Literasi Dalam Kurikulum Merdeka
Literasi menjadi fokus utama dalam pengembangan Kurikulum Merdeka tentu saja selain keterampilan numerasi. Keterampilan Literasi merujuk pada kemampuan dan keterampilan seorang dalam membaca, menulis, menghitung dan memecahkan masalah pada keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari hari. Sedangkan Numerasi merupakan kemampuan untuk mengaplikasikan sebuah konsep bilangan dan juga keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari dan juga kemampuan untuk menginterpretasikan informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita.
Perkembangan kemampuan berbahasa merupakan hal yang sangat penting untuk ditingkatkan di berbagai tingkatan sekolah, karena kemampuan dasar seperti ini dapat mempengaruhi keberhasilan hidup seseorang. Dalam pengembangan literasi pada kurikulum merdeka ada beberapa metode pembelajaran yang bisa dilaksanakan guru untuk meningkatkan minat baca peserta didik. Diantaranya adalah :
- Membuat fasilitas Pojok Baca

Pojok baca atau Reading corner berbeda dengan perpustakaan. Jika perpustakaan sekolah merupakan fasilitas buku besar, maka reading corner atau pojok baca ini merupakan versi lite nya dari perpustakaan. Untuk lokasi pojok baca juga bisa digunakan diberbagai tempat yang cukup strategis namun tidak mengganggu fasilitas lainnya. Seperti di pojokan kelas atau di beberapa sudut ruangan lainnya. Untuk reading corner sendiri anda bisa bekerjasama dengan perpustakaan untuk meminjam buku yang bisa dipajang di reading corner tersebut atau bisa juga anda bekerjasama dengan pihak sekolah terutama kepala sekolah atau staf bagian kurikulum untuk bisa membuka fasilitas reading corner demi peningkatan minat baca peserta didik.
- Memaksimalkan peran perpustakaan

Jika membuka pojok baca masih terbilang sulit, opsi lainnya adalah anda bisa memaksimalkan perpustakaan sekolah sebagai tempat untuk meningkatkan literasi peserta didik. Cara memaksimalkan perpustakaan sangat mudah dan tanpa harus membuat waktu atau jadwal khusus, cukup ketika mata pelajaran yang anda bawa anda ajak para peserta didik untuk belajar di lingkungan perpustakaan.
Dalam kurikulum merdeka ini tentu diperbolehkan, dan metode belajar seperti ini selalu disebut sebagai metode belajar outdoor atau diluar kelas. Selain dapat dijadikan bahan optimalisasi perpustakaan, dengan belajar di luar selain kelas ini juga menimbulkan variasi baru dalam proses KBM. Dan yang paling penting adalah fokus utama anda dalam pengembangan literasi peserta didik secara tidak langsung bisa tercipta.
- Memulai KBM dengan membaca selama 5- 10 menit

Baik anda sebagai wali murid dan sebagai tenaga pengajar melaksanakan KBM dan memulai KBM dengan kegiatan membaca hanya 5-10 menit saja sudah cukup untuk meningkatkan literasi peserta didik. Setelah membaca selama 5-10 menit, anda bisa memaksimalkannya dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bisa menerangkan hasil bacaan mereka itu. Bisa juga apa yang mereka baca merupakan materi yang akan anda bawakan pada KBM pertama juga, dengan seperti itu siswa akan memiliki gambaran awal KBM akan mengarah ke mana dan anda akan menerangkan materi yang sudah mereka pelajari sebelumnya.
- Membentuk komunitas baca

Komunitas baca merupakan perkumpulan orang yang memiliki hobi atau gemar membaca buku. Tentu saja buku yang dibaca bukan hanya buku pelajaran, bisa jadi juga buku seperti majalah shonen jump, light novel, novel remaja, tabloid, manga dan berbagai macam bacaan lainnya.
Dalam membentuk komunitas baca ini, guru bisa membentuk komunitas baca dengan membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Dimana setiap kelompok akan diberikan tugas tentang analisa pada satu buku yang nanti bisa didiskusikan bersama. Adapun buku yang disertakan adalah buku buku yang disukai siswa. Tidak harus buku yang berat yang membahas politik, buku yang berisi hal hal ringan bergenre slice of life juga tidak apa.
- Membuat sebuah karya tulis

Karya Tulis siswa Al Masoem yang dimuat dalam majalah Mangle
Selain membaca, literasi juga mencangkup menulis. Maka demi memaksimalkan itu guru bisa menyuruh peserta didik untuk bisa membuat sebuah karya tulis. Bisa itu dijadikan pelajaran ataupun dijadikan kompetisi di sebuah kelas. Tentu saja namanya kompetisi harus ada apresiasi dari anda sebagai seorang guru. Apresiasi yang anda berikan juga tidak perlu yang tinggi, cukup memberikan nilai tambahan atau memberikan hadiah berupa coklat kepada peserta didik yang mampu membuat sebuah karya tulis yang bagus.
Pentingnya peran guru dalam meningkatkan literasi di sekolah
Setelah membahas metode untuk meningkatkan minat baca peserta didik, ada alasan khusus kenapa guru berperan penting dalam meningkatkan literasi di sekolah. Salah satu alasannya karena guru merupakan pilar utama dalam dunia pendidikan. Peranan seorang guru itu sangat penting dalam mencerdaskan basa dan meningkatkan literasi siswa. Karena guru adalah seorang fasilitator, motivator dan juga pembimbing siswa. Tanpa peran guru literasi di sekolah tidak akan bisa berjalan dengan baik.
Dibalik itu juga peran sekolah untuk mensejahterakan guru harus mulai bisa ditingkatkan juga, alasannya simpel untuk menunjang kerja keras yang sudah dilaksanakan seorang guru dalam proses pengembangan literasi di sekolah.
Dalam pencapaian prestasi siswa pasti terdapat peran guru yang hebat. Begitu pula dengan kemampuan literasi siswa yang baik terdapat guru yang berhasil meningkatkannya dengan tepat. Banyak cara yang bisa dilakukan guru untuk membantu meningkatkan literasi siswa, misalnya guru menjadi penggerak literasi, guru menjadi teladan membaca, guru menjadi teladan menulis, dan guru melaksanakan Penilaian Tindakan Kelas (PTK).
Di Al Masoem peran guru sangat dijunjung tinggi, maka dari itu berbagai macam fasilitas yang diminta oleh guru selalu diberikan untuk menunjang proses KBM. Karena setiap guru juga diberikan fasilitas khusus dengan metode pembelajaran yang bisa mereka terapkan dalam KBM, maka tidak aneh jika literasi di Al Masoem terbilang berjalan dengan sangat baik.
Ditambah fasilitas Pojok baca, Perpustakaan referensi, Karya tulis siswa yang selalu di posting dalam sebuah majalah bulanan dan juga apresiasi sekolah yang biasa diberikan kepada siswa yang mampu mengembangkan minat dan bakatnya menjadi salah satu alasan literasi di Al Masoem berjalan sangat baik.
Kami juga menyediakan ekstrakurikuler khusus untuk meningkatkan literasi peserta didik salah satunya adalah ekstrakurikuler public speaking. Desain mading dalam informasi mading juga dipublish oleh peserta didik, baik itu diisi oleh puisi ataupun oleh berbagai karya tulis lainnya. Karena kreativitas siswa itu unik dan banyak maka Al Ma’soem selalu memberikan fasilitas untuk bisa mewadahi semua minat dan bakat siswanya. Anda tertarik?

