Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Pendidikan anak di sekolah dasar tidak hanya menjadi tanggung jawab guru. Orang tua juga memiliki peran penting karena sebagian besar perkembangan kebiasaan dan karakter anak berlangsung melalui interaksi antara lingkungan sekolah dan lingkungan rumah. Ketika kedua lingkungan tersebut dapat saling mendukung, anak akan memiliki pengalaman yang lebih konsisten dalam menjalani proses pendidikan.
Hal ini menjadi semakin penting ketika anak mengikuti aktivitas sekolah dengan berbagai bentuk pembelajaran. SD Al Ma’soem Bandung mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga karakter, kedisiplinan, kemandirian, kemampuan beradaptasi, serta pengembangan minat dan bakat. Materi sekolah juga menyebutkan bahwa pendidikan diarahkan untuk membentuk generasi yang takwa, disiplin, tangguh, berakhlak, jujur, bermanfaat, cerdas, adaptif, dan mandiri.
Dengan cakupan pendidikan yang cukup luas tersebut, komunikasi antara orang tua dan sekolah dapat menjadi salah satu bagian yang membantu orang tua memahami proses perkembangan anak secara lebih menyeluruh.
Sebelum memilih sekolah dasar, orang tua biasanya mempertimbangkan kurikulum, biaya, fasilitas, lokasi, hingga kegiatan yang tersedia. Namun, ada satu hal lain yang tidak kalah penting, yaitu memahami budaya sekolah. Setiap sekolah dapat memiliki kebiasaan, aturan, pendekatan pembelajaran, dan nilai yang berbeda.
SD Al Ma’soem memiliki visi untuk melahirkan generasi “Cageur, Bageur, Pinter”. Misinya mencakup pendidikan yang berkualitas, pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, tata kelola yang profesional dan disiplin, serta penanaman iman, takwa, akhlakul karimah, disiplin, dan budaya positif.
Orang tua yang memahami nilai tersebut dapat lebih mudah memberikan dukungan dari rumah. Misalnya, ketika sekolah membiasakan anak untuk bertanggung jawab atau menjaga kedisiplinan, orang tua dapat menerapkan kebiasaan yang serupa dalam kehidupan sehari-hari.
Anak dapat menunjukkan perilaku yang berbeda antara di rumah dan di sekolah. Seorang anak mungkin terlihat pendiam ketika berada di rumah, tetapi cukup aktif ketika bersama teman-temannya. Sebaliknya, ada juga anak yang banyak bercerita kepada orang tua tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi di lingkungan sekolah.
Karena itu, informasi dari guru dan orang tua dapat saling melengkapi. Guru dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas anak di sekolah, sedangkan orang tua dapat menjelaskan kebiasaan atau kondisi anak di rumah. Informasi tersebut dapat membantu kedua pihak memahami anak secara lebih utuh.
Komunikasi tidak harus selalu dilakukan ketika muncul masalah. Memberikan informasi mengenai perkembangan positif anak juga penting. Ketika orang tua mengetahui bahwa anak mulai berani tampil, lebih mandiri, atau mulai tertarik pada bidang tertentu, dukungan dari rumah dapat diberikan dengan lebih tepat.
SD Al Ma’soem menggunakan konsep Full Day School. Dalam pola tersebut, anak menghabiskan waktu yang cukup panjang di lingkungan sekolah sehingga aktivitas yang dijalani juga menjadi bagian besar dari rutinitas hariannya.
Kondisi tersebut membuat orang tua perlu memahami bagaimana anak menjalani aktivitas selama berada di sekolah. Bukan untuk mengawasi setiap kegiatan secara berlebihan, tetapi agar orang tua dapat menyesuaikan rutinitas di rumah.
Misalnya, apabila anak menjalani berbagai aktivitas sekolah dalam satu hari, orang tua dapat membantu memastikan waktu istirahat tetap cukup. Jika anak sedang memiliki kegiatan yang membutuhkan latihan, orang tua juga dapat membantu mengatur jadwal tanpa membuat anak merasa terlalu terbebani.
Komunikasi yang baik dapat membantu orang tua mendapatkan gambaran tersebut secara lebih jelas.
Salah satu manfaat komunikasi dengan sekolah adalah membantu orang tua mengenali potensi anak. Tidak semua minat anak terlihat dengan jelas di rumah. Ada kemampuan tertentu yang baru muncul ketika anak mendapatkan kesempatan mencoba aktivitas bersama teman atau mendapatkan pengalaman baru.
SD Al Ma’soem memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui program ekstrakurikuler, Program Days, serta berbagai kejuaraan dan kompetisi di luar sekolah.
Pilihan ekstrakurikulernya juga cukup beragam, seperti Tahfidz, English Club, Math Club, Sains Club, Futsal, Taekwondo, Catur, Hockey, Basket, Panahan, Robotik, Bola, Voli, dan Paduan Suara.
Dengan pilihan tersebut, anak dapat memiliki kesempatan mencoba bidang yang berbeda. Orang tua dapat berdiskusi dengan anak mengenai kegiatan yang paling disukai dan kemudian memperhatikan perkembangannya.
Komunikasi antara orang tua dan sekolah juga dapat membantu membangun pemahaman bahwa setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Ada anak yang lebih cepat memahami pelajaran tertentu, sementara anak lain mungkin lebih menonjol dalam kegiatan olahraga, seni, bahasa, teknologi, atau aktivitas lainnya.
Materi SD Al Ma’soem menekankan pesan bahwa semua siswa dapat menjadi juara. Pesan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa keberhasilan anak tidak hanya dilihat dari satu jenis kemampuan.
Orang tua dapat berdiskusi dengan sekolah mengenai kekuatan dan tantangan yang dimiliki anak. Dengan begitu, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa tuntutan untuk memperoleh nilai tinggi, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan potensi yang sesuai dengan karakter anak.
Masalah kecil pada anak terkadang dapat berkembang apabila tidak segera diperhatikan. Misalnya, anak mulai kehilangan minat belajar, kesulitan mengikuti aktivitas tertentu, merasa kurang nyaman dalam kelompok, atau mengalami perubahan kebiasaan.
Dalam kondisi seperti itu, komunikasi antara orang tua dan guru dapat membantu mencari gambaran mengenai penyebabnya. Orang tua dapat menyampaikan perubahan yang terlihat di rumah, sementara guru dapat menjelaskan apakah terdapat perubahan serupa di sekolah.
Dengan informasi dari dua lingkungan tersebut, orang dewasa yang mendampingi anak dapat menentukan langkah yang lebih sesuai. Hal yang penting adalah menyelesaikan masalah dengan pendekatan yang mendukung anak, bukan sekadar mencari siapa yang harus disalahkan.
Komunikasi tidak harus selalu membahas nilai. Ada banyak aspek perkembangan anak yang dapat menjadi bahan pembicaraan, terutama ketika anak masih berada di jenjang sekolah dasar.
Beberapa hal yang dapat ditanyakan orang tua antara lain:
Pertanyaan tersebut dapat membantu komunikasi menjadi lebih terarah. Orang tua juga dapat menyampaikan informasi mengenai kebiasaan anak di rumah yang mungkin perlu diketahui guru.
Anak akan lebih mudah memahami suatu kebiasaan apabila mendapatkan pesan yang konsisten. Misalnya, jika sekolah mengajarkan pentingnya disiplin, orang tua dapat membantu menerapkannya melalui rutinitas sederhana di rumah. Jika sekolah mendorong kemandirian, orang tua juga dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk menyelesaikan tanggung jawabnya sendiri.
Hal tersebut bukan berarti aturan sekolah harus diterapkan secara persis di rumah. Yang lebih penting adalah nilai dasarnya dapat dipahami dan diterapkan secara sesuai dengan kondisi keluarga.
Dalam visi dan misi SD Al Ma’soem, terdapat penekanan terhadap karakter, disiplin, budaya positif, kemandirian, literasi, numerasi, kepedulian sosial, cinta lingkungan, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi bahan yang dibicarakan orang tua agar pembiasaan di sekolah dan rumah dapat saling mendukung.
Komunikasi dengan sekolah memang penting, tetapi orang tua juga perlu memberikan ruang bagi anak untuk berkembang. Terlalu banyak tekanan atau pertanyaan setiap hari dapat membuat anak merasa bahwa sekolah hanya berkaitan dengan pencapaian.
Orang tua dapat membiasakan percakapan sederhana mengenai pengalaman anak. Tidak selalu harus bertanya tentang nilai. Pertanyaan seperti kegiatan apa yang paling disukai hari ini, siapa teman yang diajak bermain, atau hal baru apa yang dipelajari dapat membuat anak lebih nyaman bercerita.
Dari percakapan tersebut, orang tua dapat mengetahui pengalaman anak tanpa membuatnya merasa sedang diperiksa. Jika ada sesuatu yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, barulah komunikasi dengan pihak sekolah dapat dilakukan.
Sekolah dan keluarga memiliki lingkungan yang berbeda, tetapi keduanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu membantu anak berkembang sesuai tahapannya. Sekolah memberikan pengalaman belajar, interaksi sosial, kegiatan akademik dan nonakademik, sedangkan keluarga menjadi lingkungan yang memberikan dukungan secara berkelanjutan.
Di SD Al Ma’soem, pendekatan pendidikan mencakup pembelajaran akademik sekaligus pengembangan karakter, minat, bakat, teknologi, bahasa, dan berbagai kegiatan lainnya. Fasilitas yang tersedia juga mendukung pengalaman belajar yang beragam, seperti laboratorium komputer, perpustakaan, reading corner, lapangan olahraga, panggung kreatif, mini zoo, klinik, kantin, dan kolam renang.
Dengan cakupan aktivitas tersebut, komunikasi antara orang tua dan sekolah dapat membantu memastikan bahwa pengalaman anak selama berada di sekolah tetap dipahami dan didukung ketika berada di rumah. Bagi orang tua yang sedang mempertimbangkan SD Al Ma’soem Bandung, aspek komunikasi ini dapat menjadi salah satu hal yang ditanyakan ketika melakukan survei sekolah, selain kurikulum, fasilitas, kegiatan, jadwal, serta proses penerimaan siswa.