668854982151208273

Apa Perbedaan Pembelajaran Reguler dan Pembelajaran Internasional?

Memilih sekolah untuk anak bukan hanya tentang mempertimbangkan fasilitas atau lokasi, tetapi juga memahami model pembelajaran yang ditawarkan. Salah satu hal yang sering menjadi perhatian orang tua dan calon peserta didik adalah pilihan antara pembelajaran reguler dan pembelajaran internasional. Keduanya dapat menjadi bagian dari perjalanan pendidikan siswa, tetapi memiliki karakteristik dan orientasi pembelajaran yang perlu dipahami sejak awal.

Di Al Ma’soem, baik jenjang SMP maupun SMA untuk Tahun Ajaran 2027–2028, terdapat beberapa program pendidikan yang dirancang untuk mendukung perkembangan akademik, karakter, kemandirian, serta kemampuan siswa. Materi penerimaan peserta didik baru mencantumkan Kelas Internasional sebagai salah satu program yang tersedia. Pada jenjang SMA, program tersebut hadir bersama Kurikulum Merdeka, Program Sukses PTN, kelas interaktif, native teacher, serta program beasiswa akademik dan nonakademik. Sementara itu, pada jenjang SMP, Kelas Internasional juga menjadi salah satu program yang ditawarkan bersama Kurikulum Holistik, Program Tahfidz, 10 kokurikuler, peminatan olimpiade, serta beasiswa akademik dan nonakademik.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan pembelajaran reguler dan pembelajaran internasional?

Pembelajaran Reguler sebagai Bagian dari Program Sekolah

Pembelajaran reguler merupakan jalur pendidikan sekolah yang menjadi bagian dari program utama Al Ma’soem. Pada jenjang SMA, materi sekolah mencantumkan Kurikulum Merdeka sebagai salah satu program pendidikan. Sementara pada jenjang SMP, sekolah mencantumkan Kurikulum Holistik sebagai salah satu karakteristik program pendidikannya.

Dengan demikian, pembelajaran reguler tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar akademik di kelas. Pendidikan di Al Ma’soem juga dirancang untuk membentuk karakter siswa melalui nilai CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR berarti takwa, disiplin, dan tangguh; BAGEUR berarti akhlak, jujur, dan manfaat; sedangkan PINTER berarti cerdas, adaptif, dan mandiri.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran reguler di Al Ma’soem tetap diarahkan pada perkembangan siswa secara menyeluruh. Siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga mengikuti kegiatan pendukung seperti ekstrakurikuler, kegiatan keagamaan, olahraga, serta berbagai aktivitas lainnya.

Pada jenjang SMP, misalnya, terdapat berbagai kegiatan kokurikuler seperti Math Day, Cooking Day, Expression Day, Moeslim Day dan Manasik Haji, Sains Day, Sport Day, Independence Day, Batik Day, English Day, Career Day, Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda.

Artinya, pembelajaran reguler tetap memiliki ruang yang luas untuk pengembangan kemampuan siswa di luar pembelajaran akademik utama.

Pembelajaran Internasional sebagai Pilihan Program

Berbeda dengan istilah pembelajaran reguler, materi Al Ma’soem secara khusus mencantumkan Kelas Internasional sebagai salah satu program pendidikan, baik untuk SMP maupun SMA.

Pada brosur SMA Tahun Ajaran 2027–2028, Kelas Internasional tercantum bersama Kurikulum Merdeka, Program Sukses PTN, Kelas Interaktif, dan Native Teacher. Hal ini menunjukkan bahwa program internasional memiliki unsur pembelajaran yang diarahkan pada lingkungan pendidikan dengan wawasan lebih luas dan dukungan pengajar native teacher.

Sementara itu, brosur SMP juga mencantumkan Kelas Internasional sebagai bagian dari pilihan program sekolah. Dengan demikian, siswa dan orang tua memiliki pilihan program pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan arah pendidikan yang ingin ditempuh.

Namun, berdasarkan dokumen yang tersedia, tidak dijelaskan secara rinci mengenai daftar mata pelajaran khusus Kelas Internasional, jumlah jam penggunaan bahasa asing, sistem evaluasi khusus, maupun seluruh standar kurikulum internasional yang digunakan. Karena itu, perbedaan teknis tersebut sebaiknya tidak diasumsikan di luar informasi yang tercantum dalam materi resmi.

Perbedaan pada Orientasi Pembelajaran

Salah satu cara memahami perbedaan keduanya adalah dengan melihat orientasi program. Pembelajaran reguler merupakan bagian dari sistem pembelajaran utama sekolah, sedangkan Kelas Internasional merupakan program khusus yang ditawarkan sebagai pilihan.

Dalam materi SMA, keberadaan Kelas Internasional ditempatkan bersama program Native Teacher dan Kelas Interaktif. Sementara itu, Al Ma’soem juga tercantum sebagai Cambridge University Press Educational Partner. Informasi tersebut memberikan gambaran bahwa program sekolah memiliki perhatian terhadap pembelajaran yang memiliki wawasan internasional.

Bagi siswa, lingkungan seperti ini dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar yang lebih beragam. Akan tetapi, detail mengenai bagaimana Kelas Internasional berbeda dari kelas reguler dalam kegiatan harian tidak dijelaskan secara lengkap di dalam dokumen yang diberikan.

Sama-Sama Mengembangkan Akademik dan Karakter

Meskipun terdapat pilihan program reguler dan internasional, pendidikan di Al Ma’soem tetap memiliki perhatian terhadap pembentukan karakter siswa.

Pada SMA, sekolah mencantumkan program Tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, dan Dhuha bersama. Terdapat pula berbagai penghargaan seperti Beasiswa Tahfidz, Santri of The Month, Muadzin, Khatam Qur’an, serta bebas DOP bagi siswa berprestasi.

Hal serupa juga terlihat pada jenjang SMP. Program Tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, dan Dhuha bersama menjadi bagian dari program sekolah. Dengan demikian, pilihan kelas tidak berdiri sendiri dari visi pendidikan sekolah yang menggabungkan kemampuan akademik, karakter, agama, kedisiplinan, dan kemandirian.

Didukung Fasilitas Pembelajaran yang Beragam

Perbedaan program pembelajaran juga perlu dilihat dalam konteks fasilitas sekolah. Al Ma’soem menyediakan berbagai fasilitas yang dapat mendukung kegiatan belajar siswa, baik akademik maupun pengembangan minat.

Fasilitas yang tercantum dalam materi antara lain masjid, dome, ruang konselor, ruang seminar, ruang multimedia, kantin, minimarket, lapangan panahan, Wi-Fi, CCTV, studio mini dan podcast, reading corner, sarana olahraga, serta laboratorium komputer, biologi, fisika, kimia, dan bahasa.

Pada SMP, fasilitas yang dicantumkan juga mencakup laboratorium, ruang multimedia, studio mini dan podcast, reading corner, sarana olahraga, serta fasilitas pendukung lainnya.

Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas siswa dan memperkaya pengalaman belajar di lingkungan sekolah.

Bagaimana dengan Program Boarding?

Baik program pendidikan sekolah maupun pembelajaran yang tersedia juga dapat dikaitkan dengan pilihan Full Day & Boarding School. Materi SMA dan SMP sama-sama mencantumkan konsep Full Day & Boarding School.
Bagi siswa boarding, kegiatan pendidikan tidak hanya berlangsung selama jam sekolah. Al Ma’soem juga menyediakan pembelajaran pesantren yang meliputi Al-Qur’an Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.

Fasilitas pesantren meliputi pondok putra dan putri yang terpisah, kamar berkapasitas 4–6 orang dengan kamar mandi di dalam, laundry dan catering, aula, keamanan 24 jam, CCTV, internet, sistem informasi santri berbasis Android, minimarket, dan fasilitas olahraga.

Hal tersebut juga tercantum dalam materi SMP Al Ma’soem.

Jadi, Apa Perbedaan Utamanya?

Secara sederhana, berdasarkan materi yang tersedia, pembelajaran reguler merupakan program pembelajaran utama sekolah, sedangkan Kelas Internasional merupakan program khusus yang memberikan pilihan pembelajaran dengan orientasi internasional.

Pada SMA, pembelajaran sekolah menggunakan Kurikulum Merdeka dan menawarkan Kelas Internasional, Kelas Interaktif, serta Native Teacher. Pada SMP, sekolah menggunakan pendekatan Kurikulum Holistik dan menawarkan Kelas Internasional, Program Tahfidz, 10 kokurikuler, serta peminatan Olimpiade.

Yang perlu diperhatikan, materi yang tersedia belum menjelaskan seluruh perbedaan teknis antara kedua kelas tersebut. Oleh karena itu, orang tua yang ingin mengetahui perbedaan secara lebih detail, misalnya mengenai struktur mata pelajaran, bahasa pengantar, metode evaluasi, kegiatan khusus, atau target kompetensi Kelas Internasional, perlu memperoleh informasi langsung dari pihak sekolah.

Memilih Program Sesuai Kebutuhan Siswa

Pada akhirnya, pilihan antara pembelajaran reguler dan internasional dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan siswa. Orang tua dapat mempertimbangkan minat belajar, tujuan pendidikan, kemampuan akademik, serta lingkungan pembelajaran yang diharapkan.

Al Ma’soem sendiri memiliki visi untuk membentuk generasi yang CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER, yaitu generasi yang takwa, disiplin, tangguh, memiliki akhlak dan kejujuran, serta cerdas, adaptif, dan mandiri.

Dengan demikian, perbedaan antara pembelajaran reguler dan pembelajaran internasional bukan hanya perlu dilihat dari nama kelasnya, tetapi juga dari program, pendekatan pembelajaran, serta kebutuhan siswa. Kelas reguler dan Kelas Internasional sama-sama berada dalam lingkungan pendidikan Al Ma’soem yang memberikan perhatian terhadap akademik, karakter, agama, kedisiplinan, dan pengembangan potensi siswa.

Bagi calon peserta didik dan orang tua, memahami informasi program sejak awal akan membantu menentukan pilihan pendidikan yang sesuai. Untuk Tahun Ajaran 2027–2028, informasi penerimaan siswa baru Al Ma’soem mencantumkan beberapa tahap pendaftaran dan tes masuk, termasuk psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Baca Al-Qur’an, Tes Bahasa Inggris, dan wawancara. Dengan memahami pilihan program secara menyeluruh, orang tua dapat mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak dengan lebih baik.