Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Arsitektur merupakan bidang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari karena manusia selalu berada di dalam berbagai jenis ruang dan bangunan. Rumah, sekolah, perpustakaan, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, taman, hingga bangunan bersejarah memiliki bentuk dan fungsi yang dirancang dengan pertimbangan tertentu. Mengenal arsitektur dapat membantu siswa memahami bahwa sebuah bangunan bukan hanya kumpulan dinding, lantai, dan atap, tetapi juga merupakan hasil dari proses perencanaan yang mempertimbangkan kebutuhan manusia, kondisi lingkungan, keamanan, dan nilai estetika.
Bagi siswa SMP dan SMA Al Ma’soem, pengenalan arsitektur dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana seperti mengamati bangunan, membuat denah, menggambar rancangan, mengenal bentuk geometris, atau mempelajari bangunan yang memiliki nilai sejarah. Kegiatan tersebut dapat menggabungkan berbagai bidang pelajaran seperti seni, matematika, sains, sejarah, dan teknologi. Dengan pendekatan yang beragam, siswa dapat melihat bagaimana sebuah ide dapat diterjemahkan menjadi ruang yang memiliki fungsi tertentu.
Setiap bangunan memiliki bentuk yang dapat diamati dari berbagai sisi. Atap, jendela, pintu, tangga, dinding, dan ruang terbuka memiliki fungsi masing-masing. Siswa dapat memulai pembelajaran arsitektur dengan memperhatikan bagaimana berbagai unsur tersebut disusun menjadi sebuah bangunan yang dapat digunakan.
Siswa SMP dapat memilih satu bangunan yang sering mereka lihat kemudian menggambarkan bentuk dasarnya. Mereka dapat mencatat bagian-bagian yang terlihat dan menjelaskan fungsi masing-masing. Kegiatan sederhana ini dapat membantu siswa memahami hubungan antara bentuk dan fungsi tanpa harus menggunakan istilah arsitektur yang terlalu rumit.
Siswa SMA dapat melakukan pengamatan yang lebih mendalam dengan memperhatikan proporsi, pencahayaan, sirkulasi, serta hubungan antara bangunan dan lingkungan sekitar. Mereka dapat membandingkan dua bangunan dengan fungsi yang sama tetapi memiliki bentuk berbeda. Dari perbandingan tersebut, siswa dapat melihat bahwa rancangan bangunan dapat dipengaruhi oleh kebutuhan dan kondisi yang berbeda.
Denah merupakan gambaran suatu bangunan dari bagian atas yang dapat menunjukkan susunan ruang. Dengan membuat denah sederhana, siswa dapat belajar memahami bagaimana sebuah ruang dibagi dan bagaimana orang berpindah dari satu bagian ke bagian lainnya. Kegiatan ini juga dapat menjadi latihan untuk memahami ukuran dan hubungan antarbagian.
Siswa SMP dapat membuat denah sederhana dari kamar, rumah, atau ruang kelas. Mereka dapat menentukan posisi pintu, jendela, meja, dan beberapa bagian penting lainnya. Kegiatan tersebut dapat membantu siswa memahami konsep ruang sekaligus melatih kemampuan menggambar berdasarkan pengamatan.
Siswa SMA dapat membuat denah dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna. Mereka dapat menentukan ukuran ruangan secara sederhana dan memikirkan bagaimana seseorang dapat bergerak dari satu ruang ke ruang lain. Selain menggambar, siswa dapat menjelaskan alasan di balik penempatan setiap bagian agar rancangan memiliki dasar yang jelas.
Bentuk geometris banyak ditemukan dalam bangunan. Persegi, persegi panjang, lingkaran, segitiga, kubus, dan berbagai bentuk lainnya dapat digunakan sebagai bagian dari rancangan. Karena itu, arsitektur dapat menjadi salah satu cara untuk melihat penerapan matematika dalam kehidupan nyata.
Siswa SMP dapat mencari bentuk geometris yang terdapat di sekitar sekolah atau rumah. Mereka dapat memotret atau menggambarnya kemudian mengelompokkan berdasarkan bentuk. Dari kegiatan tersebut, siswa dapat memahami bahwa konsep matematika yang dipelajari di kelas juga dapat ditemukan dalam lingkungan sehari-hari.
Siswa SMA dapat menggunakan konsep luas, volume, skala, dan perbandingan untuk membuat rancangan sederhana. Mereka dapat menghitung luas sebuah ruangan atau menentukan ukuran berdasarkan skala tertentu. Kegiatan tersebut dapat membuat pembelajaran matematika menjadi lebih konkret karena siswa melihat penerapannya dalam sebuah rancangan.
Sebuah ruang biasanya dirancang berdasarkan kegiatan yang akan dilakukan di dalamnya. Ruang kelas membutuhkan susunan yang berbeda dari dapur, perpustakaan, laboratorium, atau ruang pertunjukan. Karena itu, siswa dapat belajar bahwa desain tidak hanya mempertimbangkan penampilan, tetapi juga kebutuhan pengguna.
Siswa SMP dapat membandingkan beberapa ruang berdasarkan fungsi masing-masing. Mereka dapat melihat perbedaan antara ruang untuk belajar, beristirahat, berkumpul, dan bekerja. Setelah itu, siswa dapat menjelaskan mengapa setiap ruang membutuhkan perabot dan susunan yang berbeda.
Siswa SMA dapat membuat rancangan ruang berdasarkan kebutuhan pengguna tertentu. Misalnya, mereka dapat merancang ruang belajar yang mempertimbangkan pencahayaan, tempat penyimpanan, dan pergerakan pengguna. Proses tersebut dapat membantu siswa memahami hubungan antara fungsi, kenyamanan, dan desain.
Cahaya dan udara merupakan bagian penting dalam sebuah bangunan. Jendela, ventilasi, arah bangunan, dan bukaan tertentu dapat memengaruhi kondisi ruang. Siswa dapat mempelajari konsep tersebut melalui pengamatan sederhana terhadap ruangan yang mereka gunakan sehari-hari.
Siswa SMP dapat membandingkan ruangan yang memiliki banyak jendela dengan ruangan yang lebih sedikit bukaan. Mereka dapat mengamati perbedaan kondisi cahaya dan sirkulasi udara. Dari pengamatan tersebut, siswa dapat memahami bahwa desain bangunan dapat memengaruhi pengalaman seseorang ketika berada di dalamnya.
Siswa SMA dapat mempelajari hubungan antara posisi bangunan, arah datangnya cahaya, dan kebutuhan ventilasi. Mereka dapat membuat rancangan sederhana yang mencoba memaksimalkan penggunaan cahaya alami. Pembahasan ini juga dapat dikaitkan dengan sains karena berkaitan dengan panas, cahaya, dan pergerakan udara.
Bangunan dapat menjadi bagian dari sejarah suatu masyarakat. Bentuk, bahan, dan ornamen sebuah bangunan terkadang mencerminkan periode tertentu, teknologi yang tersedia, atau kebudayaan masyarakat pada masa pembangunannya. Dengan mempelajari bangunan bersejarah, siswa dapat melihat hubungan antara arsitektur dan perkembangan kehidupan manusia.
Siswa SMP dapat mencari informasi mengenai bangunan bersejarah di Indonesia. Mereka dapat mempelajari kapan bangunan tersebut dibuat, apa fungsinya, dan bagian apa yang membuatnya memiliki karakter khusus. Informasi tersebut dapat disajikan dalam bentuk tulisan atau presentasi sederhana.
Siswa SMA dapat melakukan kajian yang lebih mendalam dengan membandingkan bangunan dari periode berbeda. Mereka dapat melihat perubahan bahan, bentuk, fungsi, dan teknologi yang digunakan. Dengan demikian, siswa dapat memahami bahwa arsitektur dapat berubah mengikuti perkembangan masyarakat.
Bahan merupakan salah satu unsur penting dalam pembangunan. Kayu, batu, beton, kaca, logam, dan berbagai material lainnya memiliki karakteristik yang berbeda. Siswa dapat mengenal bahan melalui kegiatan membuat model sederhana sehingga dapat memahami bahwa pilihan material berkaitan dengan bentuk dan fungsi.
Siswa SMP dapat membuat maket menggunakan bahan yang mudah ditemukan dan aman digunakan. Mereka dapat membuat rumah atau bangunan sederhana berdasarkan gambar sendiri. Kegiatan tersebut dapat melatih ketelitian sekaligus memberikan pengalaman mengubah gambar dua dimensi menjadi bentuk tiga dimensi.
Siswa SMA dapat mempertimbangkan alasan pemilihan material dalam sebuah rancangan. Mereka dapat membandingkan beberapa bahan berdasarkan kekuatan, berat, tampilan, dan penggunaan. Pembelajaran tersebut dapat dikaitkan dengan sains untuk memahami sifat material secara lebih jelas.
Perancangan bangunan juga dapat mempertimbangkan penggunaan sumber daya dan kondisi lingkungan. Bangunan dapat dirancang agar memanfaatkan cahaya alami, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta menggunakan sumber daya secara lebih efisien. Topik ini dapat membantu siswa memahami hubungan antara bangunan dan lingkungan.
Siswa SMP dapat membuat rancangan rumah sederhana yang memiliki jendela dan ruang terbuka yang cukup. Mereka dapat menjelaskan bagaimana rancangan tersebut dapat memberikan pencahayaan atau udara alami. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui gambar atau maket sederhana.
Siswa SMA dapat mempelajari konsep bangunan berkelanjutan dengan membahas penggunaan energi, pemilihan material, pengelolaan air, dan ruang hijau. Mereka dapat membuat rancangan konseptual berdasarkan beberapa prinsip tersebut. Dari kegiatan ini, siswa dapat memahami bahwa keputusan desain dapat memiliki dampak terhadap penggunaan sumber daya.
Arsitektur memiliki hubungan erat dengan seni karena sebuah bangunan juga dapat memiliki nilai visual. Warna, tekstur, bentuk, pola, dan komposisi dapat digunakan untuk menciptakan karakter tertentu. Siswa yang tertarik pada seni dapat menggunakan arsitektur sebagai media untuk mengeksplorasi kreativitas.
Siswa SMP dapat membuat desain fasad sederhana dengan menentukan bentuk, warna, dan pola yang ingin digunakan. Mereka dapat menjelaskan alasan memilih setiap unsur. Kegiatan tersebut dapat melatih kemampuan visual sekaligus membuat siswa memahami bahwa estetika perlu disesuaikan dengan fungsi bangunan.
Siswa SMA dapat membuat konsep bangunan berdasarkan tema tertentu. Mereka dapat menyusun sketsa, menentukan material secara konseptual, dan menjelaskan hubungan antara tampilan dengan fungsi. Proyek seperti ini dapat menggabungkan kemampuan menggambar, berpikir spasial, dan menyampaikan gagasan.
Teknologi digital dapat membantu proses perancangan menjadi lebih mudah divisualisasikan. Berbagai perangkat lunak desain memungkinkan pengguna membuat gambar dua dimensi maupun model tiga dimensi. Siswa dapat mengenal teknologi tersebut secara bertahap sesuai usia dan tingkat pembelajaran.
Siswa SMP dapat menggunakan aplikasi sederhana untuk membuat bentuk atau denah. Mereka dapat mencoba menyusun berbagai objek dan melihat bagaimana perubahan posisi dapat memengaruhi ruang. Pengalaman tersebut dapat menjadi pengantar untuk memahami desain digital.
Siswa SMA dapat mencoba membuat model tiga dimensi sederhana dengan perangkat lunak yang sesuai. Mereka dapat membuat rancangan bangunan kemudian melihatnya dari beberapa sudut. Teknologi tersebut dapat membantu siswa memahami hubungan antara gambar, bentuk, ukuran, dan ruang secara lebih visual.
Mengenal arsitektur dapat memberikan pengalaman belajar yang menggabungkan kreativitas, matematika, sains, sejarah, dan teknologi. Siswa SMP dapat memulainya melalui pengamatan bangunan, pembuatan denah, dan model sederhana, sedangkan siswa SMA dapat mengembangkan kegiatan tersebut menjadi rancangan yang lebih terstruktur dengan mempertimbangkan fungsi, material, pencahayaan, dan lingkungan.
Kegiatan arsitektur juga dapat mengajarkan siswa bahwa sebuah hasil membutuhkan proses perencanaan. Sebelum sebuah bangunan berdiri, terdapat berbagai pertimbangan mengenai siapa penggunanya, bagaimana ruang digunakan, bahan apa yang diperlukan, dan bagaimana bangunan berhubungan dengan lingkungan. Pemahaman tersebut dapat melatih siswa melihat sebuah objek dari lebih dari satu sudut pandang.
Pada akhirnya, mengenal arsitektur tidak berarti setiap siswa harus menjadi arsitek. Bidang ini dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, pemahaman ruang, dan ketelitian. Dengan mencoba mengamati serta merancang berbagai bentuk ruang, siswa SMP dan SMA Al Ma’soem dapat memperoleh pengalaman baru yang memperluas wawasan mereka mengenai hubungan antara manusia, bangunan, teknologi, dan lingkungan.