Hybrid learning adalah pembelajaran yang menggabungkan berbagai pendekatan dalam pembelajaran yakni pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online. Pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar baru ditengah pandemi, karena selain dapat membuat siswa kembali sekolah seperti sedia kala, hybrid learning juga dapat membuat siswa tidak akan merasa bosan, karena dengan konsep pembelajaran seperti ini siswa akan bergantian untuk sekolah tatap muka dan sekolah online.
Dalam metode pembelajaran Hybrid learning ada beberapa hal yang harus diperhatikan terutama bagi sekolah selaku penyelenggara proses kegiatan belajar mengajar, diantaranya seperti kapasitas sekolah atau siswa yang masuk hanya 50% dari kapasitas kelas/kapasitas sekolah, waktu pembelajaran sekolah yang dikurangi dan juga tidak ada waktu istirahat bagi siswa jadi ketika siswa mendapatkan jadwal untuk sekolah tatap muka terbatas dengan metode pembelajaran ini, siswa masuk sekolah dan ketika mata pelajaran selesai siswa dianjurkan langsung pulang ke rumah.
Selain Hybrid Learning ada satu istilah lain juga yaitu Blended Learning, Hybrid learning merupakan pembelajaran gabungan sedangkan blended learning adalah satu sistem yang terpadu dan menjadi salah satu bagian dari terciptanya hybrid learning. Jadi dapat disimpulkan perbedaan antara Hybrid Learning dengan Blended Learning adalah elemen dalam interaksi sosial metode pembelajaran itu sendiri.
Seperti dalam pelaksanaan Hybrid Learning, bagian dari pengelompokan kelas dari kelas online dan offline yang dilaksanakan oleh guru atau sekolah, sistem manajemen kelas offline dan online, tugas yang menggunakan aplikasi google form atau interaksi dengan siswa yang mengikuti pembelajaran Hybrid adalah Blended Learning.
Ada beberapa alasan kenapa Hybrid Learning sangat harus atau wajib dilaksanakan salah satu alasannya adalah karena sekolah tatap muka itu penting terutama bagi keberhasilan siswa itu sendiri sedangkan bagi guru dan sekolah, sekolah tatap muka juga menjadi harapan karena kejenuhan guru dalam pembelajaran online.
Pentingnya Sekolah Tatap Muka Bagi Siswa

Sekolah tatap muka sangat penting dilaksanakan oleh setiap sekolah dan itu menjadi sebuah keharusan yang harus bisa terealisasikan, mengingat sudah satu tahun lebih semua tempat belajar mengajar siswa harus vakum secara fisik, meskipun pada akhirnya setiap sekolah mengadakan pembelajaran daring, tapi pembelajaran daring tidak akan bisa memberikan edukasi yang efektif, karena bagaimanapun, pendidikan karakter tidak akan pernah tercipta dari pembelajaran daring kecuali jika itu adalah atas komitmen dari siswa itu sendiri.
Dengan adanya Hybrid Learning diharapkan pendidikan karakter dan edukasi yang tidak bisa terealisasikan dari pembelajaran daring bisa terminimalisir bahkan bisa hilang. Selain itu juga Hybrid Learning bisa menjadi salah satu metode pembelajaran yang bisa menghilangkan rasa jenuh siswa dengan pembelajaran online, terlebih dari itu juga Hybrid Learning ini juga bisa menjadi alasan bagi siswa yang rindu akan lingkungan sekolah.
Pro dan Kontra Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka Hybrid
Pro dan Kontra dalam melaksanakan sekolah tatap muka dengan metode pembelajaran Hybrid memang banyak terjadi, terutama pro dan kontra dari pihak orang tua siswa yang masih tidak ingin putra putrinya untuk sekolah tatap muka apa lagi ditengah pandemi yang masih berlangsung. Tapi diluar itu banyak orang tua yang ingin putra putrinya untuk sekolah tatap muka karena rasa jenuh dalam pembelajaran daring tidak hanya terasa oleh siswa akan tetapi juga oleh orang tua siswa yang tidak hanya menjadi orang tua tapi juga jadi pembimbing putra putrinya selama pembelajaran berlangsung.
Sebelum melaksanakan Hybrid Learning ada baiknya setiap sekolah untuk menganalisa berbagai macam kemungkinan yang mungkin bisa menjadi faktor dan alasan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara Hybrid. Kemungkinan kemungkinan tersebut diantaranya adalah :
- Kesiapan Sekolah Ketika ada Siswa yang Terpapar
Kemungkinan ada siswa yang terpapar baik dalam perjalanan menuju sekolah atau ketika sudah berada di sekolah adalah kemungkinan yang bisa saja terjadi, bukan tidak mungkin jika ketika dalam perjalanan menuju sekolah siswa terpapar ketika harus terpaksa menggunakan angkutan umum. Kesiapan sekolah ketika siswa terpapar harus menjadi faktor utama yang harus dipikirkan sekolah sebelum melaksanakan sekolah tatap muka secara Hybrid.
- Protokol Kesehatan yang Harus Dipersiapkan di Sekolah
Protokol kesehatan menjadi salah satu faktor yang dapat meminimalisir penyebaran covid 19, tidak hanya di lingkungan sekolah akan tetapi juga di tempat tempat umum lain seperti Mall, Tempat Ibadah dan lain sebagainya. Protokol kesehatan menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan oleh sekolah jika memang akan melaksanakan Hybrid Learning, Sudah sesuaikah protokol kesehatan yang ada di sekolah anda sekarang?
- Modifikasi Peraturan Waktu Sekolah
Hal penting yang harus dilakukan sekolah selanjutnya adalah memodifikasi peraturan waktu sekolah, ini sangat penting jangan sampai dianggap remeh. Memodifikasi waktu yang tadinya menggunakan sistem Full Day School menjadi sekolah Tujuh Belas merupakan hal yang harus dilaksanakan sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka Hybrid, dengan waktu yang dipersempit, interaksi antara satu siswa dengan siswa lainnya akan terbatas, diluar itu juga peraturan siswa yang tidak boleh berada di lingkungan sekolah ketika KBM selesai harus dipertimbangkan juga oleh pihak sekolah.
- Peraturan Kantin Sekolah Selama Hybrid Learning
Jangan anggap sepele hal yang menurut anda simpel, justru terkadang hal yang terlihat simpel merupakan salah satu faktor yang dapat menghancurkan sesuatu yang besar. Keberadaan kantin sekolah juga mungkin terdengar simpel, akan tetapi meskipun begitu bisa jadi itu merupakan salah satu faktor yang dapat menjadi penyebaran covid 19 di area sekolah, hal yang harus dipikirkan oleh sekolah sebelum melaksanakan tatap muka adalah perihal terbukanya kantin sekolah.
Apakah akan tetap tutup atau terbuka namun terbatas, jika memang terbuka terbatas protokol kesehatan seperti apa yang harus dilaksanakan dan jika memang kantin sekolah terpaksa harus tutup bagaimana kebijaksanaan sekolah terhadap pedagang kantin sekolah? hal hal tersebut merupakan hal yang harus diperhatikan sekolah sebelum membuka sekolah tatap muka.
Tantangan Sebenarnya dalam Pelaksanaan Hybrid Learning

Tantangan terbesar bagi sekolah dalam melaksanakan pembelajaran Hybrid Learning adalah masalah dari tenaga pengajarnya itu sendiri. Maka dari itu butuh sekolah yang benar benar memiliki SDM atau Sumber Daya Manusia yang memadai dan fasilitas yang lengkap untuk melaksanakan pembelajaran ini. Karena pada dasarnya pembelajaran berbasis Hybrid ini lebih mengedepankan teknologi (sama seperti sekolah Online) namun ditambah dengan sekolah secara langsung. Jadi sebagian siswanya mengikuti di sekolah dan sebagian mengikuti secara daring dirumah. Jika seorang tenaga pendidik tidak bisa memaksimalkan teknologi yang ada dan juga fasilitas sekolah yang tidak memadai maka pembelajaran Hibrid ini tidak akan bisa berjalan dengan baik.
Al Ma’soem Melaksanakan Hybrid Learning

Sebagai salah satu sekolah yang selalu menjadi kiblat bagi sekolah sekolah lain di kabupaten Sumedang dan sekitarnya, Al Ma’soem berkomitmen akan melaksanakan sekolah dengan sistem Hybrid Learning. Dimana kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi ketika sekolah tatap muka sudah Al Masoem minimalisir sedemikian rupa, perijinan juga akan kami ajukan lagi ke dinas setempat.
Selain itu juga Al Masoem sudah melakukan berbagai macam simulasi yang dapat meminimalisir penyebaran Covid 19 di area sekolah, bahkan santri Al Masoem sudah ada beberapa yang melaksanakan sekolah tatap muka terbatas di area pesantren dimana rencananya minggu ini santri tersebut akan menjadi santri santri pertama yang melaksanakan sekolah tatap muka hybrid mengingat santri Al Ma’soem sangat terisolasi dari pihak luar.
Selain itu juga dari segi fasilitas Al Masoem tidak usah diragukan lagi, dari sudut pandang fasilitas pertolongan pertama kami memiliki ruang UKS yang selalu bersih dan steril selain itu juga kami memiliki Klinik Putra Mandiri atau klinik pribadi yang dapat dimanfaatkan siswa dan santri jika terjadi hal yang tidak diinginkan selama di sekolah, keberadaan ambulance sebagai sarana bagi siswa yang jika mendapatkan insiden atau insiden di sekolah juga bisa menjadi salah satu faktor utama Al Masoem dalam memberikan hal terbaik jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi di sekolah atau di pesantren.
Protokol kesehatan di Al Masoem sendiri sudah komplit dan bisa dimanfaatkan dengan baik, diluar itu kantin sehat Al Masoem juga sementara di tutup dan siswa yang melaksanakan pembelajaran Hybrid hanya berlangsung beberapa jam saja alias tidak Fullday dari pagi sampai sore.
Dari sudut pandang fasilitas teknologi, Al Masoem rutin melaksanakan pembelajaran online dengan sangat apik, keberadaan studio Masoem TV dan juga staf pengelola pembelajaran daring yang sudah profesional dibidangnya tentu saja akan mudah bagi tim IT dan TIM Pembelajaran dari tiap Divisi untuk melaksanakan pembelajaran hybrid.
Selain itu juga pelaksanaan Hybrid Learning akan dilaksanakan secara beberapa tahapan, dari simulasi pertama yang kemungkinan akan dilaksanakan oleh 30% siswa kami hingga akhirnya menjadi 50% atau batas maksimal yang dapat diikuti oleh siswa dalam satu kelas, selain itu juga zonasi penyebaran Covid 19 juga menjadi faktor utama penentuan dalam pelaksanaan Hybrid Learning.
Konsep Pembelajaran Hybrid di Al Masoem Full day & Boarding School

Setelah setahun penuh Al Ma’soem melaksanakan kegiatan belajar mengajar berbasis Online akhirnya di pertengahan Agustus ini Al Masoem mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan metode pembelajaran campuran atau lebih dikenal dengan istilah Hybrid Learning.
Metode pembelajaran ini dilaksanakan pada pagi khusus santri Pesantren Siswa Al Masoem terlebih dahulu, karena memang sudah ada beberapa santri yang sudah mulai berada di asrama, terutama santri kelas 7 (siswa baru tahun ajaran 2021/2022) yang sudah tidak sabar untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara langsung meskipun terbatas.
Dalam realisasinya, hanya ada delapan kelas yang digunakan untuk santri Al Masoem melaksanakan hybrid learning, dimana dalam satu kelas hanya berisi maksimal 20 santri yang mengikuti pembelajaran tatap muka secara langsung, tentu saja ini juga dengan berbagai macam protokol kesehatan yang sudah di maksimalkan demi menjaga amanah dan kenyamanan santri.
Untuk waktu kegiatan belajar mengajar pun dipersingkat, yang tadinya berlangsung selama delapan jam, maka dengan metode hybrid learning ini hanya dilaksanakan selama 3 jam saja, itu juga tanpa adanya istirahat dan tanpa adanya interaksi dengan pihak luar selain guru. Selain itu juga interaksi dari santri dengan guru sangat dibatasi.
Dalam pembelajaran ini juga Al Masoem membagi kelas menjadi hanya kapasitas 15-20 orang saja, terbukti siswa yang mengikuti pembelajaran ini akan terlihat longgar tentu saja dengan pintu kelas yang wajib dibuka dan penggunaan hand sanitizer serta masker yang wajib dipakai oleh santri yang mengikuti pembelajaran hibrid ini.
Antusias Santri Al Ma’soem Untuk Melaksanakan Pembelajaran Secara Langsung
Antusias dari santri Al Masoem sangat tersirat dari wajah mereka, mengingat sudah setahun lebih siswa dan santri harus terpaksa melaksanakan pembelajaran online, akhirnya mimpi untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka bisa terwujud meskipun harus menggunakan sistem campuran.
Sebenarnya tahun lalu Al Masoem sudah mulai melaksanakan sekolah berbasis campuran ini atau hybrid learning, hanya saja dengan metode yang sedikit berbeda. Pembukaan pesantren bagi santri sesuai peminatan surah Al Ma’soem laksanakan dari tahun lalu, yang berbeda adalah sistem dan metode pembelajaran yang berlaku, jika tahun lalu aktifitas santri terfokus di pondok pesantren, untuk saat ini santri bisa menggunakan kelas atau gedung sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Metode pembelajaran campuran ini juga menggunakan sistem perpecahan siswa, dimana ketika sekolah fullday umum Al Masoem mencampur siswa dan siswi dalam satu ruangan kelas maka dengan metode pembelajaran campuran ini kami membagi setiap kelas menjadi sesuai dengan gender, dan setiap kelas yang digunakan juga dipisahkan cukup jauh dimana untuk santri laki laki di lantai 3 gedung SMP Al Masoem sedangkan untuk santri perempuan berada di lantai 2 gedung SMP Al Masoem.
Fasilitas Al Masoem Sangat Memadai Untuk Melaksanakan Hybrid Learning Bagi Siswa Full Day School

Dengan berjalannya waktu tidak bisa dipungkiri bahwa rencana Al Masoem melaksanakan hybrid learning bagi siswa dan santri sekaligus bisa tercapai, mengingat Al Ma’soem memiliki fasilitas yang sudah memadai untuk pelaksanaan metode hybrid learning.
Dari Fasilitas kesehatan hingga fasilitas teknologi, selain itu juga dalam metode pembelajaran ini Al Masoem menggunakan 2 orang guru dalam satu mata pelajaran, dimana satu orang guru sebagai teknisi pengajar dan satu orang guru untuk melaksanakan pembelajaran daring.
Rencananya setelah PPKM selesai dan tidak diperpanjang lagi, Al Masoem akan mencoba mengajukan perizinan untuk melaksanakan sekolah tatap muka dengan metode Hybrid learning, itu juga jika Kabupaten Sumedang sudah menjadi zona hijau, karena sampai artikel ini terbit kami masih dalam zona Orange. Harapan kamu kedepannya, selain kami akan mencoba beradaptasi dengan Covid sekolah juga bisa kembali sedia kala meskipun harus menggunakan proses yang ketat.

