Ekstrakurikuler Khas Al Masoem

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Masa Pandemi

Penulis : Chairul Wildan S.Pd,Gr

Pandemi Covid-19 yang datang dengan cepat dan menyebar ke seluruh dunia membuat semua negara terkejut. Sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya menyebabkan perubahan seluruh aspek kehidupan manusia. Termasuk dunia pendidikan yang berdampak sangat besar, membuat pola pendidikan berubah. Sekolah mau tidak mau harus beradaptasi yang semula proses belajar mengajar dilakukan dengan tatap muka(Lurring). Tetapi kini, proses belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh (Daring) yang memanfaatkan jaringan internet, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Dari segi manfaat, dilakukannya pembelajaran jarak jauh (daring) telah meningkatkan proses pendidikan ke arah digitalisasi. Namun pada kenyataannya pembelajaran daring tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena banyak dihadapkan oleh berbagai kendala. Adapun hal-hal umum yang menjadi kendala dalam pembelajaran jarak jauh :

  • Kurang Bimbingan Guru

Kurang bimbingan guru menjadi kendala utama dalam sistem Pembelajaran Jarak Jauh (daring) yang digelar selama pandemi Covid-19. Kondisi ini terjadi karena komunikasi peserta didik dengan guru sangat minim selama belajar daring.

  • Jaringan dan Fasilitas

Pembelajaran dilakukan secara online sehingga membutuhkan jaringan internet hingga fasilitas elektronik lainnya seperti handphone dan laptop. Keduanya tak hanya digunakan sebagai alat berkomunikasi antara siswa dengan guru, namun juga sebagai media menyampaikan dan mengirimkan tugas. Hal ini menjadi kendala karena tak semua peserta didik memiliki fasilitas tersebut dan terkadang terkendala jaringan internet yang tidak stabil.

  • Metode Pembelajaran yang Tidak Fleksibel

Metode pembelajaran jarak jauh dinilai tidak fleksibel karena beberapa pembelajarn hingga praktik harus dilakukan secara online. Sehingga banyak peserta didik tidak bisa merasakan pengalaman seperti melakukan praktik secara langsung atau bertatap muka.

  • Kurang Dampingan Orang Tua

Banyak orang tua yang tidak siap membimbing anak belajar di jam-jam yang seharusnya sekolah. Ibu rumah tangga memiliki kesibukan lain di siang hari karena biasanya menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak ke sekolah. Kondisi ini menyebabkan orang tua mulai menuntut kemandirian anak. Belum lagi jika dalam satu keluarga ada lebih dari satu anak, sehingga perhatian orang tua bisa terpecah.

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) adalah salah mata pelajaran di sekolah yang merupakan media pendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, sikap sportifitas, pembiasaan pola hidup sehat dan pembentukan karakter (mental, emosional, spiritual dan sosial) dalam rangka mencapai tujuan sistem pendidikan Nasional.

Mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sangat penting untuk dipelajari siswa di masa pandemi sekarang ini, karena dalam pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan siswa mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan dan aktivitas fisik sehingga siswa dapat  meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) untuk terhindar dari virus COVID-19.

Dalam proses pembelajaran di rumah pastinya memiliki tantangan tersendiri terutama untuk guru mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK), pembelajaran yang dilaksanakan dari rumah tentunya harus mampu untuk meningkatkan  kebugaran siswa, keterampilan motorik dan nilai-nilai yang mencakup aspek kognitif, afektif, sehingga materi pelajaran harus disusun dengan baik disesuaikan dengan kemampuan melaksanakan pembelajaran siswa di rumah, agar pengalaman belajar pendidikan jasmani didapatkan oleh siswa dengan baik.

Perlu kita pahami bahwa cakupan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan itu sangat luas, memungkinkan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dapat dilakukan di mana saja, artinya tidak terbatas baik tempat maupun sarana prasarana. Proses pembelajaran jarak jauh mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di Yayasan Al Ma’soem kendala-kendala pembelajaran jarak jauh tidak terlalu menjadi penghambat bagi guru pendidikan jasmani untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar, karena fasilitas untuk kegiatan mengajar daring sudah lengkap seperti studio, akses internet yang memadai.

Kegiatan pembelajaran jarak jauh mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di Yayasan Al Ma’soem dapat berlangsung meskipun peserta didik berada di rumah masing-masing. Dalam setiap pembelajarannya, Guru melakukan pembelajaran melalui aplikasi Zoom Meeting dengan kegiatan pembahasan mengenai materi pembelajaran pendidikan jasmani sesuai dengan kompetensi dasar, kemudian melakukan aktivitas fisik rutin bersama siswa yang di pimpin oleh guru baik itu aktivitas kebugaran jasmani maupun senam irama/ritmik. Selain itu guru memberikan tugas kepada peserta didiknya untuk melakukan latihan fisik yang dapat dilakukan di rumah dengan diawali dengan peregangan statis dan dinamis. Latihan fisik tersebut bervariasi yaitu latihan kebugaran jasmani (push up, sit-up, plank, skipping, jogging), aktivitas permainan bola basket, sepak bola, bola voli, badminton, tenis meja, senam irama, bersepeda dll. Intinya melakukan aktivitas fisik  dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Peserta didik diminta untuk merekam kegiatan latihan fisik mereka di rumah sebagai salah satu tugas. Dengan kreativitas dan antusiasme yang dimiliki peserta didik. Ternyata, peserta didik tak hanya sekedar merekam, namun mereka menambahkan musik dan berbagai efek sehingga videonya terlihat lebih menarik. Peserta didik menjadi lebih memanfaatkan handphone dan sosial media kearah yang sangat positif. Belajar dirumah telah membantu peserta didik mengeluarkan kreativitasnya secara lebih maksimal

Dengan demikian tujuan kegiatan belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan  di masa pandemi COVID-19 di Yayasan Al Ma’soem dapat tercapai, baik itu dalam ranah afektif, kognitif dan psikomotor. Pendidikan jasmani juga dapat meningkatkan  imunitas peserta didik sehingga tetap sehat dan bugar dan  terhindar dari virus COVID-19.