Dunia seni bela diri tingkat pelajar di Jawa Barat kembali diwarnai oleh prestasi gemilang dari para atlet muda SMP Al Ma’soem. Dalam dua ajang besar yang berlangsung hampir bersamaan pada Februari 2026, yakni Taekwondo ITN Open IX se-Jawa Barat dan Pencak Silat Bupati Cup Purwakarta, delegasi Al Ma’soem berhasil membawa pulang serangkaian medali. Keberhasilan ini bukan sekadar tentang kemahiran fisik di atas matras, melainkan bukti nyata dari efektivitas pendidikan karakter yang mengedepankan disiplin tinggi dan ketangguhan mental, yang berjalan beriringan dengan standar akademik sekolah.
Pada ajang Taekwondo ITN Open IX yang diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah, Maha Qinthar (7G) tampil sebagai bintang utama dengan meraih Juara 1 Kyorugi Cadet U 33 Putra Prestasi. Ketenangan Maha dalam membaca gerakan lawan dan akurasi tendangannya menjadi tontonan yang menginspirasi bagi rekan-rekannya. Keberhasilan ini disusul oleh Askana Shaki (7C) yang meraih medali perak, serta Ratifa Aldzakira Mazea (7H) yang mengamankan medali perunggu di kelas Kyorugi Cadet U 51 Putri. Ketiganya menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk mencapai prestasi di tingkat provinsi yang kompetitif.
Beralih ke gelanggang Pencak Silat, dalam kejuaraan Bupati Cup Purwakarta Tingkat Provinsi, Deva Maulana Ibrahim (8G) membuktikan kualitasnya dengan menyabet gelar Juara 1 Kelas E Pra Remaja Putra. Di kategori putri, Nayyara Syahquita Az-Zahra (7H) turut menyumbangkan kebanggaan dengan meraih Juara 3. Pencak silat sebagai warisan budaya bangsa mendapatkan tempat yang istimewa di Al Ma’soem, di mana siswa tidak hanya diajarkan teknik bela diri, tetapi juga nilai-nilai luhur seperti andhap asor (rendah hati) dan sportivitas. Setiap gerakan jurus yang ditampilkan merupakan hasil dari latihan intensif berbulan-bulan di bawah bimbingan pelatih profesional yang disediakan oleh sekolah.
Keberhasilan di bidang bela diri ini memiliki korelasi positif terhadap performa akademik para siswa. Melalui bela diri, siswa belajar tentang manajemen waktu, fokus yang tajam, serta kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan—keterampilan yang sangat dibutuhkan saat menghadapi ujian di ruang kelas. Al Ma’soem memahami bahwa setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda (multiple intelligences). Oleh karena itu, sekolah memberikan dukungan penuh berupa fasilitas latihan yang memadai dan dispensasi yang terukur bagi para atlet agar mereka tetap bisa mengejar ketertinggalan pelajaran tanpa mengorbankan impian atletik mereka.
Kompetisi tingkat provinsi ini menjadi batu loncatan penting bagi karier atletik mereka di masa depan. Dengan raihan medali emas, perak, dan perunggu ini, SMP Al Ma’soem semakin mengukuhkan posisinya sebagai sekolah yang mampu melahirkan generasi “Cageur, Bageur, Pinter”. Harapannya, prestasi ini tidak membuat para siswa berpuas diri, melainkan menjadi pemicu untuk berlatih lebih keras lagi demi menghadapi ajang yang lebih tinggi seperti O2SN atau Kejurda. Keberhasilan mereka adalah pesan kuat bagi seluruh orang tua bahwa di Al Ma’soem, bakat anak akan diasah secara profesional hingga menjadi prestasi yang membanggakan.

