Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Memilih sekolah untuk melanjutkan pendidikan tentu bukan hanya tentang melihat fasilitas atau lokasi sekolah. Kurikulum yang digunakan juga menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh orang tua dan calon siswa. Kurikulum menentukan bagaimana proses pembelajaran dirancang, pengalaman belajar yang diberikan kepada siswa, serta kompetensi yang ingin dikembangkan selama berada di sekolah.
Di SMA Al Ma’soem, terdapat informasi mengenai Kurikulum Merdeka sekaligus status Cambridge University Press Educational Partner. Kehadiran kedua unsur tersebut menjadi bagian dari program pendidikan SMA Al Ma’soem Tahun Ajaran 2027–2028, yang juga menawarkan kelas internasional, program sukses PTN, kelas interaktif, native teacher, serta beasiswa akademik dan nonakademik.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan Kurikulum Merdeka dan Cambridge Curriculum di Al Ma’soem? Untuk memahaminya, orang tua perlu melihat bagaimana keduanya ditempatkan dalam konteks program pendidikan yang ditawarkan Al Ma’soem.
Dalam materi penerimaan siswa baru SMA Al Ma’soem Tahun Ajaran 2027–2028, Kurikulum Merdeka tercantum sebagai salah satu program utama sekolah. Kurikulum tersebut hadir berdampingan dengan program kelas internasional, program sukses PTN, kelas interaktif, dan keberadaan native teacher.
Dengan demikian, Kurikulum Merdeka menjadi salah satu dasar yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan di SMA Al Ma’soem. Namun, pembelajaran di sekolah tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik. Al Ma’soem juga menekankan pembentukan karakter melalui konsep CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER.
CAGEUR memiliki makna takwa, disiplin, dan tangguh. BAGEUR berarti akhlak, jujur, dan manfaat. Sementara itu, PINTER berarti cerdas, adaptif, dan mandiri. Ketiga nilai tersebut menjadi gambaran karakter generasi yang ingin dibentuk oleh SMA Al Ma’soem.
Artinya, proses pendidikan di Al Ma’soem tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran. Pembentukan sikap, kedisiplinan, kemandirian, serta nilai keagamaan juga menjadi bagian penting dalam kehidupan siswa.
Hal yang perlu diperhatikan adalah materi yang diberikan Al Ma’soem menyebut “CAMBRIDGE UNIVERSITY PRESS Educational Partner”. Materi tersebut tidak secara eksplisit menyatakan bahwa seluruh pendidikan SMA Al Ma’soem menggunakan Cambridge Curriculum sebagai kurikulum utama. Karena itu, istilah tersebut perlu dipahami sesuai informasi yang tercantum dalam dokumen sekolah.
Pada saat yang sama, SMA Al Ma’soem menawarkan Kelas Internasional dan mencantumkan Native Teacher sebagai bagian dari programnya. Hal ini menunjukkan adanya komponen pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman pendidikan internasional.
Dengan kata lain, perbedaan yang dapat dilihat dari materi Al Ma’soem adalah bahwa Kurikulum Merdeka disebut secara langsung sebagai kurikulum, sedangkan Cambridge University Press disebut dalam konteks Educational Partner, disertai dengan program kelas internasional dan native teacher.
Jika dilihat dari materi yang tersedia, Kurikulum Merdeka di SMA Al Ma’soem berada dalam sistem pendidikan sekolah yang juga mengintegrasikan pendidikan karakter, keagamaan, dan berbagai kegiatan pengembangan siswa.
Salah satu ciri program Al Ma’soem adalah tidak adanya jam kosong. Sekolah juga memberikan otonomi kepada wali kelas dan menyediakan kegiatan tambahan seperti wisata serta kunjungan ilmiah. Selain itu, siswa diwajibkan memilih minimal satu kegiatan ekstrakurikuler.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman belajar siswa tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di kelas. Kegiatan tambahan, ekstrakurikuler, aktivitas praktik, serta pembinaan keagamaan menjadi bagian dari lingkungan pendidikan.
Sementara itu, keberadaan Cambridge University Press sebagai Educational Partner dan program Kelas Internasional memberikan unsur internasional dalam penyelenggaraan pendidikan. Adanya native teacher juga menjadi salah satu fasilitas/program yang secara khusus tercantum dalam materi SMA Al Ma’soem.
Bahasa Inggris menjadi salah satu bagian yang dapat dilihat dalam program pendidikan Al Ma’soem. Dalam proses seleksi masuk SMA, misalnya, terdapat Tes Bahasa Inggris selain psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Baca Al-Qur’an, dan wawancara.
Kehadiran native teacher dan Kelas Internasional juga memperlihatkan perhatian sekolah terhadap lingkungan pembelajaran yang memiliki unsur internasional. Namun, dokumen yang tersedia tidak merinci secara spesifik berapa banyak mata pelajaran yang diajarkan menggunakan bahasa Inggris atau struktur bahasa pengantar pada setiap kelas.
Karena itu, calon siswa dan orang tua yang ingin mengetahui penerapan Cambridge secara lebih detail sebaiknya mengonfirmasi langsung kepada pihak sekolah mengenai mata pelajaran, level, metode pembelajaran, serta bentuk evaluasi yang digunakan dalam Kelas Internasional.
Hal menarik dari pendidikan di Al Ma’soem adalah kurikulum menjadi salah satu bagian dari sistem pendidikan yang lebih luas. Sekolah juga mempunyai program Tahfidz dan Ibadah, dengan program Tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, serta Dhuha bersama. Terdapat pula berbagai bentuk penghargaan seperti Beasiswa Tahfidz, Santri of The Month, Muadzin, Khatam Qur’an, serta bebas DOP bagi siswa berprestasi.
Untuk pendidikan pesantren, materi yang tercantum meliputi Al-Qur’an Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.
Hal tersebut menjadi pembeda konteks pendidikan Al Ma’soem karena siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik, tetapi juga mendapatkan pembinaan keagamaan dan karakter yang menjadi bagian dari lingkungan sekolah.
Perbedaan pendekatan pendidikan juga dapat dilihat dari fasilitas yang tersedia. SMA Al Ma’soem mencantumkan berbagai fasilitas, antara lain laboratorium komputer, biologi, fisika, kimia, dan bahasa. Selain itu tersedia ruang multimedia, ruang seminar, ruang konselor, reading corner, studio mini dan podcast, sarana olahraga, serta fasilitas lainnya.
Fasilitas tersebut dapat mendukung berbagai bentuk kegiatan belajar, baik pembelajaran akademik maupun kegiatan pengembangan keterampilan siswa.
Bagi siswa yang memilih program boarding, Al Ma’soem juga menyediakan fasilitas pesantren berupa pondok putra dan putri yang terpisah, kamar berkapasitas 4–6 orang dengan kamar mandi di dalam, laundry dan catering, security 24 jam, CCTV, internet, sistem informasi santri berbasis Android, minimarket, serta fasilitas olahraga.
Secara sederhana, berdasarkan materi SMA Al Ma’soem yang tersedia, Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang secara eksplisit tercantum dalam program SMA Al Ma’soem, sedangkan Cambridge University Press ditempatkan sebagai Educational Partner dan dikaitkan dengan keberadaan Kelas Internasional serta native teacher.
Keduanya juga hadir dalam lingkungan pendidikan Al Ma’soem yang menggabungkan pembelajaran akademik, pengembangan karakter, pendidikan agama, kegiatan ekstrakurikuler, serta berbagai fasilitas pendukung.
Karena itu, orang tua tidak harus melihat perbedaan keduanya hanya dari nama kurikulumnya. Hal yang juga penting adalah bagaimana program tersebut diterapkan kepada siswa dalam kegiatan belajar sehari-hari.
SMA Al Ma’soem menawarkan konsep Full Day & Boarding School. Selain program akademik, sekolah juga menyediakan Kelas Internasional, Program Sukses PTN, Kelas Interaktif, Native Teacher, serta beasiswa akademik dan nonakademik.
Bagi orang tua yang mempertimbangkan pendidikan internasional, informasi mengenai Kelas Internasional dan Educational Partner Cambridge University Press dapat menjadi salah satu hal yang perlu ditanyakan lebih lanjut kepada sekolah. Sementara itu, bagi keluarga yang ingin mengetahui penerapan Kurikulum Merdeka, dapat menanyakan bagaimana struktur pembelajaran, mata pelajaran, kegiatan projek, dan sistem evaluasinya diterapkan di SMA Al Ma’soem.
Yang juga penting, setiap siswa memiliki kebutuhan pendidikan yang berbeda. Ada siswa yang membutuhkan lingkungan pembelajaran dengan penguatan akademik dan persiapan perguruan tinggi, sementara siswa lainnya mungkin lebih tertarik pada pengalaman internasional, pengembangan bahasa, kegiatan ekstrakurikuler, atau pendidikan berbasis pesantren.
Perbedaan Kurikulum Merdeka dan program yang berkaitan dengan Cambridge di Al Ma’soem perlu dilihat berdasarkan posisi keduanya dalam sistem pendidikan sekolah. Kurikulum Merdeka tercantum sebagai kurikulum SMA Al Ma’soem, sedangkan materi sekolah mencantumkan Cambridge University Press sebagai Educational Partner, bersamaan dengan program Kelas Internasional dan Native Teacher.
Di luar aspek kurikulum, SMA Al Ma’soem juga menawarkan pendidikan yang mengintegrasikan akademik, karakter, keagamaan, ekstrakurikuler, serta program Full Day dan Boarding School. Program Tahfidz minimal 3 juz, pembiasaan ibadah, kegiatan ekstrakurikuler, fasilitas laboratorium, serta berbagai sarana pembelajaran menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang ditawarkan.
Dengan memahami posisi masing-masing program tersebut, orang tua dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai pilihan pendidikan di SMA Al Ma’soem. Untuk informasi teknis mengenai penerapan Cambridge Curriculum—seperti mata pelajaran, jenjang Cambridge yang digunakan, sistem ujian, dan sertifikasi—dokumen yang tersedia belum memberikan rincian tersebut sehingga informasi lebih lanjut perlu dikonfirmasi kepada pihak SMA Al Ma’soem.