Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Sebagai salah satu sekolah swasta besar di wilayah Bandung, Yayasan Al Ma’soem memiliki sebuah visi besar dalam menjadi sekolah yang berkualitas dan juga beradab. Visi tersebut berbunyi, “menjadi sekolah yang unggul dalam prestasi akademik dan non akademik dengan komitmen pada penerapan akhlakul karimah dan kedisiplinan.” Untuk mencapai hal tersebut, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, salah satunya degan melaksanakan konsep mastery learning dalam pembelajaran. Apa itu konsep mastery learning?
Menurut Kajian Pustaka, konsep mastery learning atau belajar tuntas adalah suatu pendekatan sistem pengajaran yang mempersyaratkan siswa menguasai secara tuntas setiap unit bahan pelajaran baik secara perseorangan maupun kelompok, dibuktikan dengan ketuntasan hasil belajar siswa dengan menggunakan berbagai macam metode-metode yang diterapkan.
Sejarah mastery learning diawali dari John B. Caroll (1963) dan Benjamin Bloom (1971) yang mengembangkan suatu sistem pembelajaran baru. Konsep baru ini memungkinkan semua siswa dapat mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Model ini dapat mengurai berbagai faktor pokok yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa, seperti bakat dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tingkat pencapaian.
Terdapat 5 tahap dari mastery learning, yaitu orientasi (orientation), penyajian (presentation), latihan terstruktur (structured practice), latihan terbimbing (guided practice) dan latihan mandiri (independent practice). Menurut Nasution (2011), tujuan dari proses belajar mengajar secara ideal adalah agar bahan yang dipelajari dikuasai sepenuhnya oleh peserta didik.
Lalu apa yang membedakan konsep mastery learning dengan konsep pembelajaran lainnya? Menurut Suryosubroto (1997), beberapa ciri model pembelajaran dengan prinsip mastery learning adalah sebagai berikut:
Salah satu keunggulan dari penerapan konsep mastery learning yaitu penggunaan waktu yang sesuai dengan kebutuhan setiap peserta. Konsep dari mastery learning ini sejalan dengan ilmu psikologi modern yang sangat menghargai perbedaan kecepatan penyerapan masing-masing peserta didik dalam belajar.
Efisiensi belajar siswa dapat meningkat bila dibandingkan dengan penggunaan konsep pembelajaran lainnya. Ini dikarenakan masing-masing siswa memiliki kontrol yang lebih untuk mengontrol jam belajarnya. Ini membuat bagi siswa yang lambat memiliki kesempatan untuk bisa menyesuaikan diri untuk belajar secara mandiri sama dengan siswa yang mempunyai kemampuan lebih tinggi.
Selain itu para siswa akan memiliki sikap positif dan rasa keingintahuan yang besar terhadap suatu materi subjek yang dipelajarinya. Sikap positif yang bisa dirasakan diantaranya muncul rasa percaya diri yang tinggi, kemauan belajar secara kooperatif, dan sikap yang positif terhadap pembelajaran dengan memberikan perhatian yang besar.
Salah satu yang khas dari sekolah di Al Ma’soem adalah adanya pembinaan bagi siswa yang ingin mengikuti lomba. Jadi wali kelas akan memberikan kesempatan bagi siswanya untuk mengikuti persiapan menghadapi lomba dengan melakukan pembinaan di jam sekolah. Hal ini terbukti efektif untuk memancing prestasi siswa yang sekaligus prestasi Al Ma’soem pula. Setiap acara diseminasi 2 pekan sekali selalu ada sesi penyebutan prestasi siswa sekaligus penyerahan piagam dan sertifikat secara simbolis.
Penulis: Gumilar Ganda