sistem atau metode simaan di Al masoem

Persiapan Sebelum Berasrama

Deskripsi: Sekolah berasrama dapat menjadi kesempatan yang luar biasa bagi para siswa untuk merasakan lingkungan pendidikan yang berbeda dan juga unik, yang menantang dan menstimulasi mereka secara akademis. Menjelang hari pertama seorang siswa di sekolah berasrama, ada banyak persiapan yang harus dilakukan. Selain mengemas pakaian tentunya serta barang-barang pribadi yang dibutuhkan selama tinggal di asrama, ada hal lain yang dapat dilakukan untuk memastikan anak-anak cepat menyesuaikan diri dengan kehidupan sekolah asrama. 

===

Di Pesantren Siswa Al Masoem, para mentor dan pengurus memberi para siswa banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan interpersonal mereka sambil mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan kedewasaan dan jenjang pendidikan berikutnya. Saat anak-anak tiba, mereka mungkin akan merasa nervous, gugup atau perasaan tidak nyaman lainnya. Tapi pihak pesantren akan menyambut dengan suka cita. Meskipun para siswa tersebut adalah penghuni baru, tetapi para staf, menteri dan guru akan selalu siap untuk membimbing para siswa ke arah yang benar.

Saat Anda tiba, Anda mungkin sedikit lebih gugup daripada anak Anda. Anda akan disambut oleh ruangan dengan wajah baru (meskipun, semoga pasangan yang Anda kenal), tetapi staf akan selalu siap untuk membimbing Anda ke arah yang benar.

Di pesantren Al-masoem, akan banyak keterampilan berbasis sosial dan kemandirian yang dikembangkan oleh pesantren. Untuk membantu para siswa beradaptasi dan menjadi lebih mandiri, pihak pesantren akan memulainya dengan membangun keterampilan yang relevan jauh sebelum mereka lulus.

Seperti halnya di lembaga pendidikan pada umumnya, sekolah berasrama telah berkembang selama bertahun-tahun dan menjadi semakin populer. Pesantren dikemas dengan berbagai aktivitas menarik yang mengeksplorasi budaya baru dan mendorong terjalinnya keilmuan-keilmuan baru bagi para siswanya. Sekolah berasrama terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang terasa seperti sebuah lingkungan baru yang hidup dan bernapas di mana para siswa akan menjadi bagiannya. Asrama membantu para siswanya untuk menjalin persahabatan, mengembangkan keterampilan sosial, dan membangun link dengan semua yang ada di asrama selain rekan sekolah. 

Asrama para siswa berlokasi dekat dengan kampus (sekolah) serta fasilitas lokal seperti kantin dan fasilitas umum lainnya, sehingga akan memberikan rasa kemandirian yang sangat penting dalam transisi menuju masa dewasa.

Sekolah berasrama saat ini juga sangat memusatkan perhatian pada kesejahteraan setiap siswanya, mengakui pentingnya kesehatan mental yang baik untuk pendidikan. Dukungan tersedia di asrama, karena pekerja yang berdedikasi (sering disebut Orang Tua Asrama) ditugaskan untuk menumbuhkan budaya positif di dalam asrama. Para siswa akan diperkenalkan dengan beberapa tugas harian dasar yang dapat menumbuhkan kemandirian yang lebih besar. Kegiatan tersebut dibuat serelevan mungkin dengan mencerminkan apa yang perlu mereka lakukan saat sudah berada di asrama. Mereka mungkin tidak pernah menyelesaikan tugas-tugas sederhana seperti merapikan tempat tidur dan bersiap-siap ke sekolah sendirian ketika masih Bersama orang tua. Namun, hal dasar ini akan menjadi kebiasaan baru para siswa di pesantren Al-masoem, sehingga para siswa akan terbiasa dan selalu menjaga lingkungan yang rapi dan bersih. Sebelum berangkat ke sekolah, mereka sudah mempersiapkan diri dengan baik dan menyelesaikan tugas di asrama. 

Disisi lain, seberapa siapapun para siswa tersebut untuk menjalani pendidikan di asrama, pasti masih ada kemungkinan mereka mengalami homesick atau kangen dengan orang tua dan lingkungan mereka di rumah. Hal tersebut tentunya suatu kewajaran, karena pada dasarnya, para siswa pun memiliki keinginan untuk selalu dekat dengan orang tua. Saat mereka merindukan kenyamanan rumah yang mereka kenal, para mentor dan wali di pesantren akan memberikan pemahaman agar para siswa tidak merasa asing di asrama sehingga perasaan homesick akan berangsur menghilang.