Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Memilih sekolah menengah atas bukan hanya tentang mencari tempat untuk memperoleh nilai akademik yang baik. Bagi banyak orang tua, pendidikan juga menjadi kesempatan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta pemahaman agama yang kuat pada diri anak. Konsep inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam program pendidikan SMA Al Ma’soem, yang menggabungkan pendidikan sekolah dengan pembelajaran pesantren.
SMA Al Ma’soem hadir dengan konsep Full Day & Boarding School untuk Tahun Ajaran 2027–2028. Program pendidikan yang ditawarkan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membawa semangat “Unggul Dalam Prestasi, Berakhlakul Karimah dan Berdisiplin”. Selain Kurikulum Merdeka, sekolah juga menawarkan kelas internasional, program sukses PTN, kelas interaktif, native teacher, serta beasiswa akademik dan nonakademik.
Lalu, apa yang membuat program SMA Al Ma’soem berbeda dalam pembelajaran pesantren?
Salah satu pembeda utama adalah adanya pembelajaran pesantren yang secara khusus mencakup beberapa bidang keislaman. Materi yang tercantum dalam program tersebut meliputi Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.
Dengan susunan tersebut, pembelajaran pesantren tidak hanya berfokus pada satu aspek keagamaan. Siswa mendapatkan pembelajaran yang mencakup kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tajwid, menghafal Al-Qur’an, memahami kitab kuning, mempelajari fiqih ibadah, memahami aqidah dan akhlak, serta mempelajari Bahasa Arab.
Pendekatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal pendidikan agama melalui beberapa bidang yang saling melengkapi. Pengetahuan keagamaan tidak hanya dipelajari sebagai teori, tetapi menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang dijalani siswa selama mengikuti program sekolah dan pesantren.
Keunikan lainnya terdapat pada program Tahfidz minimal 3 juz. Program ini menjadi salah satu bagian dari program khusus Al Ma’soem bersama dengan pelaksanaan ibadah seperti shalat wajib berjamaah dan Dhuha bersama.
Target tahfidz tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di Al Ma’soem tidak hanya memberikan perhatian pada kemampuan akademik umum. Siswa juga diarahkan untuk memiliki pengalaman dalam menghafal Al-Qur’an.
Bagi siswa yang memiliki minat dan kemampuan di bidang tahfidz, lingkungan seperti ini dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan secara lebih terarah. Selain program tahfidz, terdapat pula bentuk penghargaan seperti Beasiswa Tahfidz, Santri of The Month, Muadzin, Khatam Qur’an, serta kesempatan mendapatkan bebas DOP bagi siswa berprestasi.
Adanya penghargaan tersebut juga memperlihatkan bahwa pencapaian siswa tidak hanya dilihat dari bidang akademik. Prestasi dan aktivitas keagamaan mendapatkan ruang dalam lingkungan pendidikan Al Ma’soem.
Pembelajaran pesantren di SMA Al Ma’soem juga berkaitan dengan pembiasaan ibadah. Program yang tercantum dalam materi sekolah meliputi shalat wajib berjamaah dan Dhuha bersama.
Pembiasaan semacam ini membuat pendidikan agama tidak berhenti pada kegiatan belajar di kelas. Siswa juga mendapatkan pengalaman menjalankan aktivitas ibadah secara bersama-sama dalam lingkungan sekolah dan pesantren.
Konsep tersebut sejalan dengan tujuan pembentukan generasi yang disebutkan Al Ma’soem, yaitu CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR berarti takwa, disiplin dan tangguh; BAGEUR berarti akhlak, jujur dan manfaat; sedangkan PINTER berarti cerdas, adaptif dan mandiri.
Dengan demikian, pembelajaran pesantren dapat dipahami sebagai salah satu bagian yang mendukung tujuan pendidikan secara menyeluruh: siswa diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan, ketakwaan, dan kemandirian.
Materi pembelajaran pesantren Al Ma’soem juga menarik karena tidak hanya menawarkan tahfidz dan pembelajaran Al-Qur’an. Terdapat pula Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.
Keberadaan beberapa bidang tersebut membuat pembelajaran agama memiliki cakupan yang lebih beragam. Fiqih ibadah memberikan ruang untuk mempelajari aspek ibadah, sedangkan aqidah akhlak berkaitan dengan dasar keimanan dan pembentukan perilaku. Bahasa Arab menjadi bagian lain yang mendukung pembelajaran keislaman.
Sementara itu, kitab kuning menjadi salah satu ciri pembelajaran pesantren yang tercantum secara langsung dalam program SMA Al Ma’soem. Kombinasi materi tersebut memberikan warna tersendiri pada pendidikan yang ditawarkan.
Bagi siswa yang mengikuti program boarding, pengalaman pembelajaran pesantren didukung dengan fasilitas pondok. Al Ma’soem menyediakan pondok putra dan putri secara terpisah, dengan kapasitas kamar 4–6 orang dan kamar mandi di dalam. Fasilitas pendukung lainnya meliputi laundry dan catering, aula dan ruang tunggu, security 24 jam, CCTV, internet, sistem informasi santri berbasis Android, minimarket, serta fasilitas olahraga.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari konsep boarding school. Siswa yang tinggal di lingkungan pesantren tidak hanya datang untuk mengikuti pelajaran, tetapi juga menjalani kehidupan pendidikan dalam lingkungan yang telah disiapkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Sistem informasi santri berbasis Android juga menunjukkan adanya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan kehidupan santri. Jadi, konsep pesantren yang ditawarkan tetap didukung oleh fasilitas dan sistem yang menyesuaikan kebutuhan pendidikan masa kini.
Perbedaan lainnya dapat dilihat dari perhatian Al Ma’soem terhadap kedisiplinan. Sekolah mencantumkan bahwa tidak ada sanksi fisik, melainkan menggunakan sistem poin. Namun, beberapa pelanggaran berat seperti narkoba, asusila, kriminal, mencontek, dan menjadi pemukul pertama mendapatkan sanksi langsung tanpa tahapan.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya disampaikan melalui materi keagamaan. Kedisiplinan juga diterapkan melalui aturan dan sistem yang menjadi bagian dari kehidupan sekolah.
Hal ini kembali berkaitan dengan konsep CAGEUR yang menekankan takwa, disiplin, dan tangguh, serta BAGEUR yang menekankan akhlak, kejujuran, dan kebermanfaatan.
SMA Al Ma’soem juga menekankan bahwa tidak ada jam kosong. Sekolah memberikan otonomi kepada wali kelas, sementara kegiatan tambahan seperti wisata dan kunjungan ilmiah bersifat sukarela. Selain itu, siswa diwajibkan memilih minimal satu kegiatan ekstrakurikuler dari pilihan yang tersedia.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di Al Ma’soem dirancang agar waktu siswa tetap memiliki aktivitas yang terarah. Pendidikan pesantren menjadi salah satu unsur dalam lingkungan tersebut, berdampingan dengan pembelajaran akademik dan kegiatan pengembangan minat.
Sekolah juga menerapkan tes kemandirian dan tes bidang keagamaan sebagai bagian dari pendekatan pendidikan yang ditawarkan.
Hal menarik lainnya adalah pendidikan pesantren tidak berdiri sendiri. Program SMA Al Ma’soem juga menyediakan Kurikulum Merdeka, kelas internasional, program sukses PTN, kelas interaktif, native teacher, serta berbagai fasilitas pembelajaran modern.
Untuk kelas internasional, materi yang tersedia menyebutkan penggunaan Cambridge curriculum, pembelajaran bilingual dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, intensive English course, native English teacher, extended English learning hours, serta pembelajaran interaktif menggunakan Smart TV.
Dengan demikian, siswa dapat memperoleh pengalaman pendidikan yang menggabungkan pembelajaran umum, pengembangan kemampuan bahasa, pendidikan agama, serta pembentukan karakter. Materi kelas internasional juga menyebutkan tujuan membentuk generasi yang global-minded, cerdas, kompeten, memiliki kemampuan Bahasa Inggris, unggul secara akademik, dan mempunyai nilai moral yang kuat.
Program pendidikan Al Ma’soem juga didukung oleh fasilitas yang cukup beragam. Di lingkungan sekolah tersedia masjid, dome, ruang konselor, ruang seminar, ruang multimedia, kantin, minimarket, lapang panahan, WiFi, CCTV, studio mini dan podcast, reading corner, sarana olahraga, serta laboratorium komputer, biologi, fisika, kimia, dan bahasa.
Untuk program pesantren, fasilitas pondok dilengkapi dengan fasilitas yang menunjang kehidupan santri. Dengan adanya fasilitas tersebut, pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan yang menggabungkan kegiatan belajar, ibadah, pengembangan diri, dan kehidupan bersama.
Jadi, hal yang membuat program SMA Al Ma’soem berbeda dalam pembelajaran pesantren adalah penggabungan pendidikan akademik, pendidikan agama, pembiasaan ibadah, pembentukan karakter, serta kehidupan boarding dalam satu lingkungan pendidikan.
Pembelajaran pesantrennya mencakup Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab. Program tersebut diperkuat dengan target Tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, Dhuha bersama, serta berbagai penghargaan bagi siswa dalam bidang keagamaan dan prestasi.
Di sisi lain, pendidikan karakter diwujudkan melalui nilai CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER, yang menekankan takwa, disiplin, ketangguhan, akhlak, kejujuran, kecerdasan, adaptasi, dan kemandirian.
Program pesantren tersebut juga tidak terpisah dari pendidikan modern. Kurikulum Merdeka, kelas internasional, program sukses PTN, kelas interaktif, native teacher, serta fasilitas pembelajaran yang beragam menjadi bagian dari program SMA Al Ma’soem.
Dengan pendekatan tersebut, SMA Al Ma’soem menawarkan konsep pendidikan yang berusaha mempertemukan prestasi akademik dan pendidikan karakter keislaman. Bagi orang tua yang mencari pendidikan SMA dengan unsur sekolah dan pesantren, perpaduan inilah yang menjadi salah satu karakter utama program Al Ma’soem.