Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Olahraga merupakan salah satu bagian penting dalam kegiatan siswa di sekolah. Selain mendukung kebugaran tubuh, aktivitas olahraga dapat menjadi sarana bagi siswa untuk belajar disiplin, membangun kemandirian, mengembangkan kemampuan bekerja sama, serta menyalurkan minat dan bakat. Karena itu, kegiatan olahraga tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas tambahan, tetapi dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa di lingkungan sekolah.
Di Al Ma’soem, olahraga menjadi salah satu kegiatan yang terintegrasi dalam kehidupan siswa, baik pada jenjang SMP maupun SMA. Dalam informasi program Tahun Ajaran 2027–2028, SMP Al Ma’soem menerapkan Kurikulum Holistik dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mendukung pembentukan generasi yang CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR dimaknai sebagai pribadi yang takwa, disiplin, dan tangguh; BAGEUR sebagai pribadi yang berakhlak, jujur, dan bermanfaat; sedangkan PINTER menggambarkan pribadi yang cerdas, adaptif, dan mandiri.
Salah satu hal yang menunjukkan perhatian terhadap aktivitas fisik adalah adanya sarana olahraga di lingkungan sekolah. Pada jenjang SMP, fasilitas yang tersedia antara lain masjid, dome, ruang konselor, ruang seminar, ruang multimedia, kantin, lapang panahan, studio mini dan podcast, reading corner, serta sarana olahraga. Keberadaan fasilitas tersebut mendukung siswa untuk menjalani kegiatan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas.
Pada jenjang SMA, olahraga juga mendapatkan ruang dalam kegiatan pendidikan. Informasi program SMA Al Ma’soem menyebutkan secara khusus bahwa pelajaran olahraga langsung praktik. Artinya, pembelajaran olahraga tidak hanya berkaitan dengan teori, tetapi memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan aktivitas secara langsung. Hal tersebut menjadi salah satu bagian dari pendekatan kegiatan belajar yang melibatkan pengalaman siswa.
Pembelajaran secara praktik memberikan ruang bagi siswa untuk bergerak dan menerapkan materi yang dipelajari. Dalam kegiatan olahraga, siswa dapat mengikuti aktivitas fisik sesuai pembelajaran yang diberikan. Dengan demikian, olahraga menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan pengalaman berbeda dari pembelajaran akademik yang dilakukan di ruang kelas.
Pada jenjang SMP Al Ma’soem, olahraga juga hadir dalam bentuk kegiatan kokurikuler. Program kokurikuler yang tercantum dalam informasi sekolah meliputi Math Day, Cooking Day, Expression Day, Moeslim Day dan Manasik Haji, Sains Day, Sport Day, Independence Day, Batik Day, English Day, Career Day, serta Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda.
Adanya Sport Day menunjukkan bahwa aktivitas olahraga dapat menjadi bagian dari kegiatan siswa di luar pembelajaran rutin. Kegiatan semacam ini dapat memberikan suasana belajar yang lebih beragam karena siswa tidak hanya berhadapan dengan materi akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman melalui kegiatan yang melibatkan aktivitas fisik.
Sport Day juga dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengikuti kegiatan bersama teman-temannya. Dalam aktivitas olahraga, siswa dapat belajar mengikuti aturan kegiatan, menjaga kedisiplinan, serta berinteraksi dengan siswa lain. Dengan demikian, olahraga dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter yang berlangsung dalam kehidupan sekolah.
Selain pembelajaran olahraga dan kegiatan kokurikuler, aktivitas olahraga juga dapat dikembangkan melalui ekstrakurikuler. Informasi SMP dan SMA Al Ma’soem menyebutkan bahwa sekolah menyediakan ekstrakurikuler yang variatif dan siswa diwajibkan memilih minimal satu ekstrakurikuler.
Konsep tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih kegiatan sesuai dengan minatnya. Bagi siswa yang memiliki ketertarikan terhadap aktivitas fisik dan olahraga, kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan tersebut secara lebih terarah.
Kegiatan ekstrakurikuler juga membuat aktivitas siswa menjadi lebih beragam. Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran utama, siswa dapat memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan lain melalui kegiatan pilihan. Dengan pola seperti ini, pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan potensi siswa.
Kegiatan olahraga membutuhkan fasilitas yang memadai agar dapat dilaksanakan dengan baik. Al Ma’soem mencantumkan sarana olahraga sebagai salah satu fasilitas sekolah. Selain itu, tersedia pula lapang panahan sebagai bagian dari fasilitas yang dapat menunjang kegiatan siswa.
Pada lingkungan pesantren, fasilitas olahraga juga tercantum sebagai salah satu fasilitas yang tersedia. SMP Al Ma’soem menyediakan pondok putra dan putri secara terpisah, kamar dengan kapasitas empat hingga enam orang dan kamar mandi di dalam, laundry dan catering, aula, keamanan 24 jam, CCTV, internet, sistem informasi santri berbasis Android, minimarket, serta fasilitas olahraga.
Hal serupa juga terlihat pada program SMA Al Ma’soem. Selain sarana olahraga di lingkungan sekolah, fasilitas pesantren juga mencantumkan fasilitas olahraga sebagai salah satu bagian dari fasilitas yang tersedia bagi siswa boarding.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu pendukung agar siswa tetap dapat melakukan aktivitas fisik dalam lingkungan pendidikan. Terlebih bagi siswa yang mengikuti program boarding, kegiatan mereka berlangsung tidak hanya pada jam pembelajaran sekolah, tetapi juga dalam lingkungan pesantren.
Olahraga memiliki hubungan dengan salah satu nilai yang menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa Al Ma’soem, yaitu CAGEUR. Dalam informasi sekolah, CAGEUR dijelaskan sebagai takwa, disiplin, dan tangguh.
Kegiatan olahraga dapat menjadi salah satu aktivitas yang memberi pengalaman kepada siswa dalam menerapkan kedisiplinan. Siswa perlu mengikuti jadwal kegiatan, mematuhi aturan, serta menjalankan aktivitas sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan bersama, siswa juga belajar untuk bertanggung jawab terhadap peran dan kegiatan yang diikuti.
Nilai ketangguhan juga dapat diperkenalkan melalui aktivitas olahraga. Siswa yang mengikuti kegiatan fisik akan berhadapan dengan berbagai aktivitas yang membutuhkan usaha dan konsistensi. Namun, dalam konteks pendidikan Al Ma’soem, olahraga merupakan salah satu bagian dari keseluruhan program pembentukan siswa yang mencakup aspek akademik, karakter, keagamaan, dan kegiatan lainnya.
Program Full Day & Boarding School memberikan lingkungan pendidikan yang lebih luas bagi siswa. Pada jenjang SMP, program tersebut menggunakan Kurikulum Holistik dan dilengkapi dengan berbagai kegiatan seperti program Tahfidz, 10 kokurikuler, peminatan olimpiade, serta ekstrakurikuler.
Sementara itu, SMA Al Ma’soem menawarkan Full Day & Boarding School dengan Kurikulum Merdeka, kelas internasional, program sukses PTN, kelas interaktif, native teacher, serta beasiswa akademik dan nonakademik.
Dalam lingkungan full day maupun boarding, kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari keseharian siswa. Bagi siswa boarding, fasilitas olahraga tersedia di lingkungan pesantren sehingga aktivitas fisik dapat menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan di luar kegiatan pembelajaran dan pembelajaran pesantren. Program pesantren sendiri mencakup Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.
Dengan demikian, kegiatan siswa tidak hanya berpusat pada satu bidang. Aktivitas akademik, keagamaan, pengembangan minat dan bakat, serta olahraga berada dalam lingkungan pendidikan yang sama.
Sekolah pada dasarnya merupakan tempat siswa memperoleh berbagai pengalaman. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui buku, tugas, dan kegiatan di kelas. Kegiatan praktik, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan aktivitas fisik juga dapat menjadi bagian dari pengalaman pendidikan siswa.
Di Al Ma’soem, informasi program sekolah menyebutkan bahwa tidak ada jam kosong dan kegiatan tambahan seperti wisata serta kunjungan ilmiah dapat dilakukan. Ekstrakurikuler juga dibuat variatif dengan kewajiban bagi siswa untuk memilih minimal satu kegiatan.
Dalam konteks tersebut, olahraga menjadi salah satu bagian yang melengkapi kegiatan siswa. Melalui pelajaran olahraga yang langsung praktik, Sport Day, fasilitas olahraga, serta ekstrakurikuler yang tersedia, siswa memiliki beberapa ruang untuk melakukan aktivitas fisik.
Hal ini juga sejalan dengan konsep pendidikan yang membentuk siswa secara lebih menyeluruh. Pada SMP Al Ma’soem, tujuan pembentukan generasi dirangkum melalui CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. Ketiga nilai tersebut mencakup aspek ketakwaan, karakter, kecerdasan, kemampuan beradaptasi, kemandirian, serta ketangguhan.
Olahraga menjadi bagian kegiatan siswa bukan hanya ketika pelajaran olahraga berlangsung. Berdasarkan informasi program Al Ma’soem, aktivitas fisik dapat hadir melalui beberapa bentuk kegiatan, mulai dari pembelajaran olahraga secara praktik di SMA, Sport Day pada jenjang SMP, ekstrakurikuler, hingga pemanfaatan fasilitas olahraga yang tersedia di sekolah dan lingkungan pesantren.
Pola tersebut memberikan gambaran bahwa olahraga ditempatkan sebagai salah satu unsur dalam kegiatan pendidikan siswa. Aktivitas fisik dapat berjalan berdampingan dengan kegiatan akademik, keagamaan, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Bagi siswa, keberagaman kegiatan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih luas. Sementara bagi sekolah, tersedianya sarana olahraga dan program yang berkaitan dengan aktivitas fisik menjadi bagian dari upaya menyediakan lingkungan pendidikan yang mendukung berbagai kegiatan siswa.
Lalu, bagaimana olahraga menjadi bagian kegiatan siswa? Berdasarkan informasi SMP dan SMA Al Ma’soem Tahun Ajaran 2027–2028, olahraga hadir melalui beberapa bentuk kegiatan. Pada SMA, pelajaran olahraga disebutkan dilaksanakan secara langsung melalui praktik. Pada SMP, terdapat Sport Day sebagai salah satu kegiatan kokurikuler. Selain itu, kedua jenjang menyediakan ekstrakurikuler yang variatif dengan kewajiban memilih minimal satu kegiatan serta menyediakan sarana olahraga di lingkungan sekolah dan pesantren.
Dengan demikian, olahraga bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan siswa. Kehadirannya berdampingan dengan pembelajaran akademik, kegiatan keagamaan, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Melalui berbagai bentuk tersebut, siswa mendapatkan ruang untuk melakukan aktivitas fisik sekaligus menjalani pengalaman belajar yang lebih beragam. Dalam lingkungan pendidikan Al Ma’soem, kegiatan tersebut turut berada dalam kerangka pembentukan generasi yang CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER, yaitu takwa, disiplin, tangguh, berakhlak, jujur, bermanfaat, cerdas, adaptif, dan mandiri.
Oleh karena itu, olahraga dapat menjadi bagian penting dari keseharian siswa karena pelaksanaannya tidak berdiri sendiri. Olahraga terhubung dengan pembelajaran, kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, serta fasilitas yang tersedia di sekolah dan pesantren. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk tetap aktif sekaligus mengikuti berbagai program pendidikan yang disiapkan sekolah.