Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Setiap pesantren modern memiliki cara menyajikan makan yang berbeda beda. Ada yang menggunakan sistem makan catering, makan bersama seperti ngaliwet, dan ada juga sebuah pesantren yang menggunakan sistem makan prasmanan sebagai konsep atau metode makan sehari hari santri selama di pondok pesantren. Makan prasmanan merupakan sebuah cara makan berbarengan dengan orang lain dalam sebuah meja panjang yang dimana makanan yang disajikan bisa diambil sebanyak yang diinginkan oleh orang yang akan memakannya. Di pondok pesantren biasanya santri diberikan sebuah peraturan khusus dalam setiap makan, selain tertib dan berdoa sebelum makan juga wajib dihabiskan. Konsep seperti ini yang berlaku di pesantren modern Al Ma’soem, yaitu konsep makan prasmanan dengan peraturan bisa ambil sebanyaknya dan makan sepuasnya asalkan bisa habis dan jangan bersisa.
Makan Prasmanan ini memiliki banyak keuntungan dan banyak sekali pelajaran yang bisa diambil oleh santri, diantaranya adalah :
Makan prasmanan dapat membuat seorang santri bisa bersyukur dengan apa yang mereka punya saat ini.
Makan prasmanan mengajarkan santri tentang berbagi. Berbagi disini bukan berbagi makanan secara langsung, tapi lebih kepada bagaimana mereka membawa makanan sesuai dengan porsi yang dikira mereka mampu untuk menghabiskannya. Karena jika tidak mereka akan mendapatkan hukuman dari pengelola pesantren. Konsep ini dapat membuat santri lebih paham arti untuk berbagi bagi santri lainnya. Karena kerakusan tidak akan mendapatkan faedah dan kekurangan akan membuat santri paham arti kelaparan.
Hampir sama dengan poin kedua, dengan makan prasmanan santri bisa memahami tentang dirinya sendiri terutama dalam porsi makanan. Santri dapat belajar mengira ngira jika dengan porsi yang sebanyak atau sekurang itu apakah mereka dapat menghabiskan atau kurang atau tidak.
Menghargai orang lain disini bukan tentang orang lain dalam artian teman teman santri lainnya, tapi lebih kepada mereka yang sudah menyiapkan catering dengan sistem prasmanan ini, dimana jika memang makanan kurang enak setidaknya bisa dihabiskan dan dibicarakan dengan baik baik, selain dapat menghargai petugas cateringnya, juga santri bisa belajar tentang menghargai para petani yang sudah menggarap semua sayur dan nasi hingga bisa ada di depan mata santri.

Konsep makan dengan sistem prasmanan ini tidak hanya berlaku di pesantren modern, tapi juga sudah diberlakukan di beberapa sekolah internasional seperti sekolah di Jepang, Korea, Cina, Amerika, dan Beberapa negara lainnya. Adapun konsep prasmanan ini dipilih karena memiliki makna tersendiri yang bisa diajarkan oleh sekolah kepada siswa dan siswinya. Konsep prasmanan ini dilakukan Al Masoem sebagai sarana untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya bersyukur dengan apa yang dimiliki.
Beberapa sekolah di Cina menggunakan konsep ini sebagai salah satu cara agar siswa bisa belajar tentang arti bersyukur kepada Tuhan yang maha Esa. Namun secara tidak langsung hal tersebut membuat kita paham bahwa terkadang beberapa orang non muslim lebih bisa memaknai arti kehidupan dibandingkan dengan umat muslim itu sendiri. Bahkan seperti dikutip dari kompasiana Di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi menggunakan konsep prasmanan karena mereka mengutip dari hadits :
“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang“
Meskipun haditsnya dhaif namun hadits tersebut memiliki banyak pembenaran, diantaranya adalah tentang arti makan sebelum lapar karena lapar dapat membuat orang menjadi tamak, sifat tamak ini yang kadang membuat orang yang lapar akan membawa makanan sebanyak banyaknya tanpa mereka berpikir bisa menghabiskannya atau tidak, kemudian berhenti sebelum kenyang juga memiliki makna yang dapat dibenarkan yaitu ketika seseorang terlalu kenyang, maka mereka akan malas melakukan berbagai macam hal, mereka malas beraktivitas dan hanya ingin rebahan yang berefek pada kesehatan tubuh.
Konsep ini berlaku juga di Pesantren Modern Al Ma’soem, karena kami sangat menjunjung tinggi nilai nilai islami. Konsep makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang diberlakukan di pesantren juga di sekolah formal. Etika makan sambil duduk dan tidak berbicara ketika makan juga menjadi salah satu pola asuh pesantren modern Al Masoem terhadap santri santrinya.
Konsep makan prasmanan ini juga diberlakukan beberapa aturan lainnya, seperti mencuci piring dan peralatan makan lainnya setelah makan dengan sistem bawa piring dan tempat minum sendiri dari rumah, berdoa bersama sebelum makan, tidak boleh makan di kamar santri, dan yang paling penting adalah makan selalu ada bagi santri kapanpun mereka merasa lapar. Karena itu untuk makan sore biasanya kami membagi menjadi 2 waktu yaitu ba’da sekolah atau ba’da magrib sebelum pelajaran di waktu isya.