Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Lokalatih merupakan kegiatan untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme guru atau ustadz dan tenaga didik lainnya. Lokalatih merupakan hal yang sangat penting apalagi di sekolah swasta. Karena sama seperti siswa, guru juga harus dididik, diberikan lagi pelatihan agar standar sebagai pengajar dalam suatu lembaga bisa tercapai bahkan lebih bagus lagi jika guru bisa melebihi standar yang dimiliki oleh sekolah atau sebuah lembaga.
Lokalatih dilakukan secara rutin oleh setiap unit atau divisi pendidikan di Yayasan Al Masoem Bandung. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengupgrade kemampuan guru atau ustadz dalam mendidik santri binaannya.
Lokalatih pertama tahun pelajaran 2022-2023 ini dilakukan untuk Wali santri Pesantren Siswa Al Masoem, yaitu pada hari Senin (4/07) sampai (6/07). Pelaksanaan lokalatih ini dibagi menjadi beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, sesi latihan dan pengetesan dari pengetesan tahfidz, praktik tata cara mengajar, pemantapan tentang aturan sekolah pesantren, test praktik dan perumusan status ajaran baru, serta pembekalan motivasi.

Rencananya lokalatih ini juga akan dilanjutkan kepada guru TK, SD, SMP dan SMA Al Ma’soem pada 15-16 Juli 2022 nanti.
Dalam pembukaan lokalatih wali santri Al Masoem, Ketua Yayasan mengungkapkan bahwa dalam mendidik santri itu harus seperti mendidik anak sendiri. Ketika orang tua mendidik santri seperti anak sendiri, maka kesabaran dalam mendidik santri akan sangat tinggi. Adapun alasan orang tua memasukan putra putrinya ke Al Ma’soem adalah karena orang tua percaya, di Al Masoem putra putrinya dididik, mampu menjadi siswa yang berprestasi, banyak juga orang tua yang mengharapkan putra putrinya bisa berubah, dari ketergantungan gadget menjadi bisa lebih mengurangi itu.

Bukan berarti kita meringankan peraturan dan meringankan pelanggaran siswa. Tapi sebisa mungkin, jika ada santri yang melanggar kita sebagai guru dan wali santri intropeksi diri. Dimana kekurangan kita, jika santri saja bisa melanggar itu bukan salah santri, tapi pengertian dan kontroling wali santri yang kurang. Selain itu juga wali santri mesti memiliki standar yang sama. Terutama dalam mendidik siswa, kalau siswa melanggar sesuatu yang sudah tertulis di dalam tata tertib sekolah, itu sudah pasti diberikan sanksi poin, tapi ketika siswa melanggar sesuatu yang ringan seperti bahasa, attitude yang baik. Wali santri itu mesti memberikan masukan, pencerahan, didikan kepada siswa dengan bahasa yang baik yang mudah dimengerti santri dan tidak membuat santri tersinggung. Maka dari itu lokalatih ini juga secara garis besar sebagai penyetaraan wali santri dalam mendidik santri Al Masoem.

Ketua yayasan juga menambahkan Tantangan tahun ini karena siswa dan santri sudah lama di rumah, sekarang sudah tatap muka. Maka keanekaragaman karakter yang ada di rumah masing-masing santri harus menyesuaikan dengan beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan di asrama. Maka dari itu lokalatih ini sangat penting untuk dilaksanakan baik oleh guru, wali santri dan semua staf pengajar Al Masoem untuk merubah kembali zona nyaman siswa menjadi santri pada umumnya.
Lokalatih wali santri pesantren Al Masoem juga mengundang salah satu pembicara yaitu Dr. H. Komarudin Chalil, M.Ag sebagai motivator bagi wali santri. Dengan tema Motivasi Kerja dengan Penerapan Management Ikhlas menstimulasi wali santri untuk bisa berlatih dan ikhlas dalam mendidik siswa dan santri Al Masoem.
Dalam sesi tersebut, Dr. H. Komarudin Chalil, M.Ag memberikan berbagai motivasi kepada para wali santri Pesantren dalam mendidik santri. Dimana wali santri diharapkan untuk siap menghadapi perubahan dalam kegiatan mengajar, mengingat pengalaman hidup santri saat ini yang berbeda yang dirasakan santri di masa lalu. Selain itu juga teknik dalam mengajar dengan perasaan bahagia dapat menumbuhkan aura bahagia yang dirasakan oleh santri, membuat suasana belajar lebih hidup.

Wali santri juga perlu menumbuhkan keyakinan dan mindset bahwa santri Al Masoem itu harus dianggap seperti sebuah barang mewah, karena memang demikian adanya. Santri merupakan aset masa depan sebuah negara. Karena itu perlu adanya keyakinan dalam diri tenaga didik khususnya wali santri untuk bisa menghargai setiap santrinya. Karena tidak semua orang bisa menghargai hal tersebut. Yakin dan optimis pada diri sendiri sebelum yakin untuk mengajar para santri.
Dr. H. Komarudin Chalil, M.Ag juga menambahkan dalam menghadapi permasalahan dalam kegiatan mengajar itu lumrah, sebaiknya merubah mindset atas segala tantangan yang dihadapi adalah cara Allah untuk memuliakan wali santri di kemudian hari. Menikmati hari-hari mengajar tersebut dengan penuh rasa.

Dan ikhlas adalah kunci dari segala hal yang sudah disebutkan tadi. Fokus pada apa yang bisa dilakukan saat ini, dan curahkan segala hasilnya hanya kepada Allah semata, tutupnya.