Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Mengaji merupakan hal yang harus sudah dibiasakan dari kecil hingga dewasa. Hukum mengaji atau membaca Al Qur’an adalah wajib bagi seorang muslim. Maka dari itu, selain menjadi sebuah kewajiban bagi umat muslim, dengan rajin mengaji sejak dini diharapkan dewasa nanti bisa menjadi seorang yang dapat terhindar dari perbuatan dosa.
Membaca Al Quran Setiap hari juga atau sering disebut murojaah Al Qur’an dapat meningkatkan hafalan Al Qur’an kita. Karena dengan murojaah atau mengulang ulang kita tidak hanya bisa membaca tapi juga kita akan hafal dengan ayat ayat Al Qur’an.
Membaca Qur’an memang seharusnya dibiasakan sejak dini. Jika tidak dibiasakan membaca Qur’an, minimal anda bisa menghafal Iqro dan bacaan shalat. Karena itu merupakan hal yang penting apalagi untuk seorang muslim.

Di tingkat sekolah dasar atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) biasanya siswa diwajibkan menghafal minimal juz 30. Hingga tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTS) atau setara SMP hafalan anda harus bisa lebih banyak lagi, minimal tidak hafal juga anda pernah khatam Al Qur’an satu atau 2 kali. Lantas bagaimana jika di tingkat MTS atau SMP anda belum bisa mengaji sama sekali?
Jelas itu merupakan hal yang sangat keterlaluan, bahkan harus menjadi perhatian bagi semua orang. Bahkan Dari beberapa artikel yang pernah saya baca memang rata rata di negara kita banyak sekali siswa yang belum bisa mengaji bahkan masih buta huruf bahkan ketika dia sudah bersekolah ke tingkat SMA. Maka dari itu, menurut saya secara pribadi tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri dan mulai belajar membaca Qur’an meskipun anda sudah dewasa sekalipun.
Konsep seperti ini sama seperti konsep Al Ma’soem, yaitu menciptakan generasi yang islami. Di tingkat SD Al Masoem target hafalan siswa memang tidak begitu tinggi, siswa hanya diajarkan untuk menghafal juz 30. Tapi ketika masuk SMP atau MTS, siswa dituntut untuk bisa menghafal minimal 3 juz. Meski begitu ada beberapa siswa yang berhasil menghafal hingga 15 juz. Tapi bagaimana dengan siswa baru yang masuk ke MTS atau SMP?

Kami memang tidak melarang siswa yang belum pandai mengaji atau bahkan masih buta huruf untuk masuk pondok pesantren siswa Al Masoem. Karena targetan kami bukan mencari siswa yang sudah memiliki hafalan, tapi merubah siswa yang tidak bisa mengaji menjadi siswa yang bisa mengaji, minimal siswa lulus itu sudah tidak buta huruf lagi. Tentu saja meski begitu kami memberikan program sesuai dengan kemampuan siswa. Dari itu Program kelas takhosus tahsin, tahfidz dan kitab kuning.
Program ini yang nanti akan membedakan siswa di tingkat MTS maupun MA. Baik siswa MTS dan MA yang belum lancar mengaji akan dikelompokan sesuai dengan kemampuannya, jika memang masih terbata bata dan buta huruf kami langsung mewajibkan siswa atau santri itu ke kelas tahsin tanpa tapi. Sedangkan ketika siswa sudah memiliki hafalan, mereka akan diberikan pilihan untuk melanjutkan ke kelas tahfidz atau kitab kuning.

Perlu anda tahu juga, hampir rata rata bahkan semua siswa memilih kelas tahfidz maka dari itu kelas kitab kuning biasanya tetap diberikan pada Ahad dan Sabtu. Di sekolah juga siswa yang memiliki peminatan pada hafalan Qur’an diberikan wadah dengan program kelas tahfidz, dimana sampai saat ini peminatnya terus bertambah setiap waktu.
Persyaratan masuk ke MTS atau SMP Al Ma’soem juga tidak ada persyaratan harus bisa membaca Al Qur’an, tapi siswa hanya akan diberikan test berupa psikotes dan wawancara saja, kalaupun ada Calon siswa yang sudah memiliki hafalan Al Qur’an maka itu akan dimasukan kedalam beasiswa tahfidz Qur’an dan siswa akan diberikan beasiswa berupa keringanan biaya masuk sesuai dengan hafalan yang dimilikinya.
Untuk tingkat MTS sendiri minimal siswa hafal 1 juz, dapat keringanan 10% untuk DPP, dan ini berlaku kelipatan juga. Jika tidak memiliki hafalan sama sekali, calon siswa juga bisa mengajukan keringanan lainnya, seperti kakak/orang tua alumni atau jalur beasiswa lainnya.

Al Masoem paham betul, untuk siswa tingkat MTS sederajat memang ada beberapa yang lulusan dari SD negeri biasa bukan Madrasah ataupun SDIT yang memang memiliki target hafalan. Tapi banyak sekali calon siswa yang memang lulusan di SD negeri yang jangankan hafalan Al Qur’an, mengaji saja masih terbata bata.
Maka dari itu, SMP Al Masoem tidak menyeleksi siswa melalui hafalan Al Qur’an, akan tetapi lebih ke tes akademis saja. Itupun untuk melihat minat dan bakat siswa bukan sebagai seleksi masuk.
Jadi jika anda calon siswa MTS sederajat yang belum bisa mengaji namun ingin melanjutkan sekolah ke sekolah islam di daerah Bandung, terutama ke Al Ma’soem. Anda jangan malu dan jangan pernah minder, karena memang beberapa siswa masih belum lancar mengaji bahkan ada beberapa yang IQRA saja tidak bisa, tapi bukan berarti anda sebagai calon siswa merasa lega karena memiliki teman yang sama. Justru itu adalah kelemahan yang harus diperbaiki bersama Al Masoem.

Dengan metode ummi, siswa yang dikelompokan sebagai siswa yang belum bisa mengaji akan dibimbing dan diedukasi setiap hari hingga siswa lancar membaca Al Qur’an. Setelah lancar dan bacaan tahsin-nya benar, siswa akan dianggap lulus dari kelas tahsin akan dimasukan ke kelas Tahfidz agar apa yang mereka baca bisa mereka hafalkan hingga bisa menjadi sebuah hafalan yang dimiliki siswa.
Di kelas tahfidz ini siswa yang berhasil menghafal dan mempertahankan hafalannya bisa diberikan reward berupa gratis SPP selama 1 bulan lebih. Anda tertarik?