Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Adaptasi di lingkungan baru adalah salah satu cara yang sudah turun menurun dilakukan oleh umat manusia. Ini juga berlaku kepada anak yang memutuskan untuk ‘mondok’ atau tinggal di lingkungan pesantren. Tentunya keputusan ini dibutuhkan dukungan yang kuat baik oleh orang tua maupun wali santri. Siswa santri ini nantinya akan tinggal di asrama dalam kurun waktu tertentu, menghiasi hari-hari dengan berbagai kegiatan produktif bersama wali santri.
Wali santri bertindak sebagai pendamping bagi siswa santri, memberikan arahan sekaligus semangat agar bisa untuk betah tinggal di asrama. Umumnya wali santri telah menyediakan jadwal kegiatan yang mesti diikuti santri, apa saja yang bisa dilakukan di asrama, larangan yang telah diatur, dan lain sebagainya.
Seperti di Pesantren Siswa Al Ma’soem (PSAM), terdapat jadwal efektif harian yang wajib diikuti oleh setiap santri mulai dari bangun pagi untuk sholat shubuh berjama’ah hingga jam tidur. Pagi hari mereka akan beraktivitas di sekolah SMP atau SMA Al Ma’soem hingga sore hari melaksanakan sholat ashar berjama’ah. Kemudian menjelang adzan magrib hingga mencapai jam tidur, terdapat agenda pesantren di asrama. Biasanya aktivitas pesantren di waktu tersebut diisi dengan materi keagamaan, seperti belajar kurikulum khas PSAM, mempelajari kitab kuning, belajar Tahsin atau Tahfidz dan lain sebagainya.
Walaupun terkesan padat kegiatan harian mereka, di Pesantren Siswa Al Ma’soem sendiri tetaplah dinamis dan sangat supportive bagi siswa santri yang gaya hidupnya teratur. Setiap santri memiliki kesempatan yang sama untuk memilih kegiatan yang bermanfaat maupun yang sesuai dengan potensi diri, diluar kegiatan akademis. Hal ini bisa menjadi dua sisi mata pisau, di satu sisi siswa santri yang pandai mengatur waktu bisa terfasilitasi dengan baik, sedangkan di sisi lain siswa santri bisa kewalahan dan tertinggal dengan rekan-rekannya.
Selain itu salah satu bentuk optimalisasi waktu yang diterapkan di PSAM adalah pilihan kegiatan diluar kegiatan akademik. Contohnya seperti kegiatan olah raga fisik seperti futsal, bola basket, bola voli, bulu tangkis, renang dan atletik. Selanjutnya kegiatan olah seni seperti paduan suara, kaligrafi, teater, nasyid, qasidah, animasi dan kursus pembuatan film. Ada pula pilihan keterampilan pikir seperti kelompok studi Islam (KSI), pelatihan dakwah, keorganisasian dewan santri dan lainnya. Dan yang terakhir adalah rekreasi dan aktivitas lain seperti ziarah dan rikhlah, musabaqoh dalam rangka hari besar Islam dan lain sebagainya.
Sebagai bentuk apresiasi dari kegiatan harian di asrama, di asrama pesantren terdapat agenda AMB (Al Ma’soem Mencari Bakat). Kegiatan ini akan menampilkan bakat dan potensi santri, baik di bidang agama, seni dan yang lainnya. Ini bisa menjadi ajang aktualisasi diri setelah seminggu beraktivitas. Konsep kegiatan AMB dibuat seperti acara Pencarian Bakat di televisi, dimana terdapat juri yang menilai dan MC yang sekaligus sebagai komentator setiap penampilan.
Semua ini tidak terlepas dari tanggung jawab dari wali santri di asrama. Segala hal yang terkait dengan kemajuan siswa dan tingkat fokus telah diperhitungkan oleh wali santri. Mereka akan memantau bagaimana waktu efektif produktif para siswa santri, karena dalam sehari pasti ada waktu yang produktif dan waktu non-produktif.
Pada intinya, siswa santri di Pesantren Siswa Al Ma’soem memiliki keleluasaan dalam membagi waktu yang efektif diluar jadwal di asrama. Tentu ini bisa memberikan manfaat bagi santri yang bisa mengatur waktu dengan baik. Bagi siswa santri yang masih membutuhkan adaptasi, tidak perlu khawatir karena wali santri akan siap memantau perkembangan santri.
Penulis: Gumilar Ganda