Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Memasuki sekolah dasar menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan anak. Pada tahap ini, anak akan mulai menjalani kegiatan belajar yang lebih terstruktur, bertemu dengan lingkungan baru, serta mengenal berbagai bentuk tanggung jawab yang sebelumnya mungkin belum banyak mereka temui. Karena itu, proses penerimaan siswa dapat menjadi bagian yang perlu dipersiapkan oleh orang tua maupun calon peserta didik.
Bagi orang tua, proses penerimaan siswa terkadang dianggap hanya sebagai tahapan administratif sebelum anak resmi menjadi siswa. Padahal, ketika sebuah sekolah memiliki beberapa tahapan seleksi atau pengenalan calon peserta didik, orang tua juga dapat melihatnya sebagai kesempatan untuk mempersiapkan anak menghadapi lingkungan pendidikan yang baru.
Untuk Tahun Ajaran 2027–2028, SD Al Ma’soem mencantumkan beberapa tahapan dalam proses penerimaan siswa, yaitu Form Pendaftaran, Tes Masuk, Psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Baca Huruf Hijaiyah, dan Wawancara. Karena brosur tidak menjelaskan secara rinci bentuk soal atau mekanisme penilaian setiap tahapan, pembahasan mengenai fungsi masing-masing tes sebaiknya dipahami sebagai gambaran umum, bukan sebagai keterangan teknis resmi mengenai pelaksanaan tes di sekolah.
Setiap sekolah dapat memiliki proses penerimaan siswa yang berbeda. Adanya beberapa tahapan dalam proses penerimaan dapat menjadi bagian dari mekanisme sekolah untuk mengenal calon peserta didik sebelum mereka memulai kegiatan pendidikan.
Bagi anak, proses tersebut juga dapat menjadi pengalaman menghadapi situasi baru. Mereka mungkin harus mengikuti instruksi, bertemu dengan orang yang belum dikenal, menjawab pertanyaan, atau melakukan aktivitas tertentu. Pengalaman tersebut dapat membantu anak belajar menghadapi lingkungan baru dengan tetap mendapatkan pendampingan dari orang tua.
Orang tua juga dapat menggunakan proses tersebut sebagai momentum untuk memahami bahwa masuk SD membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Anak perlu memiliki kesiapan untuk mengikuti kegiatan, berkomunikasi, serta beradaptasi dengan suasana yang berbeda dari lingkungan sebelumnya.
Berdasarkan brosur Tahun Ajaran 2027–2028, terdapat beberapa tahapan yang tercantum dalam proses penerimaan siswa. Masing-masing tahapan memiliki nama yang berbeda, tetapi brosur tidak memberikan uraian teknis mengenai materi atau sistem penilaiannya.
Tahapan yang tercantum meliputi:
Karena informasi resmi yang tersedia hanya mencantumkan nama tahapan, orang tua sebaiknya tidak langsung berasumsi mengenai bentuk pertanyaan, durasi, maupun standar hasil dari setiap tes. Jika membutuhkan informasi teknis, orang tua dapat menanyakannya langsung kepada pihak sekolah.
Salah satu hal yang perlu dibiasakan sebelum anak masuk SD adalah kemampuan mengikuti instruksi sederhana. Dalam kehidupan sekolah, anak akan menerima berbagai arahan dari guru, baik ketika belajar di kelas maupun ketika mengikuti kegiatan lainnya.
Persiapan untuk menghadapi tes juga dapat dilakukan melalui aktivitas ringan yang melatih anak mendengarkan instruksi. Orang tua misalnya dapat memberikan permainan yang memiliki beberapa tahapan atau meminta anak menyelesaikan aktivitas sederhana sesuai urutan.
Tujuannya bukan membuat anak menghafalkan jawaban untuk tes. Anak justru dapat dibiasakan memahami bahwa ketika seseorang memberikan arahan, mereka perlu mendengarkan terlebih dahulu sebelum mulai mengerjakan sesuatu.
Kata “psikotes” mungkin terdengar serius bagi orang tua, tetapi sebaiknya tidak digunakan untuk menakut-nakuti anak. Anak tidak perlu diberikan gambaran bahwa mereka sedang menghadapi ujian besar yang menentukan apakah mereka pintar atau tidak.
Orang tua dapat menjelaskan secara sederhana bahwa anak akan mengikuti beberapa kegiatan bersama pihak sekolah. Jika anak merasa gugup, orang tua dapat mendengarkan kekhawatirannya dan memberikan penjelasan yang menenangkan.
Karena brosur SD Al Ma’soem hanya mencantumkan Psikotes sebagai salah satu tahapan dan tidak menjelaskan bentuk pelaksanaannya, orang tua sebaiknya tidak memberikan latihan khusus berdasarkan asumsi tertentu. Persiapan yang lebih aman adalah membangun kenyamanan anak ketika mengikuti aktivitas baru dan membiasakan mereka mendengarkan arahan.
Selain Tes Masuk dan Psikotes, brosur juga mencantumkan Tes Potensi Akademik. Namun, tidak terdapat rincian mengenai materi yang akan diujikan sehingga orang tua tidak sebaiknya menyimpulkan bentuk atau tingkat kesulitannya secara spesifik.
Meskipun demikian, orang tua dapat mempersiapkan anak dengan membangun kebiasaan belajar yang sederhana. Aktivitas seperti membaca buku, mengenal angka, mengamati bentuk, mengelompokkan benda, atau mengajak anak memecahkan masalah sederhana dapat menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari.
Persiapan seperti ini berbeda dengan memaksa anak menghafalkan banyak soal. Anak tetap memiliki kesempatan bermain dan beristirahat sambil mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Tahapan lain yang tercantum dalam brosur adalah Tes Baca Huruf Hijaiyah. Kehadiran tahapan tersebut dapat menjadi informasi yang perlu diketahui orang tua ketika mempersiapkan pendaftaran.
Bagi anak yang sudah mengenal huruf hijaiyah, orang tua dapat membantu mempertahankan kebiasaan membaca secara rutin. Sementara itu, jika kemampuan anak masih berkembang, latihan dapat dilakukan secara bertahap tanpa membuat anak merasa bahwa mereka sedang dikejar target.
Brosur juga menjelaskan bahwa SD Al Ma’soem memiliki ciri khas pendidikan yang disiplin dan Islami serta mencantumkan Program Tahfidz dan Bahasa Arab sebagai bagian dari tambahan pembelajaran. Hal tersebut dapat menjadi gambaran bahwa aspek pembelajaran keislaman memang menjadi salah satu bagian dalam lingkungan pendidikan sekolah.
Wawancara juga tercantum sebagai salah satu tahapan penerimaan siswa. Bagi anak, bertemu dengan orang yang belum dikenal dan menjawab pertanyaan mungkin menjadi pengalaman baru.
Orang tua tidak perlu melatih anak dengan menghafalkan jawaban tertentu. Lebih baik anak dibiasakan berbicara dengan jelas, mendengarkan pertanyaan sampai selesai, dan menjawab sesuai dengan apa yang mereka pahami.
Kebiasaan berbicara juga dapat dibangun melalui percakapan sehari-hari. Orang tua dapat menanyakan bagaimana kegiatan anak, apa yang mereka sukai, atau pengalaman apa yang mereka alami. Dengan begitu, anak terbiasa mengungkapkan pikiran dan perasaannya.
Salah satu hal yang perlu dihindari ketika mempersiapkan penerimaan siswa adalah membandingkan anak secara berlebihan. Setiap anak memiliki pengalaman belajar dan perkembangan yang berbeda.
Anak yang lebih cepat membaca belum tentu lebih unggul dalam semua aspek. Begitu juga anak yang lebih pendiam belum tentu tidak memiliki kemampuan komunikasi. Karena itu, proses persiapan sebaiknya diarahkan untuk membantu anak merasa siap, bukan membuat mereka merasa harus mengalahkan calon siswa lainnya.
Orang tua dapat memberikan apresiasi terhadap usaha anak ketika mereka mencoba sesuatu yang baru. Dukungan seperti ini dapat membuat anak lebih percaya diri menghadapi situasi yang belum familiar.
Selain mempersiapkan anak, orang tua perlu memastikan kebutuhan administrasi sudah tersedia. Dalam brosur SD Al Ma’soem, persyaratan yang tercantum untuk pendaftaran antara lain fotokopi akta kelahiran satu lembar dan fotokopi kartu keluarga satu lembar.
Brosur juga mencantumkan biaya pendaftaran sebesar Rp730.000, KPAM Rp150.000, dan kelengkapan siswa Rp1.110.000. Informasi biaya tersebut dapat membantu orang tua membuat perencanaan sejak awal.
Untuk DPP, brosur mencantumkan beberapa gelombang dengan nominal yang berbeda, sementara biaya bulanan tercantum sebesar Rp1.245.000. Biaya pendidikan tersebut tidak termasuk seragam dan buku teks, sedangkan biaya bulanan dinyatakan flat sampai lulus.
Anak tidak perlu dipersiapkan melalui jadwal latihan yang terlalu padat. Hal yang lebih penting adalah membangun kebiasaan yang mendukung kesiapan sekolah dalam kehidupan sehari-hari.
Orang tua dapat membiasakan anak melakukan beberapa aktivitas berikut:
Kebiasaan tersebut dapat dilakukan sambil bermain sehingga anak tidak merasa seluruh persiapan masuk SD merupakan kegiatan belajar yang melelahkan.
Masuk SD bukan hanya tentang melewati proses penerimaan. Setelah diterima, anak tetap akan menghadapi lingkungan baru yang membutuhkan kemampuan beradaptasi. Mereka akan bertemu guru, teman, aturan, serta berbagai kegiatan yang sebelumnya mungkin belum pernah dijalani.
Karena itu, proses penerimaan dapat menjadi salah satu pengalaman awal bagi anak untuk belajar menghadapi situasi baru. Orang tua dapat mendampingi tanpa mengambil alih seluruh proses yang harus dijalani anak.
SD Al Ma’soem sendiri mencantumkan konsep pendidikan yang mengembangkan peserta didik melalui pembelajaran interaktif, kegiatan ekstrakurikuler, Program Days, serta kejuaraan dan lomba. Lingkungan dengan berbagai aktivitas tersebut membuat kemampuan beradaptasi menjadi salah satu bekal yang bermanfaat bagi anak.
Bagi orang tua yang merencanakan pendaftaran SD Al Ma’soem untuk Tahun Ajaran 2027–2028, mengetahui tahapan penerimaan sejak awal dapat membantu membuat persiapan menjadi lebih terarah. Orang tua dapat mempersiapkan dokumen, memahami jadwal pendaftaran, sekaligus membangun kebiasaan positif anak di rumah.
Brosur mencantumkan beberapa gelombang pendaftaran, mulai dari Gelombang 1 pada 1 Agustus 2026 hingga Gelombang 4 pada April 2027, dengan potongan DPP yang berbeda pada setiap gelombang.
Pada akhirnya, proses tes masuk sebaiknya tidak dipandang sebagai sesuatu yang perlu membuat anak tertekan. Bagi anak, tahapan tersebut dapat menjadi salah satu pengalaman untuk mengenal lingkungan baru dan belajar mengikuti proses. Sementara bagi orang tua, proses penerimaan dapat menjadi momentum untuk memastikan anak mendapatkan pendampingan yang sesuai sebelum memulai perjalanan pendidikan di sekolah dasar.