Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), siswa tidak hanya membutuhkan pembelajaran akademik di dalam kelas. Masa SMP juga menjadi periode penting untuk mengembangkan karakter, kemandirian, kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta keberanian mencoba berbagai pengalaman baru. Karena itu, kegiatan sekolah yang memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman menjadi bagian yang tidak kalah penting dari proses pendidikan.
SMP Al Ma’soem menghadirkan program 10 kokurikuler sebagai salah satu bagian khusus dalam program pendidikannya untuk Tahun Ajaran 2027–2028. Program ini berada dalam konsep pendidikan yang membawa semangat Future Skills, dengan tujuan membentuk generasi yang CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR dikaitkan dengan takwa, disiplin, dan tangguh; BAGEUR dengan akhlak, jujur, dan manfaat; sedangkan PINTER dengan kecerdasan, kemampuan beradaptasi, dan kemandirian.
Lalu, seperti apa pengalaman siswa ketika mengikuti kegiatan kokurikuler tersebut?
Salah satu kegiatan yang tercantum dalam program kokurikuler SMP Al Ma’soem adalah Math Day. Jika matematika biasanya identik dengan pembelajaran di ruang kelas, kegiatan seperti Math Day dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengalami pembelajaran matematika dalam suasana yang berbeda.
Pengalaman tersebut dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk melihat bahwa matematika bukan hanya tentang mengerjakan soal, tetapi juga tentang berpikir, mencari pola, memahami persoalan, dan menemukan cara untuk menyelesaikannya. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bagian dari pengalaman belajar yang mendukung kemampuan siswa untuk berpikir secara lebih adaptif.
Cooking Day menghadirkan pengalaman yang dekat dengan aktivitas kehidupan sehari-hari. Memasak membutuhkan berbagai keterampilan, mulai dari mengikuti tahapan, mempersiapkan kebutuhan, menjaga kebersihan, hingga bekerja bersama orang lain.
Bagi siswa SMP, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi pengalaman untuk belajar bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Aktivitas memasak tidak hanya menghasilkan sebuah makanan, tetapi juga memberikan proses belajar melalui praktik langsung.
Pengalaman tersebut sejalan dengan semangat pendidikan yang ingin membentuk siswa agar lebih mandiri dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi.
Setiap siswa memiliki cara yang berbeda dalam mengekspresikan ide dan kreativitas. Melalui Expression Day, siswa mendapatkan ruang untuk mengekspresikan dirinya.
Kegiatan semacam ini dapat menjadi pengalaman penting karena siswa tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga berlatih menyampaikan gagasan. Keberanian untuk tampil, berkomunikasi, dan menunjukkan kreativitas merupakan bagian dari pengalaman yang dapat mendukung perkembangan pribadi siswa.
Program kokurikuler SMP Al Ma’soem juga mencantumkan Moeslim Day + Manasik Haji. Kegiatan ini mempertemukan pengalaman belajar dengan pembelajaran keagamaan.
Program sekolah juga mencantumkan Tahfidz & Ibadah, termasuk program Tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, dan Dhuha bersama. Dengan adanya kegiatan tersebut, pengalaman siswa di sekolah tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga mencakup pembentukan kebiasaan dan nilai keagamaan.
Melalui pengalaman langsung, siswa dapat memperoleh kesempatan untuk memahami praktik keagamaan dengan cara yang lebih konkret.
Sains Day menjadi bagian lain dari 10 kokurikuler yang ditawarkan. Sains sangat dekat dengan kegiatan mengamati, mencoba, menemukan, dan memahami bagaimana sesuatu bekerja.
Pengalaman belajar melalui kegiatan sains dapat membuat siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan rasa ingin tahu. Siswa dapat belajar bahwa proses menemukan jawaban tidak selalu berlangsung secara instan. Ada proses pengamatan, percobaan, dan pembelajaran dari hasil yang diperoleh.
Dukungan terhadap kegiatan semacam ini juga terlihat dari fasilitas SMP Al Ma’soem yang mencakup laboratorium komputer, biologi, fisika, kimia, dan bahasa.
Melalui Sport Day, siswa mendapatkan pengalaman yang lebih aktif secara fisik. Olahraga dapat menjadi ruang untuk belajar mengenai kedisiplinan, aturan, kerja sama, dan tanggung jawab.
SMP Al Ma’soem juga mencantumkan sarana olahraga sebagai salah satu fasilitas sekolah. Selain itu, tersedia lapang panahan yang dapat mendukung aktivitas siswa.
Dengan demikian, pengalaman siswa tidak hanya berlangsung ketika duduk di dalam kelas. Aktivitas fisik juga menjadi bagian dari kehidupan sekolah.
Independence Day menjadi bagian dari daftar kegiatan kokurikuler SMP Al Ma’soem. Kegiatan yang berkaitan dengan peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum bagi siswa untuk mengikuti aktivitas bersama teman-temannya.
Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dalam suasana yang berbeda dari pembelajaran reguler. Di dalamnya terdapat unsur kebersamaan dan partisipasi yang dapat menjadi bagian dari pengalaman sosial siswa selama berada di sekolah.
Batik Day memberikan ruang bagi siswa untuk berinteraksi dengan salah satu unsur budaya Indonesia. Kegiatan bertema budaya dapat menjadi pengalaman yang memperkenalkan siswa pada nilai-nilai yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Bagi siswa SMP, pengalaman seperti ini dapat menjadi cara untuk mengenal budaya tidak hanya melalui penjelasan, tetapi juga melalui keterlibatan dalam kegiatan sekolah.
Kemampuan bahasa menjadi salah satu aspek yang juga mendapat perhatian dalam program pendidikan Al Ma’soem. Untuk SMP reguler, brosur mencantumkan kelas internasional sebagai salah satu program, sementara program kokurikuler memasukkan English Day.
English Day dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk menggunakan bahasa Inggris dalam konteks kegiatan sekolah. Pengalaman tersebut dapat membantu siswa membangun kebiasaan menggunakan bahasa dalam situasi yang lebih aplikatif.
Program kelas internasional Al Ma’soem Lower Secondary sendiri menggunakan Cambridge Curriculum untuk tiga mata pelajaran, yaitu Mathematics, Science, dan English. Program tersebut juga mencantumkan pembelajaran bilingual, Intensive English Course (IEC), native English teacher, serta waktu belajar bahasa Inggris yang lebih panjang.
Daftar kokurikuler SMP Al Ma’soem juga mencantumkan Career Day serta Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda. Kedua kegiatan ini memberikan pengalaman yang berkaitan dengan wawasan siswa mengenai masa depan, bahasa, dan kehidupan sosial.
Career Day dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan siswa pada berbagai gambaran mengenai dunia karier. Sementara itu, Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan apresiasi terhadap bahasa dan semangat kebangsaan.
Jika dilihat secara keseluruhan, 10 kokurikuler SMP Al Ma’soem mencakup berbagai bentuk pengalaman: akademik melalui Math Day dan Sains Day, kreativitas melalui Expression Day, keterampilan sehari-hari melalui Cooking Day, keagamaan melalui Moeslim Day dan Manasik Haji, aktivitas fisik melalui Sport Day, budaya melalui Batik Day, bahasa melalui English Day dan Bulan Bahasa, serta wawasan masa depan melalui Career Day. Daftar tersebut tercantum secara langsung dalam materi SMP Al Ma’soem Tahun Ajaran 2027–2028.
Menariknya, kokurikuler tersebut hadir bersama berbagai program dan fasilitas sekolah lainnya. SMP Al Ma’soem menerapkan konsep Kurikulum Holistik, menyediakan program Tahfidz, peminatan Olimpiade, serta beasiswa akademik dan nonakademik. Sekolah juga menyediakan fasilitas seperti ruang multimedia, ruang konselor, studio mini dan podcast, reading corner, sarana olahraga, serta berbagai laboratorium.
Dengan pendekatan tersebut, pengalaman siswa di SMP tidak hanya diukur dari kegiatan belajar di dalam kelas. Ada kesempatan untuk mencoba, bekerja sama, berkomunikasi, berkreasi, berolahraga, mengenal budaya, memperkuat nilai keagamaan, hingga mendapatkan wawasan mengenai masa depan.
Pada akhirnya, pengalaman mengikuti kokurikuler dapat menjadi bagian dari perjalanan siswa dalam membangun karakter dan keterampilan. Melalui berbagai kegiatan yang berbeda, siswa memiliki ruang untuk menemukan minat, mengenali kemampuan diri, dan belajar menghadapi pengalaman baru.
Inilah yang membuat 10 kokurikuler menjadi salah satu bagian menarik dari program SMP Al Ma’soem Tahun Ajaran 2027–2028: siswa tidak hanya datang ke sekolah untuk belajar pelajaran, tetapi juga mendapatkan beragam pengalaman yang mendukung pembentukan generasi CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER—takwa, disiplin dan tangguh; berakhlak, jujur dan bermanfaat; serta cerdas, adaptif dan mandiri.