DSC03152

Kurikulum Pesantren Al Masoem

Pesantren Al Masoem menggunakan sistem kurikulum kurtilas yang disempurnakan dengan kurikulum khas Al Masoem yang lebih mengkedepankan pendidikan karakter

Kurikulum adalah sistem atau rencana dan pengaturan mengenai bahan pembelajran yang dipedimnani dalam aktibvitas belajar dan mengajar siswa selama disekolah maupun di pesantren. Kurikulum juga bisa disebut sebagai [perencanaan dalam proses kegiatan belajar dan mengajar, maka dari itu semua pihak yang terlibat dan berkaitan dengan fungsi kurikulum ini wajib memahaminya. Adapun pihak yang masuk ke dalam fungsi kurikulum ini adalah Kepala Sekolah, Tenaga didik baik itu guru, ustadz dan staf kepala sekolah.

Kurikulum pendidikan juga dibagi menjadi beberapa jenis, namun yang umum di Indonesia ada 2 jenis kurikulum yaitu kurikulum pendidikan umum dan pendidikan keagamaan atau pesantren. Yang berbeda,secara garis besar dalam mata pelajaran yang dimuat. Seperti kurikulum sekolah mata pelajaran yang disajikan juga mata pelajaran umum seperti, Matematika, IPA, Bahasa, IPS dan lain sebagainya sedangkan kurikulum pendidikan di pondok pesantren lebih ke mata pelajaran Fiqih, Hadist, Quran, Tauhid, Sastra arab, Tasawuf, Kitab kuning dan lain sebagainya dimana masing-masing pelajaran tersebut pondok pesantren telah menentukan kitab yang dipakai berdasarkan jenjang kelas atau kemampuan santri.

Setiap pesantren memiliki kurikulum yang berbeda beda tergantung dari jenis pesantrennya juga seperti pesantren salaf dan pesantren modern. Pada pesantren salaf secara umum menggunakan kurikulum yang memang memfokuskan santri kepada pelajaran agama secara keseluruhan sedangkan pesantren modern menggunakan sistem pengajaran pendidikan umum dengan sistem kelas dan kurikulum campuran antara kurikulum dari KEMENDIKBUD dengan kurikulum khas kepesantrenan. Ada juga kurikulum madrasah yang lebih mengacu pada pendidikan agama yang diberlakukan oleh departemen agama atau KEMENAG. Perbedaan jelas dari mata pelajaran yang berlaku jadi jangan aneh jika anda beberapa sekolah yang tidak menerima siswa pindahan atau MUTASI dari madrasah ke pesantren modern karena ada beberapa mata pelajaran yang tidak sama secara raport.

Lantas bagaimana dengan Gontor menggunakan jenis kurikulum apa? Seperti dikutip dari langit7.id  Gontor menggunakan kurikulum Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Kurikulum itu terdiri dari Ilmu pengetahuan umum 100 persen dan ilmu pengetahuan agama 100 persen. Artinya, antara ilmu agama dan ilmu umum tidak dapat dipisahkan. Semuanya ilmu Islam. Kurikulum ini hampir mirip dengan kurikulum yang berlaku di pesantren siswa Al Ma’soem yaitu kami menjadikan kurikulum pesantren dengan kemenag disatukan juga dengan kurikulum khas Al Masoem yang lebih menekankan pendidikan karakter siswa dan santrinya.

Jadi jika ada yang bertanya apa kurikulum yang berlaku di Al Masoem? Kami menggunakan sistem kurikulum KURTILAS yang disempurnakan dengan kurikulum Al Masoem untuk siswa SD dan SMP dan Kurikulum MERDEKA yang disempurnakan dengan kurikulum Al Masoem untuk jenjang SMA serta kami menggunakan kurikulum KEMENAG untuk pesantren siswa Al Masoem yaitu tingkat SMP dan SMA yang disempurnakan lagi dengan kurikulum khas Al Ma’soem yang lebih menekankan pendidikan karakter siswanya.

Jadi secara garis besar Al Masoem menggunakan sistem atau 2 kurikulum berbeda dengan tujuan yang sama yaitu membentuk generasi yang Cageur, Bageur, Pinter yang bermakna bahwa lulusan Al Masoem Harus sehat secara Jasmani dan Rohani, Bageur yaitu berakhlakul karimah dan Pinter atau Pintar dalam segi akademis dan berintelektual tinggi yang mampu bersaing dengan lulusan lainnya. Maka ketika santri lulus, mereka tidak hanya akan mendapatkan raport sekolah saja tapi ada juga raport pesantren dan juga ada sertifikat tahfidz dari pesantren yang menunjukan bahwa apa yang sudah diraih siswa selama disekolah adalah benar adanya.

Kurikulum yang berlaku di Al Masoem ini juga diikuti dengan guru guru berkualitas baik yang mampu mengajar siswa dan santrinya secara maksimal. Sehingga output yang tercipta juga akan sangat baik. 98% wali santri atau penanggung jawab santri selama di pesantren adalah lulusan dari universitas universitas islam ternama di Jawa Barat seperti Lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan ada beberapa juga yang hasil lulusan dari UNISBA.

Sistem kurikulum campuran disempurnakan ini yang berlaku di Al Masoem sudah berjalan sejak lama, yaitu dari tahun 2007 terutama di pesantren Al Masoem. Adapun bentuk kurikulum khas Al Masoem adalah pendidikan karakter siswa seperti perbaikan akhlak dengan metode percontohan dan sistem poin pelanggaran sehingga santri dididik tidak hanya dengan pelajaran agama tapi juga dicontohkan dengan baik oleh guru dan ustadz juga jika melanggar akan diberikan sanksi berupa sanksi poin pelanggaran siswa.

Maka dari itu dengan kurikulum yang berlaku seperti ini, Al Masoem tidak akan ada yang namanya pembullyan dari Senior ke Junior karena kami menggunakan wali santri sebagai pembimbing dan pembina santri, selain itu kurikulum yang berlaku di pesantren ini siswa tidak hanya pandai dalam agama dan mengerti ilmu agama tapi mereka juga dididik dan dibina agar menjadi siswa yang berkarakter unggul ditambah lagi dengan kurikulum campuran ini siswa tidak hanya akan pandai ilmu agama tapi juga ilmu umum dan memiliki keterampilan atau skill yang berguna bagi siswa itu di masa depan. Kurikulum campuran ini juga membuat santri memiliki ambisi dan motivasi yang tinggi, karena Al Masoem melalui kurikulum khas Al Masoem ini selalu menyediakan kompetisi bagi siswa dan istrinya, dan mereka yang berhasil meraih prestasi yang tinggi dan mampu berkompetisi akan diberikan beasiswa gratis SPP selama 1 sampai 6 bulan.

Pena : Mohamad Ramdan