Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Pendidikan di sekolah tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Pembentukan karakter, akhlak, kedisiplinan, serta kebiasaan beribadah juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam program pendidikan di Al Ma’soem, baik pada jenjang SMP maupun SMA. Melalui konsep Full Day & Boarding School, siswa mendapatkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung kemampuan akademik, tetapi juga pembiasaan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
SMP dan SMA Al Ma’soem memiliki arah pendidikan yang menekankan pembentukan generasi yang CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR dimaknai sebagai pribadi yang takwa, disiplin, dan tangguh. BAGEUR menggambarkan akhlak, kejujuran, dan kebermanfaatan, sedangkan PINTER mencerminkan pribadi yang cerdas, adaptif, dan mandiri. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai karakter dan kebiasaan positif.
Salah satu kegiatan keagamaan yang secara khusus tercantum dalam program SMP dan SMA Al Ma’soem adalah Tahfidz & Ibadah. Program tersebut mencakup target Tahfidz minimal 3 juz, pelaksanaan shalat wajib berjamaah, serta kegiatan shalat Dhuha bersama. Dengan demikian, aktivitas ibadah tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan tambahan, tetapi menjadi bagian dari pembiasaan siswa selama berada di lingkungan sekolah.
Pada jenjang SMP, program Tahfidz juga disebut sebagai program Ziyadah dan Mutqin. Program tersebut menjadi salah satu karakteristik yang ditawarkan dalam pendidikan SMP Al Ma’soem. Selain program Tahfidz, sekolah juga mencantumkan shalat wajib berjamaah dan Dhuha bersama sebagai bagian dari program Tahfidz & Ibadah.
Sementara itu, pada jenjang SMA, program Tahfidz minimal 3 juz juga menjadi bagian dari program Tahfidz & Ibadah. Siswa dibiasakan melaksanakan shalat wajib secara berjamaah dan mengikuti Dhuha bersama. Program ini menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan di sekolah diarahkan agar siswa memiliki kebiasaan menjalankan ibadah secara teratur dalam aktivitas pendidikannya.
Salah satu bentuk kegiatan ibadah yang disebutkan secara jelas dalam materi sekolah adalah shalat wajib berjamaah. Pelaksanaan secara berjamaah menjadi bagian dari pembiasaan kehidupan keagamaan siswa di sekolah. Selain shalat wajib, terdapat pula kegiatan Dhuha bersama.
Keberadaan kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk menjalankan ibadah secara teratur di tengah aktivitas belajar. Dengan adanya pembiasaan ini, kegiatan sekolah tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembentukan rutinitas keagamaan.
Fasilitas sekolah juga mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Baik materi SMP maupun SMA mencantumkan masjid sebagai salah satu fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah. Masjid menjadi salah satu sarana penting untuk mendukung kegiatan keagamaan dan ibadah siswa.
Bagi siswa yang mengikuti program boarding, pendidikan keagamaan juga didukung melalui pembelajaran pesantren. Materi pembelajaran pesantren yang tercantum dalam dokumen meliputi Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.
Materi tersebut memberikan cakupan pembelajaran agama yang lebih luas. Al Quran Tajwid berkaitan dengan pembelajaran membaca Al Quran, sedangkan Tahfidz berhubungan dengan proses menghafal Al Quran. Sementara itu, Fiqih Ibadah memberikan pembelajaran mengenai aspek ibadah, dan Aqidah Akhlaq berkaitan dengan dasar keimanan serta pembentukan akhlak. Bahasa Arab dan Kitab Kuning juga menjadi bagian dari pembelajaran pesantren.
Pada jenjang SMA, pembelajaran pesantren juga memiliki susunan materi yang sama, yaitu Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab. Hal ini menunjukkan bahwa aspek pendidikan agama menjadi bagian yang terintegrasi dalam program pendidikan, terutama bagi siswa yang mengikuti sistem boarding.
Program boarding memberikan lingkungan pendidikan yang berbeda dengan sistem sekolah reguler karena siswa tinggal di lingkungan pesantren. Dalam dokumen Al Ma’soem, fasilitas pesantren terdiri atas pondok putra dan putri yang terpisah, kamar berkapasitas 4–6 orang dengan kamar mandi di dalam, laundry dan catering, aula, ruang tunggu, keamanan 24 jam, CCTV, internet, sistem informasi santri berbasis Android, minimarket, serta fasilitas olahraga.
Dengan adanya lingkungan pesantren tersebut, kegiatan pendidikan dan pembiasaan keagamaan dapat berlangsung dalam lingkungan yang lebih terarah. Siswa boarding tidak hanya mengikuti kegiatan pembelajaran akademik, tetapi juga berada dalam lingkungan yang menyediakan program Tahfidz, pembelajaran agama, serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan pesantren.
Kondisi ini dapat membantu siswa membangun rutinitas yang lebih teratur. Terlebih, salah satu nilai yang ingin dibentuk dalam konsep CAGEUR adalah pribadi yang takwa, disiplin, dan tangguh, sedangkan BAGEUR menekankan akhlak, jujur, dan manfaat.
Kegiatan ibadah siswa juga didukung melalui pembelajaran yang secara khusus membahas aspek keagamaan. Salah satunya adalah Fiqih Ibadah. Pembelajaran ini tercantum dalam materi pembelajaran pesantren baik untuk SMP maupun SMA.
Selain Fiqih Ibadah, terdapat Aqidah Akhlaq. Kedua materi tersebut dapat menjadi bagian dari proses pendidikan agama yang melengkapi praktik ibadah siswa. Jika kegiatan shalat berjamaah dan Dhuha bersama menjadi bentuk pembiasaan, maka pembelajaran agama memberikan landasan materi yang mendukung pemahaman siswa mengenai nilai-nilai keagamaan.
Dengan demikian, kegiatan keagamaan di Al Ma’soem tidak hanya berbentuk praktik, tetapi juga didukung pembelajaran yang tercantum dalam program pesantren.
Kegiatan keagamaan di Al Ma’soem juga dilengkapi dengan sejumlah bentuk penghargaan. Dalam materi SMP maupun SMA, tercantum penghargaan berupa Beasiswa Tahfidz, Santri of The Month, Muadzin, Khatam Qur’an, serta bebas DOP bagi siswa berprestasi.
Adanya penghargaan tersebut menunjukkan bahwa pencapaian siswa dalam kegiatan keagamaan juga mendapatkan perhatian. Program penghargaan dapat menjadi bagian dari apresiasi terhadap siswa yang menunjukkan prestasi atau keterlibatan dalam bidang keagamaan.
Pada jenjang SMA, bentuk penghargaan yang sama juga tercantum dalam program Tahfidz & Ibadah.
Perhatian terhadap aspek keagamaan juga terlihat dari adanya Tes Bidang Keagamaan dan Tes Kemandirian yang tercantum dalam informasi khusus SMA Al Ma’soem. Selain itu, dalam proses penerimaan siswa baru, terdapat Tes Baca Al Qur’an sebagai salah satu bagian dari tes masuk. Tes masuk lainnya meliputi psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Bahasa Inggris, dan wawancara.
Pada SMP, Tes Baca Al Qur’an juga tercantum dalam rangkaian tes masuk bersama psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Bahasa Inggris, dan wawancara.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan dan aspek keagamaan turut diperhatikan dalam lingkungan pendidikan Al Ma’soem.
Kegiatan ibadah siswa pada akhirnya tidak berdiri sendiri. Program tersebut berkaitan dengan tujuan pendidikan Al Ma’soem dalam membentuk generasi yang takwa, disiplin, tangguh, berakhlak, jujur, bermanfaat, cerdas, adaptif, dan mandiri.
Pada jenjang SMP, sekolah menggunakan konsep Future Skills dengan tetap membawa nilai CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. Sementara itu, SMA Al Ma’soem memiliki semboyan “Unggul Dalam Prestasi, Berakhlakul Karimah dan Berdisiplin.”
Oleh karena itu, kegiatan ibadah seperti shalat wajib berjamaah, Dhuha bersama, Tahfidz, serta pembelajaran pesantren dapat dipandang sebagai bagian dari rangkaian pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah.
Jadi, kegiatan ibadah siswa di Al Ma’soem dilaksanakan melalui pembiasaan shalat wajib berjamaah, Dhuha bersama, program Tahfidz minimal 3 juz, serta pembelajaran pesantren bagi program yang terkait dengan boarding. Pembelajaran pesantren mencakup Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.
Kegiatan tersebut didukung oleh fasilitas seperti masjid dan fasilitas pesantren, serta dilengkapi dengan penghargaan di bidang keagamaan seperti Beasiswa Tahfidz, Santri of The Month, Muadzin, dan Khatam Qur’an.
Melalui berbagai program tersebut, kegiatan ibadah menjadi salah satu bagian dari kehidupan pendidikan siswa. Selain memperoleh pembelajaran akademik, siswa juga mendapatkan kesempatan untuk membangun kebiasaan beribadah, mempelajari ilmu agama, mengembangkan kemampuan Tahfidz, serta membentuk karakter yang sesuai dengan nilai CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER.