Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Memasuki jenjang SMP, siswa mulai mempunyai ketertarikan yang semakin beragam. Tidak semua siswa ingin menghabiskan waktu setelah pembelajaran hanya dengan kegiatan akademik atau olahraga. Sebagian siswa justru menemukan minatnya melalui musik. Karena itu, keberadaan ekstrakurikuler musik dapat menjadi salah satu pertimbangan orang tua ketika memilih sekolah.
SMP Al Ma’soem menyediakan berbagai pilihan kegiatan pengembangan diri melalui ekstrakurikuler. Di antara pilihan yang menarik perhatian adalah kegiatan musik seperti biola dan gitar. Kedua alat musik tersebut mempunyai karakter yang berbeda, tetapi sama-sama memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal musik secara lebih aktif.
Bagi orang tua yang sedang mempertimbangkan sekolah SMP dengan kegiatan ekstrakurikuler yang beragam, pertanyaan pentingnya bukan hanya apakah sekolah menyediakan kegiatan musik. Hal yang juga perlu diperhatikan adalah bagaimana kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar, berlatih, berkreasi, dan membangun kepercayaan diri.
Musik merupakan salah satu bentuk ekspresi yang dapat membantu siswa menyalurkan kreativitas. Ketika mempelajari alat musik, siswa tidak hanya belajar menghasilkan bunyi, tetapi juga mengenal ritme, melodi, tempo, dan struktur lagu.
Pada tahap awal, siswa mungkin hanya mempelajari teknik dasar. Namun, seiring latihan, mereka dapat mulai memahami hubungan antara teori dan praktik.
Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran akademik. Jika pelajaran di kelas banyak melibatkan membaca, menulis, menghitung, atau menganalisis, latihan musik memberikan kesempatan untuk belajar melalui pendengaran, koordinasi tangan, konsentrasi, dan praktik langsung.
Hal tersebut membuat ekstrakurikuler musik dapat menjadi bagian dari pengalaman pendidikan yang lebih beragam.
Biola dan gitar sama-sama merupakan alat musik berdawai, tetapi teknik memainkannya berbeda.
Pada gitar, siswa belajar mengenal senar, posisi jari, chord, petikan, dan pola ritme. Gitar dapat digunakan untuk memainkan berbagai jenis musik sehingga memberikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi.
Sementara itu, biola membutuhkan koordinasi antara tangan yang memegang alat musik dan tangan yang menggerakkan bow. Ketepatan posisi dan kontrol suara menjadi bagian dari proses latihan.
Perbedaan tersebut membuat siswa dapat memilih kegiatan sesuai ketertarikan dan kenyamanan masing-masing.
Salah satu hal yang dapat dipelajari melalui ekstrakurikuler musik adalah pentingnya latihan secara bertahap.
Siswa mungkin tidak langsung dapat memainkan sebuah lagu dengan baik. Mereka perlu mengenal teknik dasar terlebih dahulu. Setelah itu, kemampuan dapat dikembangkan melalui latihan yang konsisten.
Pengalaman tersebut dapat membantu siswa memahami bahwa perkembangan keterampilan membutuhkan proses.
Konsep ini juga relevan dengan pembelajaran akademik. Ketika siswa menemukan materi yang sulit, mereka dapat belajar menerapkan pola yang sama: memahami dasar, berlatih, mengevaluasi kesalahan, kemudian mencoba kembali.
Dengan demikian, kegiatan musik tidak hanya berkaitan dengan hasil pertunjukan, tetapi juga proses belajar.
Ketika memainkan alat musik, siswa perlu memperhatikan beberapa hal sekaligus. Mereka harus mengingat pola, mengikuti tempo, memperhatikan posisi tangan, dan mendengarkan suara yang dihasilkan.
Kondisi tersebut membutuhkan konsentrasi.
Bagi siswa SMP, kemampuan berkonsentrasi merupakan bagian penting dalam menjalani kegiatan akademik maupun nonakademik. Tentu saja, ekstrakurikuler musik bukan satu-satunya cara untuk membangun konsentrasi, tetapi latihan yang teratur dapat menjadi salah satu pengalaman yang mendukungnya.
Salah satu pengalaman menarik dalam kegiatan musik adalah kesempatan tampil di hadapan orang lain.
Tidak semua siswa langsung percaya diri ketika harus memainkan alat musik di depan teman. Ada yang merasa gugup atau takut melakukan kesalahan.
Namun, melalui pengalaman bertahap, siswa dapat belajar mengatasi rasa gugup tersebut.
Ketika akhirnya mampu memainkan sebuah lagu atau tampil bersama kelompok, siswa memperoleh pengalaman bahwa usaha yang dilakukan sebelumnya menghasilkan perkembangan yang dapat dilihat.
Kepercayaan diri seperti ini bukan berarti siswa harus selalu tampil di depan banyak orang. Pengalaman sederhana seperti berani memainkan alat musik di depan teman atau mengikuti latihan kelompok pun dapat menjadi proses perkembangan diri.
Kegiatan musik juga tidak selalu dilakukan secara individu.
Jika siswa bermain dalam kelompok, mereka perlu memperhatikan permainan anggota lainnya. Tempo yang tidak sesuai dapat memengaruhi keseluruhan penampilan.
Karena itu, siswa belajar mendengarkan, menyesuaikan diri, dan memahami peran masing-masing.
Pengalaman tersebut mempunyai hubungan dengan kemampuan kerja sama. Dalam kelompok musik, siswa tidak dapat hanya fokus pada dirinya sendiri. Mereka perlu mempertimbangkan keseluruhan permainan.
Hal ini dapat menjadi pengalaman sosial yang bermanfaat bagi siswa SMP.
SMP Al Ma’soem memiliki konsep pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik. Sekolah menyediakan kegiatan ekstrakurikuler yang variatif dan siswa diwajibkan memilih minimal satu kegiatan.
Pilihan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan minat di luar pelajaran utama.
Selain kegiatan ekstrakurikuler, lingkungan sekolah juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti ruang multimedia, Reading Corner, studio mini dan podcast, sarana olahraga, laboratorium, serta fasilitas lainnya.
Keberagaman fasilitas tersebut memberikan gambaran bahwa pengalaman belajar siswa dapat berlangsung melalui berbagai media dan aktivitas.
Tidak.
Tujuan utama ekstrakurikuler adalah memberikan ruang pengembangan minat. Siswa yang belum mempunyai kemampuan musik tetap dapat memulai dari dasar apabila kegiatan tersebut sesuai dengan ketertarikannya.
Orang tua sebaiknya tidak menjadikan kemampuan memainkan alat musik sebagai ukuran utama keberhasilan anak.
Hal yang lebih penting adalah apakah anak menikmati proses belajar, bersedia berlatih, mampu mengikuti aturan, dan mendapatkan pengalaman positif dari kegiatan tersebut.
Jika dalam prosesnya anak berkembang menjadi lebih percaya diri atau menemukan minat baru, hal tersebut dapat menjadi nilai tambah.
Orang tua dapat berdiskusi dengan anak sebelum memilih ekstrakurikuler.
Tanyakan apakah anak lebih tertarik pada alat musik, olahraga, teknologi, organisasi, atau bidang lainnya. Setelah itu, pertimbangkan jadwal kegiatan agar tetap seimbang dengan pembelajaran akademik dan waktu istirahat.
Jika anak memilih gitar atau biola, dukungan orang tua dapat diberikan melalui apresiasi terhadap proses latihan. Tidak perlu selalu menuntut hasil cepat.
Anak yang merasa proses belajarnya dihargai biasanya mempunyai ruang lebih baik untuk menikmati kegiatan tersebut.
Ekstrakurikuler biola dan gitar dapat menjadi pilihan menarik bagi siswa SMP yang mempunyai ketertarikan terhadap musik. Selain mengenal teknik bermain alat musik, siswa dapat memperoleh pengalaman mengenai konsentrasi, konsistensi, kreativitas, kerja sama, dan kepercayaan diri.
Di SMP Al Ma’soem, kegiatan ekstrakurikuler menjadi bagian dari pengembangan minat siswa. Pilihan kegiatan yang beragam memberikan kesempatan bagi siswa untuk menemukan bidang yang paling sesuai dengan dirinya.
Pada akhirnya, nilai sebuah ekstrakurikuler tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat siswa mampu memainkan alat musik. Proses belajar, keberanian mencoba, konsistensi berlatih, dan pengalaman bekerja bersama orang lain juga menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan.
Bagi orang tua, ekstrakurikuler musik dapat dipertimbangkan sebagai salah satu cara memberikan pengalaman pendidikan yang lebih seimbang antara kemampuan akademik dan pengembangan kreativitas siswa.