Mengenal Prestasi Akademik dan Non Akademik

Mengenal Prestasi Akademik dan Non Akademik

Ada banyak istilah di dalam dunia pendidikan yang sebenarnya menarik untuk ditelusuri lebih dalam. Salah satunya adalah istilah prestasi akademik dan non akademik yang selalu hadir di berbagai jenjang pendidikan. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dari prestasi akademik dan non akademik itu?

Sebelum masuk ke pembahasan, mari kita sama-sama sepakat terlebih dahulu bahwa setiap anak memiliki potensi dan kecerdasan yang berbeda-beda. Ada anak yang memiliki kecerdasan di pelajaran matematika, ada pula anak yang gemar melukis. Masing-masing dari mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengembangkan potensinya dengan bantuan orang disekitarnya.

Nantinya anak tersebut bisa mengikuti berbagai perlombaan ketika di sekolah untuk mengasah pengalaman mereka. Disinilah muncul istilah prestasi akademik dan non akademik sebagai wujud apresiasi dari penampilan terbaik melawan peserta lain.

Pengertian Prestasi Akademik

Istilah prestasi akademik ini merujuk pada pencapaian siswa dalam proses pembelajaran. Menurut Azwar (2002) dalam KajianPustaka, prestasi akademik adalah bukti peningkatan atau pencapaian yang diperoleh seorang siswa sebagai pernyataan atau tidaknya kemajuan atau keberhasilan dalam program pendidikan.

Prestasi akademik sering diukur dengan penilaian seperti nilai ujian, peringkat kelas, atau penghargaan akademik lainnya. Contohnya seperti mendapatkan nilai tinggi dalam ujian sekolah, menjadi juara dalam kompetisi ilmiah, atau mendapatkan gelar jabatan organisasi tertentu.

Karakteristik dari prestasi akademik itu terdiri dari empat macam, sesuai pernyataan Machr (Sumadi Suryabata, 1980) dalam Kerjacita yaitu sebagai berikut:

  1. Prestasi akademik adalah perubahan perilaku yang dapat diukur. Untuk mengukur perubahan perilaku ini dapat melalui tes prestasi (achievement test);
  2. Prestasi akademik adalah hasil belajar individu itu sendiri, bukan hasil yang dilakukan orang lain;
  3. Prestasi akademik dapat dievaluasi tinggi rendahnya berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh penilai berdasarkan standar yang dicapai oleh kelompok;
  4. Prestasi akademik yang didapatkan siswa tidak sekedar bersifat kognitif intelektual saja, tetapi juga bisa diwjudukan dalam kualitas kepribadian siswa.

Jenis Prestasi Akademik

Adapun jenis dari prestasi akademik menurut Crow (1989) dikelompokkan dalam tiga macam, yaitu:

  1. Kemampuan bahasa: Bahasa adalah alat untuk membangun dan membentuk suatu hubungan yang mampu memperluas pengetahuan seseorang. Seiring waktu seseorang akan berkembang pengetahuannya dan membutuhkan daya nalar yang lebih baik, sehingga kemampuan berbahasa pun akan ikut berkembang.
  2. Kemampuan matematika: Kemampuan berhitung memiliki fungsi penting untuk mengasah kemampuan berpikir dalam menghadapi kegiatan sehari-hari yang melibatkan dengan perhitungan angka. Contohnya ketika belanja di toko, menerima uang kembalian, membayar tagihan dan lain sebagainya.
  3. Kemampuan ilmu pengetahuan/sains: Dalam dunia yang dipenuhi dengan produk-produk kerja ilmiah, literasi sains menjadi suatu keharusan bagi setiap orang. Setiap orang perlu menggunakan informasi ilmiah untuk melakukan pilihan yang dihadapinya setiap hari. Melalui studi ilmu pengetahuan bertambahlah pengetahuan siswa tentang dunia.

Pengertian Prestasi Non Akademik

Istilah prestasi non akademik merujuk pada pencapaian di luar bidang akademik atau pendidikan formal. Untuk mendapatkan prestasi ini, biasanya siswa akan menggunakan jalur ekstrakurikuler atau organisasi yang ada di sekolah. Di tempat ini, siswa akan diberikan pembelajaran sekaligus pengalaman baru untuk mengasah keterampilan yang dimiliki.

Dibandingkan dengan prestasi akademik, tipe non akademik ini lebih  banyak jenisnya. Sebab kegiatan diluar materi akademik itu sangat luas pilihannya seperti bidang olahraga, bidang seni, bidang hobi dan lain sebagainya. Menjadi ketua OSIS atau menerbitkan buku termasuk dalam prestasi jenis ini.

Disinilah andil pihak sekolah untuk memberikan sumber daya yang terbaik kepada para siswanya agar potensi mereka bisa terfasilitasi dengan baik. Hal ini sudah diterapkan di sekolah Pesantren milik Yayasan Al Ma’soem dengan menyediakan hingga 50+ pilihan ekstrakurikuler yang menunjang berbagai potensi siswa.

Faktor sekolah ini pun selaras dengan penjelasan Syah di buku Psikologi Belajar mengenai faktor berpengaruhnya seseorang dalam meraih prestasi non akademik, yaitu meliputi:

  1. Minat dan kecenderungan siswa untuk mempelajari dan menekuni suatu bidang tertentu;
  2. Harapan siswa untuk meraih prestasi dalam bidang yang mereka minati tersebut;
  3. Dukungan yang diberikan keluarga dan orang-orang terdekat;
  4. Sarana dan prasarana yang berguna sebagai penunjang untuk bidang yang ditekuni tersebut;
  5. Pelatih atau mentor yang akan membantu siswa untuk mengeluarkan dan mengembangkan potensi dan bakat yang dimilikinya.

Itulah penjelasan dari prestasi akademik dan non akademik yang penting untuk kalian ketahui. Tetap semangat untuk mengembangkan diri dan menoreh prestasi di sekolah, karena kedepannya akan banyak benefit yang bisa diterima. Salah satunya adalah mendaftar di sekolah pesantren di Yayasan Al Ma’soem melalui jalur beasiswa prestasi.

 

 

Penulis: Gumilar Ganda