Images (1)

Mengapa Siswa SMP Perlu Belajar Membuat Kesepakatan Bersama? Ini Manfaatnya

Dalam kehidupan sekolah, siswa tidak selalu dapat melakukan sesuatu berdasarkan keinginan pribadi. Ada banyak situasi yang mengharuskan mereka bekerja bersama, berdiskusi, dan menentukan keputusan yang dapat diterima oleh beberapa orang sekaligus. Kondisi tersebut dapat ditemukan ketika siswa mengerjakan tugas kelompok, mengikuti kegiatan sekolah, melakukan pembagian tugas, hingga menentukan aturan sederhana dalam sebuah kelompok. Karena itu, kemampuan membuat kesepakatan bersama menjadi salah satu keterampilan sosial yang penting dikenalkan sejak SMP.

Membuat kesepakatan bersama bukan sekadar menentukan aturan kemudian meminta semua orang untuk mematuhinya. Di dalam prosesnya terdapat kemampuan mendengarkan pendapat, menyampaikan kebutuhan, mempertimbangkan kepentingan orang lain, mencari jalan tengah, dan menerima keputusan yang telah dibuat. Pengalaman seperti ini dapat membantu siswa memahami bahwa kehidupan bersama membutuhkan komunikasi dan kesediaan untuk menghargai orang lain.

Apa yang Dimaksud dengan Kesepakatan Bersama?

Kesepakatan bersama adalah keputusan atau aturan yang dibuat melalui pembicaraan antara beberapa orang dan disetujui untuk dijalankan bersama. Dalam lingkungan sekolah, bentuknya dapat sangat sederhana. Misalnya, anggota kelompok menentukan pembagian tugas, waktu mengerjakan proyek, atau aturan ketika melakukan presentasi.

Kesepakatan membantu setiap anggota mengetahui apa yang harus dilakukan. Tanpa kesepakatan yang jelas, seseorang dapat memiliki pemahaman berbeda mengenai tanggung jawabnya sehingga pekerjaan menjadi kurang terarah.

Bagi siswa SMP, pengalaman membuat kesepakatan dapat menjadi latihan untuk memahami bahwa sebuah keputusan bersama membutuhkan proses. Mereka tidak selalu mendapatkan semua hal yang diinginkan, tetapi perlu mempertimbangkan kepentingan kelompok.

Belajar Menyampaikan Pendapat

Proses membuat kesepakatan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat. Tidak semua siswa memiliki keberanian yang sama ketika berbicara di depan kelompok sehingga kegiatan seperti ini dapat menjadi latihan komunikasi.

Siswa dapat belajar menyampaikan ide dengan alasan yang jelas. Misalnya, ketika menentukan jadwal pengerjaan tugas kelompok, seorang siswa dapat menjelaskan waktu yang menurutnya paling memungkinkan berdasarkan tanggung jawab lain yang dimiliki.

Pendapat yang disampaikan dengan alasan akan lebih mudah dipertimbangkan oleh anggota kelompok. Dari sini siswa dapat belajar bahwa menyampaikan pendapat bukan berarti memaksakan keinginan.

Belajar Mendengarkan Pendapat Teman

Kesepakatan tidak akan berjalan jika semua orang hanya ingin berbicara. Siswa juga perlu belajar mendengarkan pendapat anggota kelompok lainnya.

Mendengarkan berarti memberikan kesempatan kepada teman untuk menyampaikan alasan dan pertimbangannya. Bahkan ketika pendapat tersebut berbeda, siswa dapat mencoba memahami mengapa seseorang memiliki pandangan tersebut.

Kebiasaan mendengarkan dapat membantu siswa melihat bahwa satu masalah bisa memiliki beberapa sudut pandang. Hal tersebut dapat membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih matang.

Tidak Semua Keinginan Harus Terpenuhi

Salah satu pelajaran penting dari membuat kesepakatan adalah memahami bahwa keputusan bersama tidak selalu sesuai dengan keinginan pribadi. Dalam kelompok, mungkin terdapat beberapa pilihan yang sama-sama dianggap menarik.

Misalnya, ketika menentukan konsep sebuah proyek, tiga siswa memiliki tiga ide berbeda. Tidak mungkin semua ide digunakan secara utuh jika waktu dan sumber daya terbatas.

Siswa kemudian dapat membandingkan setiap pilihan dan menentukan solusi yang paling sesuai. Jika memungkinkan, beberapa ide dapat digabungkan. Jika tidak, mereka perlu belajar menerima keputusan yang telah disepakati.

Belajar Mencari Jalan Tengah

Kesepakatan bersama sering membutuhkan kompromi. Siswa dapat menemukan bahwa terdapat pilihan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan keinginan mereka, tetapi masih dapat diterima oleh anggota kelompok lainnya.

Kemampuan mencari jalan tengah sangat berguna ketika terjadi perbedaan pendapat. Siswa dapat belajar mempertimbangkan mana hal yang benar-benar penting dan mana yang masih dapat disesuaikan.

Pengalaman ini juga membantu siswa memahami bahwa kompromi bukan berarti kalah. Kompromi dapat menjadi cara untuk mencapai tujuan bersama tanpa mengabaikan kepentingan setiap anggota.

Kesepakatan Membuat Tanggung Jawab Lebih Jelas

Ketika sebuah kelompok sudah membuat kesepakatan, setiap anggota dapat mengetahui tanggung jawabnya dengan lebih jelas. Hal ini sangat penting dalam tugas kelompok yang terdiri dari banyak bagian.

Misalnya, satu siswa bertanggung jawab mencari informasi, siswa lainnya menyusun materi, sementara anggota lain menyiapkan presentasi. Jika pembagian tersebut sudah disepakati, setiap orang mengetahui bagian yang perlu dikerjakan.

Kejelasan tanggung jawab juga dapat mengurangi kemungkinan pekerjaan hanya dikerjakan oleh satu atau dua orang. Setiap anggota memiliki bagian yang perlu diselesaikan.

Belajar Menepati Kesepakatan

Membuat kesepakatan merupakan satu tahap, sedangkan menjalankannya adalah tahap berikutnya. Siswa perlu memahami bahwa keputusan yang telah dibuat bersama memiliki tanggung jawab untuk dijalankan.

Jika siswa sudah menyepakati waktu pengumpulan tugas, misalnya, setiap anggota perlu berusaha menyelesaikan bagiannya sesuai waktu tersebut. Jika mengalami kendala, siswa dapat memberitahukan kepada kelompok agar dapat dicari solusi bersama.

Kebiasaan ini dapat melatih konsistensi. Siswa belajar bahwa sebuah kesepakatan tidak hanya berlaku ketika proses diskusi berlangsung, tetapi juga setelah keputusan dibuat.

Mengajarkan Siswa Bertanggung Jawab terhadap Keputusan

Ketika keputusan dibuat bersama, siswa juga belajar bertanggung jawab terhadap konsekuensinya. Jika pilihan yang dibuat ternyata memiliki kekurangan, kelompok dapat mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki.

Proses tersebut memberikan pemahaman bahwa tidak semua keputusan akan menghasilkan sesuatu yang sempurna. Yang penting adalah bagaimana siswa belajar memperbaiki keputusan ketika menemukan masalah.

Dengan demikian, kesepakatan dapat menjadi pengalaman belajar mengenai tanggung jawab. Siswa tidak hanya belajar memilih, tetapi juga memahami dampak dari pilihan tersebut.

Membantu Mencegah Kesalahpahaman

Banyak masalah dalam kelompok muncul karena anggota memiliki pemahaman yang berbeda mengenai tugas. Seseorang mengira temannya akan mengerjakan bagian tertentu, sementara teman tersebut mengira tugas itu menjadi tanggung jawab orang lain.

Kesepakatan yang dibuat dengan jelas dapat mengurangi masalah tersebut. Sebelum mulai bekerja, anggota kelompok dapat membicarakan siapa melakukan apa, kapan harus selesai, dan bagaimana hasil pekerjaan akan digabungkan.

Cara sederhana ini dapat membuat proses kerja menjadi lebih teratur. Siswa juga belajar pentingnya komunikasi sebelum sebuah kegiatan dilakukan.

Kesepakatan Tidak Harus Selalu Formal

Ketika mendengar istilah kesepakatan bersama, siswa mungkin membayangkan aturan yang dibuat secara resmi. Padahal, kesepakatan juga dapat berbentuk sederhana dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kelompok belajar, misalnya, siswa dapat menyepakati bahwa setiap anggota mendapatkan kesempatan berbicara. Dalam tugas kelompok, mereka dapat menentukan waktu untuk melakukan pengecekan hasil pekerjaan.

Kesepakatan sederhana tersebut tetap memberikan pengalaman sosial yang penting. Siswa belajar mengatur interaksi berdasarkan keputusan yang dipahami bersama.

Peran Guru dalam Membimbing Proses Kesepakatan

Guru dapat membantu siswa memahami bagaimana cara membuat kesepakatan yang sehat. Guru tidak harus menentukan semua keputusan, tetapi dapat memberikan arahan ketika siswa mengalami kebuntuan atau ketika terdapat anggota kelompok yang belum mendapatkan kesempatan berbicara.

Pendampingan seperti ini membantu siswa belajar bahwa keputusan bersama harus mempertimbangkan semua pihak. Guru juga dapat mengingatkan siswa untuk membedakan antara pendapat pribadi dan kepentingan kelompok.

Dengan bimbingan yang tepat, siswa dapat belajar mengambil keputusan secara bertahap tanpa merasa bahwa setiap persoalan harus langsung diselesaikan oleh guru.

Kesepakatan dalam Kegiatan Sekolah

Berbagai kegiatan sekolah dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar membuat dan menjalankan kesepakatan. Kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler, misalnya, sering melibatkan kerja sama dengan teman.

Ketika mengikuti kegiatan, siswa perlu memahami aturan, jadwal, pembagian peran, dan tanggung jawab masing-masing. Mereka juga dapat menghadapi situasi ketika terdapat perbedaan pendapat mengenai pelaksanaan kegiatan.

Pengalaman tersebut dapat melatih kemampuan siswa untuk berdiskusi dan mencari keputusan yang dapat dijalankan bersama.

Hubungannya dengan Pendidikan Karakter

Kemampuan membuat kesepakatan berkaitan dengan beberapa nilai karakter. Siswa belajar bertanggung jawab ketika menjalankan keputusan, belajar jujur ketika menyampaikan kondisi sebenarnya, dan belajar menghargai orang lain ketika mendengarkan pendapat teman.

Kesepakatan juga dapat mengajarkan kedisiplinan. Setelah sebuah aturan disepakati, siswa perlu berusaha menjalankannya secara konsisten.

Nilai-nilai tersebut tidak selalu harus disampaikan melalui teori. Pengalaman langsung dalam kegiatan sekolah dapat membuat siswa memahami bagaimana karakter tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Belajar Menghadapi Perbedaan Kepentingan

Setiap siswa memiliki kebutuhan dan pertimbangan yang berbeda. Ada yang lebih nyaman mengerjakan tugas pada pagi hari, sementara teman lainnya memiliki waktu yang berbeda. Ada yang ingin menggunakan satu konsep, sedangkan anggota lain memiliki ide lain.

Perbedaan seperti ini merupakan bagian dari kehidupan kelompok. Siswa perlu belajar bahwa perbedaan kepentingan tidak selalu berarti seseorang harus dianggap sebagai lawan.

Dengan berdiskusi, siswa dapat mencari pilihan yang paling masuk akal. Mereka belajar mempertimbangkan kebutuhan kelompok tanpa menghilangkan kesempatan bagi setiap anggota untuk menyampaikan pendapat.

Membangun Rasa Saling Percaya

Kesepakatan yang dijalankan secara konsisten dapat membantu membangun kepercayaan di dalam kelompok. Ketika setiap anggota menjalankan bagian yang sudah disepakati, pekerjaan menjadi lebih mudah dilakukan.

Sebaliknya, jika kesepakatan sering diabaikan, anggota kelompok dapat kehilangan kepercayaan terhadap satu sama lain. Karena itu, siswa dapat belajar bahwa kepercayaan dibangun melalui tindakan yang konsisten.

Hal tersebut menjadi pengalaman sosial yang penting karena hubungan pertemanan maupun kerja sama membutuhkan rasa saling percaya.

Menjadi Bekal untuk Lingkungan yang Lebih Luas

Kemampuan membuat kesepakatan tidak hanya berguna selama siswa berada di SMP. Ketika melanjutkan pendidikan, mengikuti organisasi, bekerja dalam tim, atau terlibat dalam kegiatan masyarakat, mereka akan kembali menghadapi situasi yang membutuhkan keputusan bersama.

Seseorang tidak selalu dapat menentukan segala sesuatu sendirian. Ada kondisi ketika keputusan harus dibuat bersama orang lain dengan kepentingan yang berbeda.

Karena itu, membiasakan siswa berdiskusi, mendengarkan, berkompromi, dan menjalankan kesepakatan sejak SMP dapat menjadi bekal untuk menghadapi berbagai lingkungan sosial di masa depan.

Belajar membuat kesepakatan bersama pada akhirnya bukan hanya tentang menentukan aturan. Siswa sedang belajar bagaimana hidup dan bekerja bersama orang lain. Mereka belajar bahwa sebuah keputusan membutuhkan komunikasi, setiap pilihan memiliki konsekuensi, dan setiap anggota kelompok memiliki peran dalam menjalankan hasil yang telah disepakati.