Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Pembelajaran sains di sekolah dasar tidak harus selalu berlangsung melalui buku teks dan penjelasan guru. Anak juga membutuhkan kesempatan untuk mencoba, mengamati, membuat sesuatu, menemukan kesalahan, kemudian mencari cara memperbaikinya. Pendekatan seperti inilah yang membuat kegiatan STEM dan robotik menarik untuk dikaitkan dengan pembelajaran di SD Internasional.
Dalam lingkungan SD Al Ma’soem International Class Primary School, pembelajaran dirancang dengan standar internasional melalui integrasi IEC dan Cambridge Standards. Kegiatan belajar juga diarahkan agar interaktif dan memiliki tujuan yang jelas, dengan materi yang relevan serta penggunaan berbagai media pembelajaran.
Jika STEM dan robotik tersedia sebagai kegiatan pengembangan minat, aktivitas tersebut dapat menjadi ruang praktik yang memperkuat pengalaman belajar sains dan teknologi siswa.
STEM merupakan pendekatan yang menghubungkan Science, Technology, Engineering, dan Mathematics.
Pada tingkat sekolah dasar, penerapannya tidak harus berupa proyek yang sangat rumit.
Anak dapat mempelajari konsep sederhana melalui aktivitas membuat model, menyelesaikan masalah, mengukur sesuatu, mengamati gerakan, atau menguji sebuah rancangan.
Robotik kemudian menjadi salah satu media yang menarik karena anak dapat melihat hubungan antara konsep dan hasil nyata.
Ketika sebuah robot bergerak sesuai perintah, misalnya, anak dapat mulai bertanya mengapa robot tersebut bergerak.
Pertanyaan tersebut menjadi awal dari proses berpikir ilmiah.
Anak sehari-hari menggunakan teknologi.
Mereka melihat ponsel, komputer, televisi pintar, dan berbagai perangkat digital.
Namun, menggunakan teknologi berbeda dengan memahami cara kerjanya.
Robotik memberikan pengalaman untuk berpindah dari sekadar pengguna menjadi pembuat.
Anak belajar bahwa teknologi dibuat melalui serangkaian instruksi, rancangan, komponen, dan proses pengujian.
Pengalaman ini dapat membantu menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap teknologi.
Tidak selalu.
Untuk tingkat sekolah dasar, pembelajaran robotik dapat dimulai dari konsep yang sederhana.
Anak dapat memahami urutan instruksi, pola, sebab-akibat, dan logika sebelum berhadapan dengan konsep pemrograman yang lebih kompleks.
Jika kegiatan menggunakan coding, tingkat kesulitannya dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta.
Karena itu, orang tua tidak harus menganggap robotik sebagai kegiatan yang hanya cocok untuk anak yang sudah mahir komputer.
Justru kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan logika komputasional secara bertahap.
Robotik dapat membantu anak memahami bahwa sains tidak berhenti pada teori.
Misalnya, anak dapat mengamati gerakan suatu benda, mempelajari energi, memahami sensor, atau melihat hubungan antara input dan respons.
Siswa kemudian dapat melakukan pengujian.
Jika robot tidak bergerak sesuai harapan, mereka perlu mencari penyebabnya.
Apakah instruksinya salah?
Apakah komponennya tidak terpasang dengan benar?
Apakah terdapat bagian yang perlu diperbaiki?
Proses tersebut menyerupai cara berpikir ilmiah.
Salah satu kemampuan yang dapat berkembang melalui STEM dan robotik adalah pemecahan masalah.
Anak tidak selalu mendapatkan jawaban langsung.
Mereka perlu mencoba.
Ketika percobaan pertama gagal, anak dapat melakukan modifikasi.
Kegagalan menjadi informasi bahwa terdapat bagian yang harus diperiksa kembali.
Dengan pendekatan seperti ini, anak belajar bahwa masalah dapat diselesaikan melalui proses.
Pendekatan Cambridge dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang menekankan pemahaman dan penerapan.
Dalam lingkungan SD Internasional Al Ma’soem, pembelajaran menggunakan integrasi IEC dan Cambridge Standards.
Program tersebut juga didukung kegiatan belajar interaktif, topik yang relevan, multimedia, komputer di kelas, dan jaringan e-learning terintegrasi.
Lingkungan tersebut dapat mendukung kegiatan yang memerlukan eksplorasi teknologi.
Namun, kegiatan STEM tetap perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran agar teknologi tidak hanya menjadi aktivitas bermain.
Robotik juga memiliki hubungan dengan matematika.
Anak dapat berhadapan dengan konsep jarak, ukuran, urutan, pola, waktu, dan perhitungan sederhana.
Contohnya, ketika sebuah robot harus bergerak menuju titik tertentu, siswa dapat memperkirakan jarak dan menentukan langkah yang diperlukan.
Dengan demikian, matematika menjadi lebih konkret.
Anak melihat bahwa konsep yang dipelajari dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata.
STEM bukan hanya tentang jawaban benar.
Anak dapat menemukan lebih dari satu cara untuk menyelesaikan masalah.
Dalam membuat sebuah rancangan, siswa dapat memiliki ide yang berbeda dari temannya.
Perbedaan tersebut dapat menjadi bagian dari proses kreatif.
Anak belajar bahwa membuat sesuatu membutuhkan imajinasi sekaligus kemampuan menguji ide.
Jika kegiatan robotik dilakukan secara berkelompok, siswa dapat belajar membagi tugas.
Ada yang menyusun rancangan, memeriksa komponen, mencatat hasil percobaan, atau menguji sistem.
Pembagian tugas mengajarkan bahwa proyek teknologi tidak selalu dikerjakan seorang diri.
Anak juga belajar menyampaikan pendapat dan mendengarkan ide teman.
SD Internasional Al Ma’soem memiliki sejumlah fasilitas yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi, seperti komputer di kelas, Smart TV, multimedia, dan jaringan e-learning terintegrasi.
Fasilitas tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran digital.
Meski demikian, teknologi tetap berfungsi sebagai alat.
Keberhasilan kegiatan STEM dan robotik tetap sangat dipengaruhi oleh rancangan aktivitas, pendampingan guru, dan kesempatan anak melakukan eksplorasi.
Ketika anak mengikuti robotik, jangan hanya bertanya apakah robotnya berhasil bergerak.
Tanyakan juga apa yang dipelajari.
Mengapa robot bisa bergerak?
Apa yang dilakukan ketika percobaan gagal?
Bagaimana anak dan teman menyelesaikan masalah?
Pertanyaan tersebut membantu orang tua melihat nilai pembelajaran yang lebih luas.
Bagaimana ekstrakurikuler STEM dan robotik menguatkan pemahaman sains dalam konteks SD berstandar Cambridge? Kegiatan tersebut dapat menjadi jembatan antara konsep dan praktik. Anak tidak hanya menerima informasi, tetapi memperoleh kesempatan mengamati, mencoba, menguji, memperbaiki, dan menyimpulkan.
Pendekatan ini selaras dengan lingkungan belajar SD Internasional Al Ma’soem yang mengintegrasikan IEC dan Cambridge Standards serta memanfaatkan teknologi seperti komputer kelas, multimedia, Smart TV, dan e-learning.
STEM dan robotik juga dapat membantu mengembangkan kemampuan problem solving, kreativitas, logika, matematika, kerja sama, dan literasi teknologi. Karena program ekstrakurikuler dapat berubah sesuai tahun ajaran, orang tua tetap perlu mengonfirmasi bentuk kegiatan STEM dan robotik yang tersedia saat pendaftaran.