Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran
Memilih sekolah dasar merupakan salah satu keputusan penting bagi orang tua. Pada jenjang SD, anak tidak hanya mulai membangun kemampuan akademik, tetapi juga belajar mengenal lingkungan sosial, membentuk kebiasaan, mengembangkan karakter, dan menemukan berbagai minat yang mungkin belum terlihat sebelumnya.
Karena itu, memilih sekolah bukan hanya persoalan mencari tempat untuk belajar matematika, bahasa, atau ilmu pengetahuan. Orang tua juga perlu melihat bagaimana sekolah mengatur keseluruhan pengalaman belajar anak.
Salah satu konsep yang cukup banyak menjadi pertimbangan adalah SD Full Day School.
Konsep Full Day memberikan waktu belajar dan aktivitas sekolah yang lebih panjang dibandingkan sekolah dengan jadwal reguler. Namun, apakah waktu belajar yang lebih panjang selalu berarti anak belajar lebih banyak?
Belum tentu.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana waktu tersebut digunakan.
Jika waktu tambahan hanya dipenuhi dengan pembelajaran akademik yang padat, anak bisa saja merasa lelah. Sebaliknya, jika waktu sekolah digunakan untuk mengombinasikan pembelajaran, aktivitas pengembangan minat, pembentukan karakter, ibadah, dan kegiatan yang menyenangkan, pengalaman Full Day dapat menjadi lebih seimbang.
Salah satu kesalahpahaman mengenai sekolah Full Day adalah anggapan bahwa anak akan terus berada di dalam kelas dari pagi sampai sore.
Padahal, konsep Full Day dapat memberikan ruang bagi berbagai kegiatan.
SD Al Ma’soem menerapkan konsep pembelajaran Full Day dengan pendekatan pendidikan yang memadukan aspek akademik dan nilai-nilai pendidikan Al Ma’soem.
Materi sekolah juga menunjukkan adanya tambahan pembelajaran seperti Bahasa Arab, Program Tahfidz, Bahasa Inggris, serta pengenalan dan praktik komputer.
Artinya, pengalaman belajar anak dapat mencakup lebih dari satu bidang.
Anak memiliki karakter yang berbeda.
Ada yang senang matematika.
Ada yang tertarik pada sains.
Ada yang lebih percaya diri ketika melakukan olahraga.
Ada juga yang menikmati kegiatan seni, teknologi, atau permainan strategi.
Karena itu, sekolah dasar idealnya tidak hanya memberikan ruang bagi kemampuan akademik.
SD Al Ma’soem mendorong peserta didik menyalurkan minat dan bakat melalui program ekstrakurikuler, Program Days, serta berbagai kejuaraan dan lomba.
Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai aktivitas.
Usia SD merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan.
Anak mulai belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kejujuran, dan kemandirian.
Konsep pendidikan SD Al Ma’soem sendiri menggunakan nilai Cageur, Bageur, Pinter.
Cageur dikaitkan dengan takwa, disiplin, dan ketangguhan.
Bageur berkaitan dengan akhlak, kejujuran, dan kebermanfaatan.
Sementara Pinter berkaitan dengan kecerdasan, kemampuan beradaptasi, dan kemandirian.
Nilai tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya dilihat dari kemampuan akademik.
Sekolah Full Day perlu memiliki aktivitas yang beragam agar anak tidak merasa bahwa seluruh waktunya hanya digunakan untuk pelajaran.
Di SD Al Ma’soem terdapat berbagai pilihan ekstrakurikuler, antara lain Tahfidz, English Club, Math Club, Sains Club, Futsal, Taekwondo, Catur, Hockey, Basket, Panahan, Robotik, Bola Voli, dan Paduan Suara.
Keberagaman tersebut memberikan kesempatan bagi anak untuk mengenali potensi.
Misalnya, anak yang kurang tertarik pada olahraga mungkin menemukan kesenangan melalui Catur atau Robotik.
Sebaliknya, anak yang lebih aktif secara fisik dapat tertarik pada Taekwondo, Basket, Hockey, atau Panahan.
Tidak semua bakat anak langsung terlihat.
Ada anak yang baru menunjukkan kemampuan setelah mencoba suatu kegiatan beberapa kali.
Misalnya, seorang anak mungkin awalnya mengikuti kegiatan sains hanya karena ingin mencoba. Setelah beberapa bulan, ia ternyata memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mampu mengikuti kompetisi.
Hal seperti ini menunjukkan pentingnya kesempatan mencoba.
Sekolah dapat menjadi tempat eksplorasi bagi anak sebelum mereka menentukan bidang yang benar-benar diminati.
Lingkungan sekolah juga memiliki pengaruh terhadap pengalaman belajar.
SD Al Ma’soem mencantumkan sejumlah fasilitas seperti laboratorium komputer, lapangan mini soccer sintetis, lapangan basket, panggung kreasi, perpustakaan, reading corner, Mini Zoo, klinik kesehatan, kantin, dan kolam renang.
Fasilitas tersebut memberikan variasi lingkungan belajar.
Anak dapat belajar di kelas, membaca, melakukan aktivitas fisik, berkegiatan kreatif, hingga melakukan pengamatan terhadap lingkungan.
Full Day bukan berarti semakin banyak aktivitas selalu semakin baik.
Anak tetap membutuhkan waktu istirahat.
Orang tua juga perlu memastikan anak mendapatkan tidur yang cukup, pola makan yang baik, serta waktu bersama keluarga.
Sekolah dan keluarga sebaiknya bekerja sama agar aktivitas anak tetap seimbang.
Dengan pengaturan yang baik, Full Day dapat menjadi lingkungan yang mendukung pembelajaran sekaligus pengembangan karakter.
Sebelum memilih, orang tua dapat mempertimbangkan beberapa hal.
Pertama, bagaimana sekolah menggunakan waktu belajar.
Kedua, apakah terdapat kegiatan pengembangan minat.
Ketiga, bagaimana sekolah membangun karakter.
Keempat, apakah fasilitas mendukung kebutuhan anak.
Kelima, bagaimana komunikasi antara sekolah dan orang tua.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut lebih penting daripada sekadar melihat apakah sekolah menggunakan sistem Full Day atau bukan.
SD Full Day dapat menjadi pilihan menarik jika waktu belajar yang lebih panjang digunakan secara seimbang.
Anak tidak hanya membutuhkan pembelajaran akademik, tetapi juga kesempatan mengembangkan minat, karakter, kemampuan sosial, kreativitas, dan kemandirian.
SD Al Ma’soem menggabungkan konsep Full Day dengan pembelajaran akademik, pendidikan nilai, program Tahfidz, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, praktik komputer, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Dengan pendekatan tersebut, Full Day dapat menjadi lebih dari sekadar penambahan jam sekolah.
Yang paling penting adalah kualitas pengalaman yang diperoleh anak selama berada di sekolah.
Pada akhirnya, sekolah yang baik adalah sekolah yang membantu anak berkembang secara menyeluruh sesuai tahap usianya.