
Sumedang (20/07/2026) – Ratusan calon siswa baru Al Ma’soem mulai hadir berdatangan menuju area Dome Al Ma’soem di hari perdana masa Konvergensi Perilaku Model Al Ma’soem (KPAM) Tahun Ajaran 2026/2027. Wajah-wajah baru maupun wajah-wajah lama dari siswa alumni Al Ma’soem bercampur menjadi satu dalam suasana yang hangat dan juga rindu setelah sekian lama liburan sekolah. Acara pembukaan KPAM SD-SMP-SMA sekaligus Pekan Ta’aruf Pesantren 2026 hari Senin (20/07/2026) ini dimulai dengan momen simbolis menaiki podium oleh Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung, Direktur Eksekutif Yayasan dan Kepala SD-SMP-SMA-Pesantren.
Menurut laporan Ketua Pelaksana KPAM 2026, Bapak Ayi Mi’razul Mu’minin, S.Kom, M.M., jumlah pendaftar calon siswa Tahun Ajaran 2026/2027 yaitu 583 siswa yang terdiri dari SD 130 anak, SMP 193 anak, dan SMA 245 anak. Adapun santri baru SMP-SMA berjumlah 154 santri yang akan menjalani masa pengenalan Pesantren dalam agenda Pekan Ta’aruf 2026 yang telah dimulai sejak Ahad sore (19/07/2026).
Mengambil tema “KPAM yang Ramah Sebagai Langkah Awal Menuju Generasi yang Berprestasi, Berdisiplin dan Islami”, acara KPAM tahun ini mengacu pada peraturan Menteri Pendidikan Dasar & Menengah RI Nomor 12 Tahun 2026. Istilah “Ramah” ini kemudian diterjemahkan oleh Al Ma’soem menjadi 3 bagian penting yaitu:
- Ramah Anak (tidak ada kekerasan dan perpeloncoan);
- Ramah Lingkungan (membawa peralatan bekal dan tumbler sendiri);
- Ramah Biaya (tanpa ada tugas khusus berupa membawa barang-barang unik).
Hal ini pula disambung oleh Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung, Prof. Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Ma’soem, M.S., dalam sambutannya yang menekankan pentingnya pelaksanaan KPAM yang ramah agar proses pengenalan program sekolah dan tata tertib di Al Ma’soem berjalan dengan baik. Dengan pemahaman yang baik, maka diharapkan setiap siswa-santri baru dapat menjadi bagian dari generasi Cageur, Bageur dan Pinter.
“Maka mengapa ini penting, karena tata tertib bukanlah penekan, bukan yang menahan untuk bebas yang sebebas-bebasnya, tapi tata tertib untuk Kompas, untuk aturan, untuk acuan. Dari tata tertib itulah kita belajar disiplin, sebuah kunci utama untuk mengantar ananda pada keberhasilan di masa depan menuju generasi Cageur, Bageur, Pinter” tutur Bapak H. Ceppy.
Dalam kesempatan ini pula, Bapak H. Ceppy memberikan gambaran satu visi besar untuk membentuk karakter para siswa-santri Al Ma’soem melalui tiga pilar utama yakni yang pertama Cageur yang mewakili makna Tangguh secara fisik dan Tangguh secara mental atau spiritual. Yang kedua adalah Bageur yang mewakili makna tanggung jawab Al Ma’soem dalam menciptakan lingkungan belajar siswa-santri yang berakhlaqul karimah, jujur, dan kehadirannya membawa manfaat bagi sesama. Dan yang ketiga adalah Pinter yang mewakili makna kesiapan Al Ma’soem menghadapi perkembangan zaman melalui pengadaan sumber daya manusia maupun fasilitas secara up to date.
“Bapak yakin Ananda datang ke Al Ma’soem ini dengan tujuan untuk belajar, dan pasti tahu visi Al Ma’some ini adalah Cageur-Bageur-Pinter. Jadikanlah ini target ananda semua. Itu harapan bapak kepada Ananda semua walaupun kesannya seperti diulang-ulang, tapi pasti (akan terus) mendengar istilah Cageur-Bageur-Pinter ini. Tiga tahun kemudian Ananda lulus dan (bisa) membanggakan orang tua. Selamat berjuang, selamat berproses di KPAM, selamat menjadi bagian dari dari keluarga besar Al Ma’soem. Jadilah kebangganan orang tua, agama dan bangsa” tutur Bapak H. Ceppy di penghujung akhir sambutan.

Pembukaan KPAM SD-SMP-SMA dan Pekan Ta’aruf 2026 ini dibuka secara resmi dengan pengalungan kartu identitas kepada perwakilan calon siswa dari tiap jenjang serta simbolis penyerahan peserta dari orang tua kepada pihak sekolah. Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah Al Ma’soem akan berlangsung selamat empat hari ke depan yakni tanggal 20-23 Juli 2026. Materi yang dikenalkan diantaranya pengenalan lingkungan Yayasan Al Ma’soem beserta Al Ma’soem Group, materi tata tertib dan kedisiplinan, hingga pengenalan organisasi OSIS dan MPK sebagai panitia KPAM. Termasuk pula nilai-nilai Islami yang dijalankan oleh Al Ma’soem agar menjadi fondasi dalam kehidupan belajar peserta.
Komitmen Yayasan Al Ma’soem Bandung dalam mewujudkan lingkungan yang ramah dan nyaman bagi peserta didik bukan hanya diukur dari lingkup akademik saja, tetapi juga lingkup non-akademik yakni membentuk pribadi yang utuh, beradab dan bertanggung jawab. Disinilah peran KPAM dan Pekan Ta’aruf menjadi titik awal tumbuhnya generasi pembelajar yang disiplin, beradab dan adaptif.

