Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Menempuh pendidikan di lembaga pendidikan unggulan menuntut keseimbangan tinggi antara prestasi akademik, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembentukan karakter religius. Tantangan ini semakin terasa nyata bagi siswa tingkat akhir yang harus menghadapi padatnya persiapan kelulusan, ujian akhir, hingga transisi menuju jenjang pendidikan selanjutnya. Namun, di tengah gelombang kesibukan tersebut, selalu ada kisah inspiratif yang membuktikan bahwa niat kuat dan manajemen waktu yang baik mampu menembus segala keterbatasan. Kisah membanggakan ini datang dari lingkungan Al Ma’soem, di mana seorang siswa kelas tingkat akhir menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap Al-Qur’an.
Bevan Sakti Endra Abiyasa, siswa kelas IX-F di SMP Al Ma’soem, baru saja menorehkan pencapaian spiritual yang gemilang. Ia sukses merampungkan hafalan Juz 30 secara tuntas di tengah padatnya jadwal persiapan kelulusan sekolah. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi hadiah manis bagi perjalanan akademiknya, tetapi juga menjadi teladan nyata bagi ratusan siswa lainnya bahwa kesibukan dunia sekolah tidak boleh menggeser prioritas terhadap nilai-nilai keagamaan.
Banyak kalangan beranggapan bahwa siswa kelas akhir di tingkat menengah harus mendedikasikan 100 persen waktunya untuk buku pelajaran, bimbingan belajar, dan persiapan ujian masuk SMA Al Ma’soem atau institusi lanjutan lainnya. Stigma ini sering kali membuat sebagian pelajar mengesampingkan program hafalan atau kegiatan keagamaan penunjang.
Namun, Bevan mematahkan anggapan tersebut melalui disiplin harian yang ketat. Sebagai bagian dari ekosistem pendidikan karakter di Al Ma’soem, setiap siswa dibiasakan untuk mengintegrasikan kegiatan akademik dengan pembiasaan ibadah harian. Program Tahfidz Al-Qur’an yang berjalan secara terstruktur di bawah pengawasan para pembimbing rohani memberikan ruang bagi siswa untuk terus menyetor hafalan, bahkan di fase-fase krusial menjelang kelulusan.
Dalam pandangan manajemen waktu, Bevan menerapkan sistem pembagian waktu yang efektif. Sesi pagi hingga siang hari dihabiskan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar formal di sekolah, sementara sore dan malam hari disisihkan khusus untuk memurojaah (mengulang) serta menyempurnakan sisa ayat di Juz 30. Dukungan penuh dari para guru pembimbing tahfidz serta lingkungan pergaulan yang positif di lingkungan Al Ma’soem menjadi katalis utama yang menjaga motivasinya tetap tinggi.
Keberhasilan Bevan menyelesaikan Juz 30 bukanlah hasil instan. Pencapaian ini merupakan buah dari pembinaan berkesinambungan yang diterapkan sejak siswa menginjakkan kaki pertama kali di institusi ini. Lingkungan Al Ma’soem dikenal luas sebagai kawasan pendidikan terpadu yang tidak hanya mengejar keunggulan kognitif melalui kurikulum nasional dan internasional, tetapi juga menanamkan fondasi akhlak mulia serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Berbagai program pendukung seperti pesantren kilat, mentoring keagamaan, hingga festival pendidikan dan ajang lomba internal turut memupuk mental kompetitif yang positif di kalangan para siswa. Ketika siswa terbiasa berkompetisi dalam kebaikan—mulai dari ajang debat ilmiah, olimpiade sains, hingga musabaqah hifdzil qur’an—suasana belajar menjadi jauh lebih dinamis dan menyenangkan.
Bagi siswa tingkat akhir seperti Bevan, tantangan terbesar adalah menjaga fokus mental dari kejenuhan ujian (burnout). Di sinilah fungsi spiritualitas berperan sebagai penenang jiwa. Menghafal dan mentadabbur ayat-ayat suci Al-Qur’an terbukti secara ilmiah mampu menurunkan tingkat stres, mempertajam daya ingat, serta meningkatkan ketahanan mental seseorang dalam menghadapi tekanan akademik.
Pencapaian Bevan Sakti Endra Abiyasa diharapkan mampu menginspirasi adik-adik tingkatnya di Al Ma’soem maupun para pelajar di luar sana. Bahwa kesuksesan sejati adalah kesuksesan yang merangkul aspek intelektual sekaligus spiritual secara bersamaan.
Menghadapi masa depan yang kompetitif, terutama bagi mereka yang bersiap melangkah ke jenjang SMA Al Ma’soem atau institusi favorit lainnya, memiliki ijazah atau sertifikat tahfidz merupakan nilai tambah yang sangat berharga. Banyak institusi pendidikan tinggi maupun dunia kerja modern saat ini yang sangat memperhitungkan karakter tangguh dan integritas moral yang bersumber dari kedekatan seseorang dengan kitab sucinya.
Melalui momentum diseminasi prestasi ini, pihak yayasan dan manajemen sekolah terus berkomitmen untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada setiap siswa yang berprestasi, baik di bidang akademik, seni, olahraga, maupun tahfidz Al-Qur’an. Semoga jejak langkah Bevan dapat memotivasi lebih banyak pelajar untuk mencetak prestasi gemilang tanpa pernah meninggalkan identitas mereka sebagai generasi Qur’ani.