F Skinner teori belajar behaviorisme adalah hubungan antara stimulus dengan respon yang ditunjukkan individu atau subyek terjadi melalui interaksi dengan lingkungan. Teori ini  menekankan bahwa tingkah laku yang ditunjukkan seseorang merupakan akibat dari interaksi antara stimulus dengan respon. Menurut Desmita (2009:44) teori belajar behavioristic merupakan teori belajar memahami tingkah laku manusia yang menggunakan pendekatan objektif, mekanistik, dan materialistik sehingga perubahan tingkah laku pada diri sendiri seseorang dapat dilakukan melalui upaya pengkondisian.

Sedangkan teori humanistik yaitu proses memanusiakan manusia, dimana seorang individu diharapkan dapat mengaktualisasikan diri, artinya manusia dapat menggali kemampuannya sendiri untuk diterapkan dalam lingkungan. Proses belajar humanistik memusatkan perhatian kepada diri peserta didik sehingga menitikberatkan kepada kebebasan individu. Hal yang penting pada proses pembelajaran humanistik harus adanya motivasi yang diberikan agar peserta didik dapat terus menjalani pembelajaran dengan baik.

 Di Pesantren Siswa Al Masoem ini menerapkan konsep belajar keduanya, kok bisa? Di sini ketika santri  melanggar, santri tersebut akan mendapatkan punishment yang berupa poin pelanggaran. Dimana poin pelanggaran tersebut ada limitnya, jika sudah melebihi limit maka santri tersebut akan dikembalikan kepada orangtuanya. Begitu juga sebaliknya, jika santri berprestasi ia akan mendapatkan reward berupa uang pembinaan (bisa bebas biaya bulanan/tahunan). Sepertinya dari reward dan punishment ini akan memacu santri untuk mendapatkan reward dan menghindari punishment. Menurut saya dari punishment yang didapatkan santri itu sangat humanis. Karena di Al Masoem tidak ada sanksi fisik ataupun psikis terhadap anak. Jadi ketika anak melanggar pun, masih tetap dilindungi harga dirinya. Dan dikembalikan ke orangtuanya pun dengan cara yang baik, bahkan dibantu untuk mendapatkan sekolah yang baru.

Selain kehumanisan dalam hal punishment yang didapatkan santri, proses belajar sehari-harinya pun menggunakan konsep belajar humanistik. Pendekatan humanistik dalam pendidikan menekankan pada perkembangan positif. Pendekatan yang berfokus pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuan tersebut. Hal ini mencakup kemampuan interpersonal sosial dan metode untuk pengembangan diri yang ditujukan untuk memperkaya diri, menikmati keberadaan hidup dan juga masyarakat. Keterampilan atau kemampuan membangun diri secara positif ini menjadi sangat penting dalam pendidikan karena keterkaitanya dengan keberhasilaan akademik.

Pesantren Siswa Al Masoem bisa dikatakan sebagai fasilitator santri untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan diri. Santri ditekankan untuk belajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Karena di Pesantren Siswa Al Masoem ini ada perwakilan hampir dari setiap suku di Indonesia. Bahkan ada juga yang Sekolah Dasarnya di luar negeri. Setelah mereka masuk ke Pesantren Siswa Al Masoem dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun mereka mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar humanistik ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para walisantri adalah membantu para santri untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu mereka untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka.

Salah satu contoh, untuk santri kelas XII ada Ujian Akhir Program, dimana para santri putra praktik menjadi imam pada shalat berjamaah dan memberikan tausiyah. Begitu juga dengan santri putri, mereka praktik mengajar kepada adik kelasnya. Proses tersebut merupakan pembuktian bahwa mereka mempunyai potensi dan mampu memberi manfaat di masyarakat ketika mereka lulus nanti. Selain itu juga di semester sebelumnya ada praktik pengurusan jenazah, shalat jenazah dan juga shalat ghaib. Karena praktik ini akan sangat bermanfaat sekali untuk mereka bisa aplikasikan di masyarakat, minimal pada keluarganya sendiri.

Selain dari praktik kebiasan baik dalam keseharian, di sini juga mereka dieksplor kemampuannya dengan mengikuti ajang-ajang perlombaan. Baik perlombaan yang bersifat akademis, seni maupun olah raga. Bahkan sejak tahun 2018 Pesantren Siswa Al Masoem mengadakan kegiatan lomba tahunan yang diikuti oleh setiap santri se-Jawa Barat, yaitu Al Ma’soem Islamic Fair (ALIF). Lomba yang diadakan pada bidang olah raga yaitu pencak silat dan memanah, pada bidang seni ada lomba kaligrafi, MTQ, Dakwah, Marawis, dan pada bidang pengetahuannya ada lomba MHQ dan Cerdas Cermat Islami. Para santri Pesantren Siswa Al Ma’soem diikutsertakan dengan melalui seleksi terlebih dahulu.

Jika santri menjuarai suatu perlombaan, selain mendapatkan hadiah sepenuhnya dari perlombaan tersebut, juga akan mendapatkan penghargaan dari Pesantren Siswa Al Ma’soem itu sendiri. Selain itu juga nama dan foto mereka yang pernah jadi juara akan dipampang di dinding-dinding tembok/tiang sekitar gedung pesantren. Dengan begitu akan menjadikan motivasi untuk dirinya sendiri dan juga santri yang lainnya. Dan jika ada yang bersilaturrahmi ke pesantren bisa melihat prestasi-prestasi yang pernah didapatkan para santri.

Dilihat dari kekurangan dan kelebihan konsep belajar  behavior dan humanistik ini bisa saling melengkapi. Pada konsep behavior, santri mampu memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktik dan pembiasaan dengan bimbingan yang diberikan secara terus menerus oleh wali santri akan membuat santri paham sehingga mererka bisa menerapkannya dengan baik. Juga bisa membangun konsentrasi pikiran, karena adanya penguatan dan hukuman (punishment) yang dirasa memang perlu. Hukuman yang berupa poin itu sifatnya membangun, sehingga santri mampu menjaga agar tidak melakukan pelanggaran. Di sisi lain, dengan menerapkan konsep belajar humanistik keterlibatan santri dalam proses belajar adalah cara yang cukup tepat, guna melatih kemampuannya. Potensi-potensi akan muncul seiring dengan berjalannya pebelajaran.

Disitulah para santri mulai mengenal dirinya dan lingkungan yang berpengaruh terhadapnya. Terdapat nilai-nilai penting yang ditumbuhkembangkan dalam pendidikan humanistik, antara lain : kejujuran (tidak menyontek, tidak merusak, dan dapat dipercaya), mampu menghargai hak orang lain, menjaga lingkungan, perkembangan pribadi (menjalankan tanggung jawab, menghargai kesehatan, kebersihan fisik, mengembangkan bakat yang dimiliki dan masih banyak lagi yang lainnya. Karena sejatinya Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi dibawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak (John Dewey 1916/1944).

Jadi, untuk mendapatkan kedisiplinan sekaligus mengembangkan potensi yang ada pada santri, Pesantren Siswa Al Masoem merupakan pilihan yang tepat. Sistem atau manajemen yang digunakannya akan membuat anak aman dan nyaman untuk menimba ilmu baik secara akademik maupun agama. Dan tentunya akan membuat para orangtua tenang pada saat proses belajar anaknya dan senang ketika mendapatkan hasilnya setelah lulus nanti.

nah anda ingin putra putri anda menjadi putra putri emas yang berakhlakul kharimah?? Daftar Di sini

bingung bagaimana cara mendaftar Ke Al Masoem?? Klik Di sini

Informasi lebih lanjut Hubungi saja :

  • 0811224337 (Ayi Miraz)
  • 081122700227 (Humas/Kantor)
  • 08112194421 ( Sri Hanipah )
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Kolam Renang Al Masoem, Sarana Olah Raga dan ekstrakurikuler siswa yang terbuka juga untuk Umum
8 Februari 2021
Almasoem.sch.id,- Ekstrakulikuler merupakan program sekolah untuk memaksimalkan minat dan bakat siswanya, ekskul sendiri terdiri menjadi beberapa tipe ...
PENGUATAN KARAKTER MELALUI ETHICAL LEADERSHIP, TEACHER CAPACITY DAN BUDAYA SEKOLAH
20 Februari 2021
Foto : Konselor Al Masoem sedang melaksanakan kegiatan secara Online live Via Zoom beberapa waktu lalu, konselor Al Masoem dapat di manfaatkan siswa sebagai ...
Guru Full Kasih Sayang
8 Juli 2015
Oleh: Nanang Mulyana, S.Pd Pendidikan merupakan sebuah dunia yang dilahirkan dari rahim kasih sayang. Pendidikan harus berlangsung dalam suasana kekeluargaan ...
Peringatan Maulid Nabi 1437H di Al Ma’soem
18 Januari 2016
Pada Jum’at, 15 Januari 2016 lalu Yayasan Al Ma’soem Bandung (YAMB) menggelar acara peringatan Maulid Nabi 1437H yang bertempat di Dome Al Ma’soem. ...
Fenomena Jipon, Al Ma'soem menolak untuk fashion yang merusak akidah
12 Maret 2020
Almasoem.sch.id,- Hijab atau Jilbab merupakan sebuah benda yang digunakan untuk menutup, menutup apa?? yang jelas menutup sesuatu namun umumnya Hijab di ...

Informasi Pendaftaran

png
Dr Tonton
Doktor Wisuda
SMP SMA
sd
tk
online
masoem TV
yt psam
YT ALM

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang

Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 – 

+6281122700227

E-mail: info@masoem.com

Youtube Chanel : Ma'soem TV

IG : almasoembdg

Bagikan :
Copyright © Almasoem.sch.id 2021
All rights reserved
Scroll Top