peringatan maulid nabi Muhammad SAW 1444H

Hal yang Hanya Bisa di Dapatkan di Pesantren

Pendidikan di pesantren, santri akan mendapatkan banyak manfaat, baik itu manfaat bagi dunia dan akhirat.

Pendidikan di pesantren memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan sekolah reguler. Sekolah reguler bisa dibilang sekolah siang hari, seperti full day school, sekolah negeri dan sekolah sekolah lainnya yang tidak terlalu mementingkan ilmu agama sebagai kurikulumnya. Pendidikan di pesantren, santri akan mendapatkan banyak manfaat, baik itu manfaat bagi dunia dan akhirat.

Pendidikan pesantren selalu diidentikan dengan menjadi ustadz, menjadi guru agama ataupun segala sesuatu yang identik dengan keagamaan padahal faktanya tidaklah demikian. Pendidikan pesantren mengajarkan santri untuk belajar agama islam, bukan agar santri yang sudah lulus bisa menjadi ustadz, mungkin ada beberapa ustadz dari lulusan pesantren memang seharusnya begitu juga tapi tidak semua lulusan pesantren menjadi ustadz. Pendidikan pesantren mengajarkan ilmu agama islam sebagai pegangan hidup, agar kemanapun santri ini akan bekerja atau melanjutkan studi, maka mereka tidak akan pernah lupa pada Tuhannya.

Banyak lulusan pesantren yang akhirnya setelah lulus menjadi Dokter, ada beberapa yang menjadi pengusaha, polri, tenaga didik, materi, politikus, pemain sepak bola profesional dan lain sebagainya. Karena didikan di pesantren, tidak hanya masalah agama, hafalan Quran dan Fiqih saja. Tapi ada berbagai macam hal yang diajarkan di pesantren, baik itu pemaksimalan minat dan bakat, ekstrakurikuler, pendidikan umum seperti bahasa asing, matematika, IPA, IPS dan lain sebagainya.

Hanya saja yang tidak didapatkan mereka yang mengambil sekolah reguler adalah ilmu agama sebagai penyempurna ilmu ilmu tersebut. Meskipun di sekolah reguler ilmu agama ada tapi biasanya hanya sekedar ilmu agama saja sebagai pengenalan dan pegangan saja yang tidak terlalu diperdalam. Berbeda dengan pendidikan pesantren yang ilmu agamanya jelas sangat diperdalam dan baca al Quran, pengucapannya juga selalu diperbaiki. Maka dari itu di pondok pesantren biasanya siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu kelompok tahsin, tahfidz dan kitab kuning.

Di Al Masoem kelompok ini dibagi agar pemfokusan siswa bisa lebih terukur, tapi khusus kelas tahsin siswa yang tidak bisa baca atau masih terbata bata wajib masuk kelas tahsin jika sudah benar bacaannya maka mereka akan diberikan pilihan kelas lanjutan untuk masuk kelas tahfidz atau kitab kuning. Semua tergantung minat dan bakat santri itu sendiri. Di Al Masoem kelas pemfokusan dan peminatan seperti ini dilaksanakan agar siswa bisa fokus ke minat dan bakat mereka, tapi tetap saja mereka yang tidak mengambil kelas Kitab kuning akan diberikan materi kitab kuning pada hari Ahad dan Sabtu, namun hanya dasarnya saja.

Selain itu berbeda dengan pondok pesantren lainnya yang lebih menekankan santrinya kepada hanya pendidikan agama islam, pondok pesantren ini lebih mirip seperti sekolah pada umumnya, kami menggunakan kurikulum Kurtilas untuk SMP dan Kurikulum MERDEKA belajar untuk SMA. Kurikulum yang berlaku di pesantren juga menggunakan kurikulum kemenag, jadi ketika santri lulus di Al Masoem akan mendapatkan 2 sertifikat yaitu sertifikat sekolah umum baik SMP dan SMA serta sertifikat atau ijazah dari pesantren.

Konsep seperti ini membuat lulusan pesantren Al Masoem bisa menjadi apapun yang mereka inginkan, bahkan 53% santri lulusan SMA Al Ma’soem bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri dan melanjutkan studi ke yang lebih tinggi lagi setelah lulus dari Al Masoem. Karena pada dasarnya Al Masoem adalah sekolah yang memiliki pesantren, jadi tidak aneh jika unsur sekolah UMUM sangat identik di Al Masoem dan juga kami tidak hanya membuka pesantren saja tapi juga membuka kelas reguler bagi siswa yang memang berjarak dekat dengan Al Masoem.

Namun seperti saya kutip sebelumnya, Pendidikan Full Day School tidak akan mendapatkan pendidikan agama islam sedalam pendidikan di pesantren, namun Al Masoem meminimalisir itu dengan kelas peminatan tahfidz dan bahasa asing sehingga baik siswa dan santri akan mendapatkan fasilitas lebih untuk hafalan Al Qurannya. Yang paling membuat senang adalah, setiap hafalan yang dimiliki siswa dan santri akan diganti dengan apresiasi berupa gratis SPP bagi siswa Full Day dan gratis persentase tahunan bagi santri pesantren plus gratis SPP di sekolahnya khusus santri Al Masoem.

Setiap bulan santri Al Ma’soem dilakukan pengetesan hafalan Quran, banyak diantara mereka yang mampu menambah hafalan Al Qurannya, maka tidak aneh jika setiap bulan ada saja santri Al Masoem yang mendapatkan gratis SPP baik itu hanya menambah 1 juz tiap bulannya dan ada beberapa yang berhasil menambah lebih dari 1 juz. Tapi Al Ma’soem tidak hanya mengejar kuantitas dari hafalan saja, tapi juga cara santri mempertahankan hafalannya maka tidak aneh jika sistem murajaah selalu dilaksanakan setiap waktu.

Mereka yang mampu mempertahankan juga akan diberikan apresiasi, karena kami memiliki konsep “mempertahankan akan jauh lebih sulit daripada menambah hafalan” maka dari itu, mereka yang mampu mempertahankan hafalannya juga akan diberikan apresiasi dari pesantren.

Pena : Mohamad Ramdan