Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Tidak naik kelas atau tinggal kelas merupakan hal yang bisa membuat dunia anak seakan hancur. Bagaimana tidak, ketika teman teman seangkatannya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, anak yang tinggal kelas atau tidak naik kelas harus mengulang kembali pelajaran yang sama ditahun yang berbeda dengan orang orang yang berbeda pula.
Anak bisa tinggal kelas atau tidak naik kelas ini biasanya bukan karena malas belajar, justru ada beberapa penyebab lainnya yang mempengaruhi pembelajarannya. Salah satunya adalah alasan kenapa anak tidak naik kelas adalah konsekuensi dari anak itu sendiri yang kurang fokus atau bisa jadi kurang maksimal dalam belajar. Tapi ketika ada anak tidak naik kelas itu bukan sepenuhnya kesalahan sang anak, bisa jadi juga itu adalah faktor kegagalan dari guru dalam memberikan pembelajaran di kelas.
Ketika seorang guru mampu mengetahui potensi anak didiknya, mengetahui kelebihan dan kekurangan serta tahu metode apa yang bisa diberikan kepada anak didiknya dalam sebuah pembelajaran, tidak akan ada anak yang tinggal atau tidak naik kelas. Karena guru kreatif mampu memberikan edukasi dengan cara yang kreatif, sehingga anak mampu menangkap apa yang guru itu sampaikan. Jika memang anak tidak dapat menangkap dalam satu kali pertemuan, guru kreatif memberikan waktu istirahatnya untuk kembali mengulang pembelajaran kepada anak yang kurang paham akan pelajarannya.
Bisa jadi bagi beberapa orang tua, cara terbaik agar anak tidak malu ketika dia tidak naik kelas adalah mutasi keluar dari sekolah lama dan menjadi siswa baru disekolah lainnya. Bisa jadi itu merupakan keputusan yang tepat tapi meskipun begitu ada beberapa pertimbangan juga yang perlu orang tua pertimbangkan lagi, karena akan percuma jika anak mutasi atau pindah sekolah tapi orang tua tidak tahu faktor apa saja yang membuat anak tidak naik kelas. Jika orang tua tidak paham dan tidak menganalisa faktor faktor ini tidak akan terjadi ada kemungkinan serupa anak akan tidak naik kelas lagi di sekolah barunya.
Adapun beberapa faktor pendukung anak tidak naik kelas, diantaranya adalah sebagai berikut :
Ketika anak tidak naik kelas perasaan kecewa dari orang tua pasti ada, tapi sebagai orang tua yang bijaksana sudah sepantasnya kita untuk tidak menghardik apa lagi memarahi anak yang tidak naik kelas. Justru sudah sepantasnya kita sebagai orang tua memberikan motivasi dan didikan yang benar agar anak tidak mengulang kembali di tahun depan. Lantas bagaimana cara menyikapi anak yang tidak naik kelas? berikut tipsnya.
Anak yang tinggal kelas atau tidak naik kelas pasti akan kecewa, ditambah dengan rasa minder karena dia harus mengulang 1 tahun bersama teman teman barunya disaat teman teman seangkatannya harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Sebagai orang tua, kecewa itu boleh tapi jangan pernah lampiaskan kekecewaan itu terhadap anak, karena selain dapat membuat anak semakin down, pelampiasan kekesalan orang tua kepada anak juga dapat membuat anak semakin stress yang berakibat anak tidak akan mau kembali sekolah.
Sebagai orang tua yang bijaksana, ketika anak tidak naik kelas harus bisa disikapi dengan cara yang elegan dengan cara positif yang dapat membangun kembali kepercayaan anak untuk melanjutkan sekolah meskipun bersama teman teman yang baru. Dengan kembali meningkatkan motivasi anak, anak juga akan termotivasi untuk menjadi siswa yang lebih percaya diri lagi. Yang dimana anak tidak akan mengulangi kegagalan yang pernah ia dapatkan di tahun yang akan datang.
Anak tinggal kelas atau tidak naik kelas bisa jadi karena faktor cara belajar atau metode pembelajaran yang anak lakukan dirumah tidak sesuai dengan anak. Maka sudah sepantasnya orang tua merubah pola belajar anak, misalkan dengan menyewa orang atau tenaga pendidik untuk membantu anak belajar di rumah. Atau jika orang tua memiliki kenalan yang punya keahlian mengajar bisa mengajaknya ke rumah untuk membantu anak belajar juga.
Atau bisa juga orang tua sendiri yang langsung mengajarkan putra putrinya agar bisa lebih maksimal lagi. Ada beberapa metode pembelajaran yang bisa orang tua tiru, hanya saja tetap saja setiap anak itu berbeda beda, gunakan penyampaian pembelajaran yang mudah dimengerti anak, sehingga proses pembelajaran di rumah juga bisa lebih mengasikan.
Hal yang paling penting yang bisa dilaksanakan orang tua adalah tetap berfikir positif. Karena semua hal yang besar berawal dari kegagalan, konsep dan pola pikir seperti itu juga bisa anda terapkan kepada putra putri anda yang tidak naik kelas.
Sebagai orang tua juga usahakan untuk berdiskusi secara baik dengan anak. Jangan sampai anda menghancurkan kepercayaan kecilnya terhadap anda dengan amarah anda. Sabar dan hadapi dengan tenang. Dengan sikap seperti itu anak akan percaya kepada anda dan menumbuhkan rasa malu dan tidak akan mengulangi kembali kesalahannya di tahun depan.
Setelah selesai dengan intern atau keluarga, orang tua selanjutnya berkonsultasi dengan konselor sekolah baik dengan wali kelas putra putri anda juga. Untuk menanyakan beberapa hal yang membuat anak anda tidak naik kelas. Karena wali kelas pasti memiliki data yang membuat anda paham kenapa anak anda tidak naik kelas. Ketika anda tahu alasan kenapa anak anda tidak naik kelas, anda intropeksi diri dan perbaiki apapun yang bisa anda perbaiki.
Usahakan juga selain anda sebagai orang tua, pihak wali kelas dan guru juga untuk memperbaiki pola didik dan metode pembelajaran yang ada disekolah agar tidak ada lagi anak yang tinggal kelas. Karena mau bagaimanapun banyak sekali faktor yang mempengaruhi anak tidak naik kelas, bisa jadi anak sudah maksimal dalam belajar tapi ketika guru tidak bisa menyampaikan pelajaran dengan benar membuat anak tetap tidak akan paham dengan pelajaran yang guru ajarkan.