Prestasi siswa

Pentingnya Adab Sebelum Ilmu Bagi Siswa/i dan Santri Boarding School

Pentingnya adab sebelum ilmu bagi dunia pendidikan bukan hanya sekedar ungkapan yang tidak bisa dipakai lebih dalam. Adab sebelum ilmu merupakan sebuah ungkapan yang dapat diartikan betapa pentingnya adab dibandingkan ilmu itu sendiri. Bahkan dalam kisahnya ketika Malik bin Anas akan belajar kepada Rabiatur Ra’yi, yaitu nasehat sang Bunda. “Nak, camkan pesan ibu, pelajarilah olehmu adab Rabiatur Ra’yi sebelum kau pelajari ilmunya.” 

Bagi anda yang tidak tahu, Imam Malik bin Anas adalah pakar ilmu fiqih dan hadits. Dia lahir di Madinah tahun 93 Hijriyah. Kesuksesannya menjadi pendiri mazhab Maliki berawal dari nasihat sang ibu untuk mengenyam pendidikan di Masjid Nabawi. Di sana, ia mulai menghafal Alquran dan hadits.Imam Malik bin Anas dikenal luas akan kecerdasannya. Suatu waktu ia pernah dibacakan 31 buah Hadis Rasulullah dan mampu mengulanginya dengan baik dan benar tanpa harus menuliskannya terlebih dahulu.

Adab Sebelum Ilmu Sebagai Pegangan Siswa/i dan Santri Tentang Betapa Pentingnya Menjadi Siswa/i dan Santri yang Beradab

Santri Boarding School Al Masoem
Santri Boarding School Al Masoem

Adab sebelum ilmu tidak hanya sebuah teori yang hanya dapat anda saksikan atau anda baca dalam sebuah buku atau flyer flyer di Al Masoem. Adab sebelum ilmu merupakan sebuah kurikulum yang dijadikan landasan ilmu ketika anda bersekolah atau berpesantren di Yayasan Al Masoem Bandung. 

Pentingnya mempelajari Adab sebelum ilmu juga sebagai landasan bagi siswa/i dan santri bahwa pendidikan yang akan didapatkan siswa/i atau santri selama di Al Masoem tidak hanya tentang pelajaran umum. Tapi kami lebih mengedepankan pendidikan karakter, karena pentingnya adab sudah menjadi keharusan jika sebuah sekolah harus mengedepankan adab terlebih dahulu, baru mempelajari ilmu.

Pendidikan karakter demi meningkatkan adab siswa/i dan santri pun selalu dilaksanakan setiap hari, bukan dalam bentuk mata pelajaran. Tapi lebih ke metode pembelajaran percontohan dari guru dan wali santri serta dari staff staff yayasan. Pembelajaran adab dengan percontohan lebih mudah diserap siswa/i dan santri dari pada hanya sebuah teori belaka. Karena pada dasarnya pendidikan karakter tidak hanya dijadikan landasan ilmu bagi siswa, tapi juga bagi staf dan karyawan Masoem Group. Begitu juga Punishment dan Reward tidak hanya didapatkan siswa/i dan santri tapi juga bagi karyawan Masoem Group.

Adab Sebelum Ilmu Dalam Kacamata Pendiri Al Masoem

Al Masoem
Al Masoem

Adab sebelum ilmu di kacamata pendiri Al Masoem merupakan sebuah kewajiban. Maka dari itu Al Masoem memiliki motto yang unik yaitu Membentuk Generasi Cageur Bageur Pinter. Dapat diartikan makna Cageur Bageur Pinter adalah tidak kurang dan tidak lebih hampir sama seperti Adab sebelum ilmu.

Makna Cageur dalam bahasa Indonesia adalah Sehat, Sehat secara jasmani dan rohani. Disini disimpan dalam kata pertama dalam moto Al Masoem. Karena pada dasarnya sehat jasmani dan rohani adalah pemberian dari Allah SWT yang mesti kita syukuri. Makna Cageur disini merupakan hal yang harus dimiliki pertama kali oleh siswa/i dan santri Al Masoem. Karena kalau seorang siswa/i atau santri tidak “Cageur” maka akan sulit untuk mencari ilmu. Namun meski begitu, siswa/i dan santri Al Masoem sudah dipastikan Cageur baik secara jasmani dan rohani.

Makna Bageur disini adalah kepada adab. Saking pentingnya adab bagi siswa/i dan santri Al Masoem sampai sampai pendiri Al Masoem meletakan posisi “bageur” pada posisi kedua dalam moto Al Masoem. Ini merupakan sebuah makna tentang pentingnya belajar adab dari pada belajar ilmu. Maka dari itu, harapan pendiri Al Masoem adalah menjadikan lulusan Al Masoem menjadi siswa/i dan santri yang beradab baik atau berakhlakul karimah.

Makna Pinter adalah lebih kepada ilmu yang didapatkan. Apakah ilmu yang didapatkan selama di Al Masoem bisa dikembangkan lagi? Pinter disini juga disimpan di posisi akhir dari moto Al Masoem. Karena lagi lagi Al Masoem paham betul tentang pentingnya adab daripada ilmu. Meskipun kurikulum Al Masoem 60% adalah pelajaran mengenai adab, dan 40% adalah pelajaran umum. Tapi banyak sekali siswa/i dan santri Al Ma’soem yang bisa berprestasi. Karena pada dasarnya kurikulum yang dianut Al Masoem tetap berjalan dengan baik dengan didikan yang baik.

Mempelajari adab dengan sangat banyak tidak akan mengurangi nilai sebuah ilmu. Maka dari itu dengan mengedepankan adab, ilmu akan tetap bisa diserap dengan mudah oleh siswa/i dan santri Al Masoem. Itu tidak akan pernah mengurangi kualitas dan kuantitas ilmu itu sendiri. 

Manfaat Mengedepankan Adab Sebelum Ilmu Bagi Siswa/i dan Santri Al Masoem

school-engagement-01

Ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan siswa/i dan santri dengan mengedepankan adab terlebih dahulu dari pada ilmu, salah satu manfaatnya adalah bisa menjadikan siswa yang tidak hanya berintelektual tapi juga terpelajar tanpa ada istilah kurang ajar.

Disini dengan mengedepankan adab maka diharapkan siswa dan santri bisa lebih menghormati teman sebayanya, selain itu juga dengan mengedepankan adab rasa sopan santun terhadap guru bisa tercipta. Mengingat akhir akhir ini banyak sekali adab yang selalu dirasakan siswa siswi jaman dahulu terasa hilang pada generasi ini.

Dengan pendidikan karakter di sekolah juga, Adab siswa bisa tercipta dengan sangat baik, maka dari itu dengan sistem pembelajaran Hybrid Learning diharapkan siswa siswi Al Ma’soem bisa kembali mengemban ilmu dengan pendidikan dan perbaikan karakter yang lebih baik lagi.

Dengan Pendidikan Karakter Diharapkan, Perbaikan Adab Siswa Bisa Lebih Maksimal

Prestasi siswa
Prestasi siswa

Mengingat generasi saat ini yang sudah mulai pudar tentang tata krama, sudah mulai acuh dengan norma kesopanan dan sudah tidak bisa ramah dengan teman sebaya membuat pendidikan karakter di sekolah menjadi sangat penting untuk mengembalikan adab siswa yang sudah mulai rusak.

Al Ma’soem sendiri lebih mengedepankan pendidikan karakter atau pendidikan adab tersebut. Maka dari itu, semaksimal mungkin kami mendidik siswa dengan sistem pembelajaran yang terbilang ramah terhadap anak.

Sebagai contoh untuk pendidikan karakter di SD Al Ma’soem kami menggunakan sistem kurikulum kasih sayang. Dimana dengan kurikulum ini tidak ada hukuman fisik, tidak ada tindakan kekerasan, tidak ada omelan dan istilah guru galak di sekolah. SD Al Ma’soem merupakan sekolah ramah anak yang lebih mengedepankan kasih sayang dari orang tua terhadap siswa/inya.

Berbeda dengan SD, SMP dan SMA menggunakan sistem poin pelanggaran, dimana jika ada siswa/i dan santri yang melanggar akan mendapatkan poin negatif. Gunanya adalah sebagai cara mendidik siswa tanpa menegur atau merendahkan siswa. Sistem poin pelanggaran ini juga cukup efektif menekan pendidikan karakter siswa secara baik, sehingga adab siswa bisa terjaga.

Adab sebelum ilmu memang sangat penting bagi siswa setiap sekolah. Gunanya adalah sebagai cara, agar menjadi siswa tidak hanya menuntut ilmu tapi juga harus berkarakter baik. Dengan sopan santun yang tinggi, kekurangan ilmu seseorang bisa ditutupi dengan mudah, berbeda dengan mereka yang memiliki ilmu yang tinggi tapi tidak ber attitude baik, ilmu tidak bisa menutupi kekurangan adab. Maka dari itu istilah adab lebih baik meski sedikit dari pada ilmu meski banyak adalah hal yang memang harus dijadikan sebuah pegangan bagi setiap sekolah, agar siswa mengerti pentingnya menjadi manusia beradab sebelum menjadi manusia berilmu.