Images (2)

Bagaimana Siswa SMP dan SMA Al Ma’soem Bandung Belajar Menyusun Kerangka Sebelum Menulis?

Menulis sebuah karya sering kali terlihat sederhana ketika hanya dilihat dari hasil akhirnya. Padahal, sebelum sebuah tulisan menjadi paragraf yang utuh, terdapat proses untuk menentukan topik, memilih informasi, menyusun gagasan, dan menentukan urutan pembahasan. Tanpa persiapan yang cukup, siswa dapat mengalami kesulitan ketika harus mengembangkan ide menjadi tulisan yang runtut.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu proses tersebut adalah membuat kerangka tulisan. Kerangka berfungsi sebagai gambaran awal mengenai hal-hal yang akan dibahas. Dengan adanya kerangka, siswa dapat mengetahui arah tulisan sebelum mulai mengembangkan setiap bagian menjadi paragraf.

Kerangka Membantu Menentukan Arah Tulisan

Ketika mendapatkan tugas menulis, siswa terkadang langsung membuat paragraf pertama tanpa memikirkan keseluruhan isi. Cara tersebut memang bisa dilakukan, tetapi dapat membuat tulisan berubah arah di tengah proses.

Kerangka membantu siswa menentukan pembahasan sejak awal. Mereka dapat menuliskan topik utama, kemudian menentukan beberapa bagian yang mendukung topik tersebut.

Misalnya, siswa mendapatkan tugas mengenai lingkungan sekolah. Mereka dapat menentukan beberapa pokok bahasan seperti kondisi lingkungan, kebiasaan warga sekolah, masalah yang ditemukan, dan langkah yang dapat dilakukan. Setelah itu, setiap bagian dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

Dengan cara ini, siswa memiliki gambaran mengenai perjalanan tulisan dari awal sampai akhir.

Menentukan Topik Sebelum Membuat Kerangka

Kerangka yang baik membutuhkan topik yang cukup jelas. Jika topik masih terlalu luas, kerangka dapat menjadi terlalu banyak dan sulit dikembangkan.

Siswa dapat mempersempit topik terlebih dahulu. Topik tentang teknologi, misalnya, dapat diarahkan menjadi penggunaan teknologi untuk mendukung kegiatan belajar. Dengan fokus yang lebih spesifik, informasi yang dibutuhkan menjadi lebih mudah ditentukan.

Pembatasan topik juga membantu siswa menghindari pembahasan yang terlalu jauh. Setiap bagian dalam kerangka harus memiliki hubungan dengan fokus utama.

Menentukan Gagasan Utama

Setelah topik ditentukan, siswa dapat memikirkan gagasan utama yang ingin disampaikan. Gagasan utama merupakan inti dari pembahasan yang nantinya akan dikembangkan.

Untuk menemukan gagasan tersebut, siswa dapat bertanya, “Apa hal terpenting yang ingin saya jelaskan kepada pembaca?” Jawabannya dapat menjadi pusat tulisan.

Dari gagasan utama tersebut, siswa dapat membuat beberapa subgagasan. Subgagasan tersebut kemudian berfungsi sebagai bagian-bagian yang menjelaskan topik secara lebih lengkap.

Kerangka Tidak Harus Panjang

Salah satu kesalahpahaman mengenai kerangka adalah anggapan bahwa kerangka harus dibuat dalam bentuk yang sangat detail. Padahal, kerangka dapat dibuat sederhana sesuai kebutuhan.

Untuk tulisan pendek, beberapa kata kunci sudah dapat menjadi panduan. Siswa cukup mencatat bagian pembuka, beberapa gagasan utama, dan bagian akhir pembahasan.

Untuk tugas yang lebih panjang, kerangka dapat dibuat lebih terperinci. Setiap bagian dapat memiliki beberapa poin informasi yang perlu dimasukkan.

Yang paling penting adalah kerangka dapat membantu siswa memahami apa yang akan ditulis, bukan membuat siswa menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menyusun rencana.

Menentukan Urutan Pembahasan

Setelah memiliki beberapa gagasan, siswa perlu menentukan urutan yang paling mudah dipahami. Tidak semua informasi dapat diletakkan secara acak.

Pada tulisan yang menjelaskan suatu proses, misalnya, urutan waktu dapat menjadi dasar. Pada tulisan yang membahas suatu masalah, siswa dapat memulai dari kondisi, penyebab, dampak, kemudian kemungkinan langkah penanganan.

Sementara untuk tulisan perbandingan, siswa dapat menentukan apakah pembahasan akan dilakukan berdasarkan aspek tertentu atau dibahas satu objek terlebih dahulu kemudian objek lainnya.

Pemilihan urutan membuat pembaca lebih mudah mengikuti hubungan antargagasan.

Menghindari Gagasan yang Berulang

Kerangka juga dapat membantu siswa mengetahui apakah ada bagian yang sebenarnya membahas hal yang sama. Ketika beberapa gagasan memiliki makna yang terlalu mirip, siswa dapat menggabungkannya.

Misalnya, dalam tulisan mengenai kebiasaan belajar, terdapat poin tentang membuat jadwal, menentukan waktu belajar, dan mengatur waktu belajar. Ketiga hal tersebut mungkin memiliki hubungan yang sangat dekat sehingga perlu ditata agar tidak menghasilkan pembahasan berulang.

Dengan memeriksa kerangka sebelum menulis, siswa dapat mengurangi pengulangan sejak awal. Proses revisi pun menjadi lebih ringan.

Menentukan Informasi Pendukung

Setiap gagasan utama membutuhkan penjelasan agar tidak menjadi pernyataan yang berdiri sendiri. Karena itu, siswa dapat menambahkan informasi pendukung pada kerangka.

Informasi pendukung dapat berupa contoh, alasan, data, pengalaman, hasil pengamatan, atau penjelasan tambahan. Namun, tidak semua bagian membutuhkan jenis pendukung yang sama.

Siswa dapat memilih informasi yang paling sesuai dengan tujuan tulisan. Jika sedang membuat laporan, data dan hasil pengamatan mungkin lebih penting. Jika membuat tulisan reflektif, pengalaman dan penjelasan pribadi dapat memiliki ruang yang lebih besar.

Kerangka Membantu Saat Kehabisan Ide

Menulis tanpa persiapan terkadang membuat siswa berhenti setelah beberapa paragraf karena tidak tahu apa yang harus dibahas berikutnya. Kerangka dapat mengurangi masalah tersebut.

Ketika mengalami kebuntuan, siswa dapat melihat kembali daftar gagasan yang sudah dibuat. Mereka tidak harus memikirkan seluruh tulisan sekaligus. Fokus dapat diarahkan pada satu bagian terlebih dahulu.

Setelah bagian tersebut selesai, siswa dapat melanjutkan ke poin berikutnya. Dengan demikian, tugas menulis yang terlihat besar dapat dipecah menjadi pekerjaan yang lebih kecil.

Kerangka dalam Tugas Kelompok

Kerangka juga berguna ketika tulisan dibuat secara berkelompok. Sebelum anggota kelompok membagi bagian, mereka dapat menyepakati struktur tulisan terlebih dahulu.

Kesepakatan tersebut membuat setiap anggota memahami tujuan dari bagian yang dikerjakan. Mereka tidak hanya menulis berdasarkan pemikiran masing-masing, tetapi tetap mengikuti arah yang sudah disusun bersama.

Setelah semua bagian selesai, kelompok dapat memeriksa kembali apakah setiap bagian memiliki hubungan. Jika terdapat perulangan atau informasi yang tidak sesuai, perbaikan dapat dilakukan sebelum tulisan dikumpulkan.

Kerangka untuk Berbagai Jenis Karya

Kemampuan menyusun kerangka tidak hanya digunakan untuk artikel atau esai. Siswa dapat menggunakannya dalam berbagai bentuk karya tertulis.

Laporan kegiatan dapat memiliki kerangka berupa tujuan, proses, hasil, dan pembahasan. Proposal kegiatan dapat memuat latar belakang, tujuan, rencana, kebutuhan, dan pembagian tugas. Sementara naskah presentasi dapat disusun berdasarkan pembukaan, informasi utama, contoh, dan penutup.

Bahkan ketika membuat karya kreatif, kerangka tetap dapat membantu. Cerita dapat memiliki gambaran tokoh, latar, konflik, perkembangan peristiwa, dan penyelesaian. Kerangka tidak harus menghilangkan kreativitas, tetapi memberikan arah agar ide yang banyak tetap dapat berkembang secara teratur.

Menyesuaikan Kerangka Saat Proses Berjalan

Kerangka bukan aturan yang tidak boleh diubah. Ketika mulai menulis, siswa mungkin menemukan informasi baru atau menyadari bahwa urutan tertentu kurang tepat.

Dalam kondisi seperti itu, kerangka dapat diperbaiki. Sebuah bagian dapat dipindahkan, digabungkan, atau dihapus jika tidak lagi diperlukan.

Kemampuan menyesuaikan rencana merupakan bagian dari proses menulis. Siswa belajar bahwa perencanaan penting, tetapi hasil pekerjaan juga perlu dievaluasi berdasarkan perkembangan yang terjadi.

Kerangka sebagai Latihan Berpikir Terstruktur

Bagi siswa SMP dan SMA Al Ma’soem Bandung, kebiasaan membuat kerangka sebelum menulis dapat menjadi latihan untuk mengubah ide yang masih tersebar menjadi pembahasan yang memiliki arah. Siswa belajar menentukan fokus, memilih gagasan, mengatur urutan, serta mempertimbangkan informasi yang mendukung.

Keterampilan tersebut tidak hanya berguna dalam pelajaran bahasa. Ketika mengerjakan laporan, proyek, presentasi, kegiatan organisasi, maupun tugas kelompok, kemampuan menyusun kerangka dapat membantu pekerjaan menjadi lebih terarah.

Semakin sering siswa menggunakan kerangka sesuai kebutuhan, semakin terbiasa mereka melihat sebuah pekerjaan sebagai rangkaian bagian yang saling berhubungan. Dari beberapa kata kunci yang sederhana, siswa dapat mengembangkan tulisan yang lebih runtut, mudah dipahami, dan tetap memiliki fokus yang jelas.