Google Image Result for https www shutterstock.com image vector two people analyzing long document 600nw

Bagaimana Alur dan Prosedur Pelaksanaan Kurikulum Merdeka & Cambridge di SMP Al Ma’soem?

Memilih sekolah untuk jenjang pendidikan menengah pertama bukan hanya tentang melihat fasilitas atau kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Orang tua juga perlu memahami bagaimana sekolah menyusun program pembelajaran, mengembangkan kemampuan akademik siswa, membentuk karakter, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan masa depan. Salah satu hal yang dapat menjadi perhatian adalah kurikulum dan sistem pembelajaran yang diterapkan sekolah.

SMP Al Ma’soem untuk Tahun Ajaran 2027–2028 hadir sebagai Full Day & Boarding School dengan konsep Kurikulum Holistik, Kelas Internasional, Program Tahfidz, 10 kegiatan kokurikuler, peminatan olimpiade, serta beasiswa akademik dan nonakademik. Materi sekolah juga mencantumkan Kurikulum Merdeka dan Cambridge University Press Educational Partner.

Lalu, bagaimana alur dan prosedur pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan Cambridge di SMP Al Ma’soem? Berdasarkan informasi dalam materi yang tersedia, pendekatan pembelajaran di SMP Al Ma’soem dapat dipahami sebagai bagian dari sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga mengembangkan karakter, keterampilan, pengalaman, dan kemandirian siswa.

1. Pembelajaran Berawal dari Konsep Kurikulum Holistik

SMP Al Ma’soem menggunakan konsep Kurikulum Holistik. Konsep tersebut menjadi bagian dari identitas program pendidikan SMP Al Ma’soem bersama dengan Kelas Internasional, Program Tahfidz Ziyadah dan Mutqin, 10 kokurikuler, peminatan olimpiade, serta beasiswa akademik dan nonakademik.

Kurikulum holistik menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian nilai akademik. Pendidikan juga berjalan untuk membentuk siswa secara lebih menyeluruh. Hal tersebut sejalan dengan visi pembentukan generasi CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER.

CAGEUR memiliki makna takwa, disiplin, dan tangguh. BAGEUR menggambarkan akhlak, jujur, dan manfaat. Sementara PINTER berarti cerdas, adaptif, dan mandiri. Ketiga nilai tersebut menjadi gambaran karakter yang ingin dibentuk melalui lingkungan pendidikan SMP Al Ma’soem.

Dengan demikian, pelaksanaan pembelajaran tidak berhenti ketika siswa memahami materi pelajaran. Siswa juga diarahkan untuk memiliki sikap disiplin, kemampuan beradaptasi, kemandirian, dan akhlak yang baik.

2. Kurikulum Merdeka Menjadi Bagian dari Pembelajaran

Materi SMP Al Ma’soem mencantumkan Kurikulum Merdeka bersama keterangan Cambridge University Press Educational Partner.

Dalam konteks pembelajaran di SMP Al Ma’soem, informasi tersebut berjalan berdampingan dengan program Kelas Internasional dan berbagai kegiatan pendukung. Artinya, pengalaman belajar siswa tidak hanya diperoleh melalui kegiatan pembelajaran reguler di kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman lebih luas.

Materi yang tersedia tidak merinci secara khusus tahapan teknis atau SOP pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan Cambridge, seperti pembagian modul, struktur asesmen Cambridge, atau urutan pembelajaran per mata pelajaran. Karena itu, bagian tersebut tidak dapat dijelaskan lebih jauh hanya berdasarkan brosur yang tersedia.

Namun, materi sekolah menunjukkan bahwa pembelajaran dirancang dalam kerangka yang luas dan terintegrasi dengan berbagai program pengembangan siswa.

3. Kelas Internasional sebagai Pendukung Wawasan Global

Salah satu program yang tercantum dalam profil SMP Al Ma’soem adalah Kelas Internasional. Program ini berjalan bersama dengan Kurikulum Holistik, Program Tahfidz, kegiatan kokurikuler, peminatan olimpiade, serta beasiswa akademik dan nonakademik.

Kehadiran Cambridge University Press sebagai Educational Partner juga tercantum dalam materi sekolah.

Dengan adanya program tersebut, siswa mendapatkan lingkungan pendidikan yang menggabungkan pembelajaran sekolah dengan pengembangan kemampuan yang lebih luas. Akan tetapi, materi yang tersedia belum menjelaskan secara spesifik mata pelajaran mana saja yang menggunakan materi Cambridge, sistem ujian Cambridge yang digunakan, maupun sertifikasi Cambridge tertentu. Oleh sebab itu, informasi tersebut sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pihak SMP Al Ma’soem apabila orang tua membutuhkan rincian teknis.

4. Pembelajaran Tidak Hanya Berlangsung di Dalam Kelas

Salah satu ciri khusus SMP Al Ma’soem adalah keterangan bahwa tidak ada jam kosong dan terdapat otonomi wali kelas. Selain itu, terdapat kegiatan tambahan seperti wisata dan kunjungan ilmiah yang bersifat sukarela. Ekstrakurikuler juga tersedia secara variatif dan siswa diwajibkan memilih minimal satu ekstrakurikuler.

Hal ini membuat alur pendidikan siswa tidak hanya berpusat pada kegiatan belajar mengajar di kelas. Setelah mendapatkan pembelajaran akademik, siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan pengalaman melalui kegiatan lain.

Model seperti ini mendukung gagasan pendidikan holistik karena siswa memperoleh ruang untuk belajar melalui berbagai aktivitas, baik akademik maupun nonakademik.

5. Kokurikuler Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Belajar

SMP Al Ma’soem memiliki 10 kokurikuler yang tercantum dalam program sekolah. Dalam materi dijelaskan berbagai kegiatan seperti Math Day, Cooking Day, Expresion Day, Moeslim Day + Manasik Haji, Sains Day, Sport Day, Independence Day, Batik Day, English Day, Career Day, serta Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda.

Berbagai kegiatan tersebut memberikan variasi pengalaman kepada siswa. Misalnya, kegiatan yang berhubungan dengan matematika dan sains dapat memberikan pengalaman akademik, sedangkan Cooking Day, Sport Day, Batik Day, atau kegiatan lainnya dapat memberikan pengalaman praktik dan kreativitas.

English Day juga menjadi salah satu kegiatan yang relevan dengan pengembangan kemampuan bahasa. Sementara Career Day dapat memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal wawasan mengenai dunia karier.

Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian materi pembelajaran, tetapi juga memberikan pengalaman melalui kegiatan yang lebih kontekstual.

6. Pengembangan Akademik melalui Peminatan Olimpiade

Selain pembelajaran reguler, SMP Al Ma’soem juga mencantumkan peminatan olimpiade sebagai salah satu program sekolah.

Program tersebut memberikan ruang bagi siswa yang memiliki minat pada bidang akademik tertentu untuk mengembangkan potensinya. Peminatan ini juga dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan siswa secara lebih individual.

Di sisi lain, sekolah juga menyediakan beasiswa akademik dan nonakademik. Artinya, pencapaian siswa tidak hanya dipandang dari satu bidang saja, tetapi juga dapat berkembang melalui berbagai potensi yang dimiliki.

7. Pembentukan Karakter Berjalan Bersamaan dengan Pembelajaran

Pelaksanaan pendidikan di SMP Al Ma’soem juga dipadukan dengan program keagamaan. Sekolah mencantumkan Program Tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, dan Dhuha bersama. Terdapat pula penghargaan seperti Beasiswa Tahfidz, Santri of The Month, Muadzin, Khatam Qur’an, dan bebas DOP bagi siswa berprestasi.

Untuk siswa yang mengikuti sistem boarding, kegiatan pendidikan juga dilengkapi pembelajaran pesantren yang mencakup Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, Bahasa Arab, dan materi lainnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran akademik dan pembentukan karakter keagamaan ditempatkan dalam lingkungan pendidikan yang saling melengkapi.

8. Kegiatan Belajar Didukung Fasilitas Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran membutuhkan lingkungan yang mendukung. SMP Al Ma’soem menyediakan berbagai fasilitas, antara lain ruang konselor, ruang seminar, ruang multimedia, reading corner, sarana olahraga, studio mini dan podcast, serta laboratorium komputer, biologi, fisika, kimia, dan bahasa.

Keberadaan laboratorium dan ruang multimedia memberikan sarana untuk mendukung variasi aktivitas pembelajaran. Sementara ruang konselor dapat mendukung aspek pendampingan siswa.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari lingkungan sekolah yang menunjang proses pendidikan, meskipun materi yang tersedia tidak merinci penggunaan setiap fasilitas untuk mata pelajaran atau program Cambridge tertentu.

9. Lingkungan Full Day dan Boarding Mendukung Proses Pendidikan

SMP Al Ma’soem menyediakan dua pilihan lingkungan pendidikan, yaitu Full Day & Boarding School.

Untuk program boarding, fasilitas pesantren mencakup pondok putra dan putri yang terpisah, kamar berkapasitas 4–6 orang dengan kamar mandi di dalam, laundry dan catering, aula, ruang tunggu, keamanan 24 jam, CCTV, internet, sistem informasi santri berbasis Android, minimarket, serta fasilitas olahraga.

Dengan lingkungan boarding, kegiatan pendidikan siswa berlangsung dalam lingkungan yang lebih terstruktur. Selain pembelajaran sekolah, siswa juga mengikuti pembelajaran pesantren dan kegiatan pembentukan karakter.

10. Alur Pendidikan Siswa di SMP Al Ma’soem

Jika dirangkum berdasarkan materi yang tersedia, alur pendidikan di SMP Al Ma’soem dapat digambarkan sebagai berikut:

Pembelajaran Kurikulum Merdeka dan program sekolah → pengembangan melalui Kelas Internasional dan dukungan Cambridge University Press → kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler → pengembangan minat melalui peminatan olimpiade → pembentukan karakter melalui Tahfidz dan kegiatan keagamaan → pengembangan kemandirian dan keterampilan melalui lingkungan Full Day atau Boarding.

Alur tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di SMP Al Ma’soem dirancang dengan pendekatan yang menyeluruh. Pembelajaran akademik menjadi salah satu bagian, kemudian diperkuat melalui kegiatan pengalaman, pengembangan bakat, pembentukan karakter, dan kegiatan keagamaan.

Jadi, alur dan prosedur pelaksanaan Kurikulum Merdeka & Cambridge di SMP Al Ma’soem berdasarkan materi Tahun Ajaran 2027–2028 berada dalam kerangka pendidikan yang lebih luas, yaitu Kurikulum Holistik, Kelas Internasional, program kokurikuler, peminatan olimpiade, Tahfidz, serta pembentukan karakter CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER.

SMP Al Ma’soem juga mencantumkan Kurikulum Merdeka dan Cambridge University Press sebagai Educational Partner, sehingga aspek pembelajaran akademik dan wawasan internasional menjadi bagian dari program yang ditawarkan.

Namun, perlu dicatat bahwa file yang tersedia belum menjelaskan secara rinci prosedur teknis penerapan Cambridge, seperti struktur mata pelajaran Cambridge, jenis asesmen, jadwal pelaksanaan, atau tahapan sertifikasi. Karena itu, informasi tersebut sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pihak sekolah.

Pada akhirnya, pendidikan di SMP Al Ma’soem tidak hanya diarahkan agar siswa memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga agar mereka tumbuh menjadi generasi yang takwa, disiplin, tangguh, berakhlak, jujur, bermanfaat, cerdas, adaptif, dan mandiri. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari arah pembentukan generasi CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER yang ditampilkan dalam program sekolah.