Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Pada masa ini, siswa juga berada dalam tahap penting untuk membangun kebiasaan, kedisiplinan, kemandirian, serta karakter yang akan menjadi bekal untuk pendidikan dan kehidupan berikutnya. Karena itu, lingkungan pendidikan yang mampu memadukan pembelajaran akademik dengan pembinaan keagamaan menjadi salah satu pilihan bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan secara lebih menyeluruh.
SMP Al Ma’soem merupakan salah satu sekolah yang menawarkan konsep Full Day & Boarding School dengan Kurikulum Holistik, Kelas Internasional, peminatan Olimpiade, berbagai kegiatan kokurikuler, serta Program Tahfidz Ziyadah dan Mutqin. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter siswa melalui pembiasaan keagamaan.
Lalu, apa saja aspek mendasar dari Program Tahfidz Ziyadah dan Mutqin yang diterapkan di SMP Al Ma’soem?
Aspek pertama yang mendasar adalah penempatan Tahfidz sebagai bagian dari program pendidikan di SMP Al Ma’soem. Dalam materi sekolah, Program Tahfidz secara khusus disebutkan sebagai salah satu program utama bersama Kurikulum Holistik, Kelas Internasional, 10 kokurikuler, peminatan Olimpiade, serta beasiswa akademik dan nonakademik.
Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan menghafal Al-Qur’an tidak berdiri sendiri sebagai aktivitas tambahan, melainkan menjadi bagian dari pengalaman pendidikan siswa. Dengan demikian, siswa mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun kedekatan dengan Al-Qur’an.
Program tersebut juga sejalan dengan arah pembentukan generasi yang ditampilkan SMP Al Ma’soem melalui tiga nilai utama, yaitu CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR memiliki makna takwa, disiplin, dan tangguh; BAGEUR mencakup akhlak, jujur, dan manfaat; sedangkan PINTER berarti cerdas, adaptif, dan mandiri.
Dari nama programnya, SMP Al Ma’soem secara khusus menggunakan konsep Ziyadah dan Mutqin. Kedua istilah tersebut menjadi identitas Program Tahfidz yang tercantum dalam informasi penerimaan siswa tahun ajaran 2027–2028.
Dalam konteks program Tahfidz, Ziyadah dapat dipahami sebagai proses menambah hafalan, sedangkan Mutqin berkaitan dengan penguatan atau pemantapan hafalan yang sudah dimiliki. Dengan pendekatan tersebut, proses menghafal tidak hanya diarahkan pada bertambahnya jumlah ayat atau juz yang dikuasai, tetapi juga pada upaya menjaga dan memantapkan hafalan.
Namun, materi yang diberikan SMP Al Ma’soem tidak merinci secara teknis mengenai jumlah ayat yang ditargetkan setiap hari, metode setoran, pembagian kelompok Tahfidz, atau jadwal khusus antara sesi Ziyadah dan Mutqin. Karena itu, rincian teknis tersebut tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan brosur yang tersedia.
Salah satu informasi yang secara jelas tercantum dalam materi SMP Al Ma’soem adalah target Program Tahfidz minimal 3 juz. Program ini ditempatkan bersama dengan pembiasaan ibadah berupa shalat wajib berjamaah dan Dhuha bersama.
Target minimal tersebut memberikan gambaran bahwa program memiliki capaian yang ingin dibangun selama siswa mengikuti pendidikan. Dengan adanya target, proses pembelajaran Tahfidz dapat diarahkan secara lebih terstruktur sehingga siswa memiliki tujuan yang perlu dicapai.
Pada saat yang sama, keberhasilan Tahfidz tidak hanya dapat dilihat dari jumlah hafalan. Karena program menggunakan konsep Ziyadah dan Mutqin, aspek penambahan hafalan dan pemantapan hafalan menjadi bagian yang saling melengkapi.
Aspek lain yang mendasar adalah keterkaitan antara Tahfidz dengan pembiasaan ibadah. SMP Al Ma’soem mencantumkan shalat wajib berjamaah dan Dhuha bersama sebagai bagian dari program Tahfidz dan ibadah.
Pembiasaan tersebut memberikan konteks yang lebih luas terhadap kegiatan menghafal Al-Qur’an. Siswa tidak hanya diarahkan untuk memiliki hafalan, tetapi juga dibiasakan menjalankan aktivitas keagamaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, pembelajaran agama tidak hanya berlangsung dalam bentuk materi pelajaran. Kegiatan ibadah bersama menjadi bagian dari rutinitas yang dapat mendukung pembentukan kedisiplinan dan kebiasaan positif.
Program Tahfidz juga berada dalam lingkungan pembelajaran pesantren. Materi SMP Al Ma’soem mencantumkan beberapa pembelajaran pesantren, yaitu Al-Qur’an Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.
Kehadiran Al-Qur’an Tajwid menjadi aspek yang relevan dengan Program Tahfidz karena kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tajwid merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran Al-Qur’an. Sementara itu, Fiqih Ibadah dan Aqidah Akhlaq memberikan materi keagamaan yang lebih luas.
Bahasa Arab juga menjadi salah satu pembelajaran pesantren. Dengan demikian, lingkungan pembelajaran keagamaan di SMP Al Ma’soem tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi mencakup beberapa bidang pembelajaran Islam.
SMP Al Ma’soem menyediakan konsep Full Day & Boarding School. Pilihan boarding memberikan lingkungan tempat tinggal bagi siswa sehingga kegiatan pendidikan dan pembinaan dapat berlangsung dalam lingkungan sekolah dan pesantren.
Untuk fasilitas pesantren, materi mencantumkan pondok putra dan putri yang terpisah, kapasitas kamar 4–6 orang dengan kamar mandi di dalam, laundry dan catering, aula dan ruang tunggu, keamanan 24 jam, CCTV, internet, sistem informasi santri berbasis Android, minimarket, serta fasilitas olahraga.
Lingkungan tersebut menjadi bagian pendukung bagi siswa yang mengikuti pendidikan dengan sistem boarding. Dalam konteks Tahfidz, lingkungan yang lebih terintegrasi dengan kegiatan pesantren dapat memberikan ruang bagi pembiasaan aktivitas keagamaan di luar jam pembelajaran akademik.
Program Tahfidz juga berkaitan dengan tujuan pembentukan karakter yang menjadi bagian dari identitas SMP Al Ma’soem. Sekolah menggunakan konsep CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER, yang masing-masing menekankan takwa, disiplin dan ketangguhan; akhlak, kejujuran dan kebermanfaatan; serta kecerdasan, kemampuan beradaptasi dan kemandirian.
Menghafal Al-Qur’an membutuhkan konsistensi dan kedisiplinan dalam menjalankan proses pembelajaran. Karena itu, program Tahfidz dapat menjadi salah satu ruang pembiasaan bagi siswa untuk belajar mengatur rutinitas dan menjaga tanggung jawab terhadap target yang diberikan.
Selain itu, SMP Al Ma’soem menerapkan sistem poin dan tidak menggunakan sanksi fisik. Hal tersebut menjadi bagian dari sistem pembinaan siswa yang tercantum dalam materi sekolah.
Aspek berikutnya adalah pemberian apresiasi terhadap pencapaian siswa. SMP Al Ma’soem mencantumkan beberapa bentuk penghargaan, di antaranya Beasiswa Tahfidz, Santri of The Month, Muadzin, Khatam Qur’an, serta bebas DOP bagi siswa berprestasi.
Adanya penghargaan tersebut menunjukkan bahwa pencapaian dalam bidang keagamaan mendapatkan perhatian dalam lingkungan pendidikan Al Ma’soem. Penghargaan juga dapat menjadi bagian dari sistem apresiasi sekolah terhadap siswa yang menunjukkan prestasi atau keterlibatan dalam kegiatan keagamaan.
Program Tahfidz tidak berdiri sendiri. SMP Al Ma’soem juga memiliki kegiatan kokurikuler seperti Math Day, Cooking Day, Expression Day, Moeslim Day dan Manasik Haji, Sains Day, Sport Day, Independence Day, Batik Day, English Day, Career Day, serta Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda.
Di samping itu, sekolah menyediakan ekstrakurikuler yang variatif dengan ketentuan siswa wajib memilih minimal satu ekstrakurikuler.
Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan siswa tidak hanya diarahkan pada satu bidang. Program Tahfidz menjadi salah satu komponen dalam sistem pendidikan yang mencakup akademik, keagamaan, kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, serta pengembangan minat dan potensi.
Program Tahfidz Ziyadah dan Mutqin di SMP Al Ma’soem memiliki beberapa aspek mendasar yang dapat dilihat dari materi resmi sekolah. Aspek tersebut meliputi Tahfidz sebagai bagian dari program pendidikan, konsep Ziyadah dan Mutqin, target minimal 3 juz, pembiasaan shalat wajib berjamaah dan Dhuha, pembelajaran pesantren, serta lingkungan Full Day & Boarding School.
Program ini juga didukung pembelajaran Al-Qur’an Tajwid, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab. Dari sisi pembentukan karakter, program tersebut ditempatkan dalam kerangka CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER yang menekankan takwa, disiplin, akhlak, kejujuran, kecerdasan, adaptasi, serta kemandirian.
Dengan demikian, berdasarkan materi yang tersedia, Program Tahfidz Ziyadah dan Mutqin di SMP Al Ma’soem merupakan bagian dari pendekatan pendidikan yang memadukan hafalan Al-Qur’an dengan pembiasaan ibadah, pembelajaran pesantren, dan pembentukan karakter. Sementara itu, rincian teknis mengenai metode Ziyadah dan Mutqin, seperti mekanisme setoran hafalan, jadwal murajaah, pembagian target per semester, dan sistem evaluasi hafalan, tidak dijelaskan secara rinci dalam file yang diberikan sehingga informasi tersebut perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak SMP Al Ma’soem apabila diperlukan.