Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Memilih sekolah dasar bukan hanya tentang mencari tempat bagi anak untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar setiap hari, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana waktu anak selama berada di sekolah dapat dimanfaatkan untuk membangun kemampuan akademik, karakter, kemandirian, serta minat dan bakatnya. Salah satu konsep yang banyak menjadi perhatian orang tua adalah full day school, yaitu pola pendidikan dengan waktu kegiatan sekolah yang lebih panjang dibandingkan sekolah dengan jadwal reguler. SD Al Ma’soem Bandung menjadi salah satu sekolah yang menerapkan konsep tersebut dengan memadukan pembelajaran akademik, pendidikan karakter, nilai keislaman, serta berbagai kegiatan pengembangan potensi peserta didik. Dalam brosurnya, SD Al Ma’soem menjelaskan bahwa konsep pembelajaran Full Day dipadukan dengan kurikulum DIKNAS dan kurikulum Al Ma’soem untuk menciptakan pendidikan yang dianggap lebih menyeluruh bagi peserta didik.
Istilah full day school terkadang dipahami secara sederhana sebagai sekolah dengan waktu belajar yang lebih panjang, padahal penerapannya tidak hanya berkaitan dengan durasi berada di lingkungan sekolah. Waktu tambahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam sehingga anak tidak hanya memperoleh materi pelajaran utama, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan lain sesuai dengan tahap pertumbuhannya. Pada usia sekolah dasar, pengalaman seperti membaca, berkomunikasi, bekerja sama, berolahraga, berkreasi, dan mengenal teknologi dapat menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan belajar anak.
Di SD Al Ma’soem, konsep Full Day dipadukan dengan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan umum. Brosur sekolah menyebutkan adanya tambahan mata pelajaran yang diarahkan untuk meningkatkan IMTAK dan IPTEK, seperti Bahasa Arab, Program Tahfidz, Bahasa Inggris, serta pengenalan dan praktik komputer. Pola tersebut menunjukkan bahwa waktu pendidikan anak digunakan untuk mengembangkan beberapa kemampuan sekaligus, mulai dari aspek keagamaan, bahasa, teknologi, hingga kemampuan akademik yang diperoleh melalui kurikulum nasional.
Salah satu kelebihan dari waktu belajar yang lebih panjang adalah adanya ruang untuk memberikan pengalaman pendidikan yang lebih beragam. Anak tidak harus terus-menerus duduk di kelas untuk belajar karena kegiatan pendidikan dapat dikembangkan melalui aktivitas lain yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. SD Al Ma’soem sendiri mencantumkan berbagai program yang mendukung pengembangan minat dan bakat siswa, termasuk program ekstrakurikuler, Program Days, serta kesempatan mengikuti kejuaraan dan lomba di luar sekolah.
Beberapa kemampuan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan sekolah antara lain:
Dengan variasi tersebut, kegiatan full day dapat menjadi lebih bermakna karena anak tidak hanya menghabiskan waktu lebih lama di sekolah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba berbagai aktivitas. Hal ini penting karena setiap anak mempunyai potensi yang berbeda. Ada anak yang lebih menonjol dalam bidang akademik, sementara anak lainnya mungkin memiliki kemampuan olahraga, bahasa, seni, teknologi, atau bidang tertentu yang baru terlihat setelah mendapatkan kesempatan untuk mencoba.
Kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi salah satu cara untuk membuat sistem pendidikan full day lebih variatif. Berdasarkan brosur SD Al Ma’soem, pilihan ekstrakurikuler yang tersedia mencakup Tahfidz, English Club, Math Club, Sains Club, Futsal, Taekwondo, Catur, Hockey, Basket, dan Panahan. Pilihan yang cukup beragam tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenali bidang yang mereka sukai sejak usia sekolah dasar.
Kegiatan seperti Math Club dan Sains Club dapat menjadi ruang bagi anak yang mempunyai ketertarikan pada bidang akademik, sedangkan English Club dapat membantu anak mendapatkan pengalaman menggunakan bahasa dalam kegiatan yang lebih aplikatif. Di sisi lain, olahraga seperti futsal, basket, hockey, taekwondo, dan panahan dapat membantu anak mengenal aktivitas fisik sekaligus membangun kedisiplinan dan sportivitas. Bahkan kegiatan catur dapat menjadi alternatif bagi anak yang menyukai permainan strategi dan membutuhkan konsentrasi.
Keberagaman kegiatan tersebut juga dapat membantu anak belajar bahwa prestasi tidak hanya berkaitan dengan nilai ujian. Seorang anak dapat merasa percaya diri ketika berhasil mengembangkan kemampuan di bidang yang memang menjadi minatnya. Karena itu, kegiatan ekstrakurikuler bukan sekadar aktivitas tambahan setelah pelajaran selesai, melainkan dapat menjadi bagian dari pengalaman pendidikan yang membantu anak mengenali kelebihan dirinya.
Penerapan full day juga membutuhkan lingkungan sekolah yang dapat mendukung aktivitas peserta didik selama berada di sekolah. Dalam brosurnya, SD Al Ma’soem mencantumkan sejumlah fasilitas seperti laboratorium komputer, lapangan mini soccer sintetis, lapangan bola basket, panggung kreasi, perpustakaan, reading corner, mini zoo, klinik kesehatan, kantin representatif, dan kolam renang.
Keberadaan fasilitas yang beragam dapat memberikan ruang bagi anak untuk memperoleh pengalaman belajar yang tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Perpustakaan dan reading corner misalnya, dapat mendukung kebiasaan membaca, sedangkan laboratorium komputer dapat menjadi sarana pengenalan teknologi. Lapangan olahraga dapat dimanfaatkan untuk aktivitas fisik, sementara panggung kreasi memberikan ruang bagi anak untuk menunjukkan kemampuan dan keberanian tampil di depan orang lain.
Bagi anak sekolah dasar, lingkungan seperti ini dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar sehari-hari. Anak dapat belajar menjaga fasilitas, mengikuti aturan penggunaan ruang, bekerja sama dengan teman, serta bertanggung jawab terhadap aktivitas yang dilakukan. Dengan demikian, fasilitas sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga dapat mendukung proses pembentukan kebiasaan dan karakter anak.
Full day school juga perlu memperhatikan aspek karakter karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pendidikan. SD Al Ma’soem mencantumkan tujuan untuk membentuk generasi yang takwa, disiplin, tangguh, berakhlak, jujur, bermanfaat, cerdas, adaptif, dan mandiri. Nilai tersebut kemudian diperkuat melalui visi dan misi sekolah yang mencakup keimanan, ketakwaan, akhlakul karimah, kedisiplinan, budaya positif, ilmu pengetahuan, teknologi, literasi, numerasi, kepedulian sosial, cinta lingkungan, serta gotong royong.
Nilai karakter akan lebih mudah dikenalkan melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Anak dapat belajar disiplin melalui ketepatan waktu, belajar bertanggung jawab terhadap tugas, belajar bekerja sama ketika melakukan aktivitas kelompok, serta belajar menghargai teman ketika mengikuti permainan atau kompetisi. Proses tersebut tidak selalu harus dilakukan melalui teori karena karakter justru dapat berkembang melalui kebiasaan yang dilakukan berulang kali dalam kehidupan sekolah.
Bagi orang tua, memilih sekolah dengan sistem full day berarti perlu melihat lebih jauh daripada sekadar jumlah jam belajar. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana sekolah mengisi waktu anak, apakah kegiatan akademik dan nonakademik berjalan seimbang, bagaimana pendidikan karakter diterapkan, serta apakah lingkungan sekolah mampu membuat anak tetap nyaman dan aktif selama mengikuti kegiatan. Dalam konteks SD Al Ma’soem, konsep Full Day ditempatkan bersama kurikulum nasional, kurikulum Al Ma’soem, penguatan IMTAK dan IPTEK, serta pengembangan minat dan bakat siswa.
Konsep tersebut dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang menginginkan pola pendidikan dasar dengan aktivitas yang lebih terstruktur sepanjang hari. Anak mendapatkan kesempatan mengikuti pembelajaran akademik sekaligus mencoba kegiatan keagamaan, bahasa, teknologi, olahraga, dan berbagai aktivitas pengembangan diri. Dengan pengelolaan waktu yang tepat, full day school tidak harus dipandang sebagai kegiatan belajar yang lebih panjang semata, tetapi sebagai kesempatan untuk memberikan pengalaman pendidikan yang lebih beragam kepada anak selama berada di lingkungan sekolah.