PORSAK 2022 (3)

Merayakan 17 Agustusan ala Santri Pesantren Modern di Bandung

17 Agustus adalah hari kemerdekaan yang begitu bersejarah bagi bangsa Indonesia. Setiap tahun, perayaan tersebut menjadi momen yang penuh makna bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para santri pesantren modern di Bandung. Pesantren modern Al Masoem Bandung merupakan lembaga pendidikan Islam yang menggabungkan tradisi pesantren dengan perkembangan zaman yang ada saat ini. Istilah modern adalah bentuk modernisasi dari pondok pesantren tradisional. Dimana jenis pesantren ini menjadi pendidikan formal dan informal menjadi satu kesatuan.

Perayaan kemerdekaan merupakan salah satu cara modernisasi di pesantren, yang dimana dalam realisasinya tetap menjunjung tinggi nilai nilai keagamaan, bahkan dalam prosesnya, laki laki dan perempuan tetap dipisahkan bahkan dalam beberapa hal juga kegiatan seperti ini dilaksanakan berjauhan baik itu perempuan melaksanakannya di pondok pesantren putri dan putra di pondok pesantren putra. Namun dalam acara pengibaran bendera merah putih tetap dilaksanakan serentak karena ini bisa menjadi momen yang istimewa dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Berikut adalah beberapa kegiatan yang rutin dilaksanakan dalam rangka memperingati 17 Agustusan ala santri pesantren modern di Bandung:

  1. Mengadakan Lomba Tradisional: 

Pesantren modern di Bandung bisa mengadakan berbagai lomba tradisional seperti lomba makan kerupuk, lomba lari estafet, lomba renang, lomba tarik tambang, lomba dekor kamar terkreatif, lomba balap karung, dan lain sebagainya. Hal ini tidak hanya akan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia kepada para santri. 

  1. Menggelar Peringatan Kemerdekaan: 

Pesantren bisa menggelar upacara peringatan kemerdekaan dengan menyanyikan lagu kebangsaan, mengibarkan bendera merah putih, dan menyampaikan pidato-pidato kebangsaan yang dapat memupuk semangat cinta tanah air. Hal ini biasanya dilaksanakan di pagi hari dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 08.00, setelah itu santri akan sibuk dengan kegiatan lomba tradisional.

  1. Menyajikan Makanan Khas: 

Pesantren modern di Bandung bisa menambahkan nuansa kemerdekaan dengan menyuguhkan makanan khas Indonesia seperti nasi tumpeng, sate, ketupat, dan kue-kue tradisional. Hal ini dapat menjadi perwujudan dari rasa bangga sebagai warga negara Indonesia.

  1. Mengadakan Kegiatan Sosial: 

Selain meriahkan perayaan kemerdekaan, pesantren juga bisa mengadakan kegiatan sosial seperti donor darah, bakti sosial, atau memberikan sumbangan kepada masyarakat sekitar sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Dengan merayakan 17 Agustusan ala santri pesantren modern Al Masoem Bandung, diharapkan perayaan kemerdekaan akan dapat semakin memperkuat rasa persatuan dan kesatuan serta membangkitkan semangat cinta tanah air di kalangan para santri. 

Meskipun begitu ada polemik tersendiri di mata masyarakat akan perayaan 17 Agustusan ini, bahkan beberapa masyarakat zaman dulu berspekulasi bahwa hal tersebut adalah olok olokan bangsa penjajah terhadap bangsa Indonesia yang masih dilaksanakan hingga saat ini. Namun apakah benar demikian?

Semua tergantung dari sudut pandang mana kita melihat, permainan tradisional dalam merayakan hari raya 17 Agustusan merupakan cara masyarakat mengekspresikan rasa bahagianya akan merdekanya negara wakanda ini. Bahkan permainan tradisional di acara 17an juga merupakan hal yang bagus, karena beberapa alasan seperti : 

  1. Menghargai Warisan Budaya
  2. Memperkuat Rasa Persatuan dan Kebersamaan
  3. Mengajarkan Nilai-nilai Luhur
  4. Menghubungkan Generasi
  5. Merayakan dengan Cara yang Sederhana dan Meriah
  6. Menghormati Sejarah

Semoga pesantren modern di Bandung dapat menjadi contoh dalam memperingati hari kemerdekaan yang berkualitas dan bermakna.