Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Salah satu tantangan dalam pendidikan adalah membuat siswa merasa bahwa materi yang dipelajari memiliki hubungan dengan kehidupan mereka. Ketika anak hanya melihat pelajaran sebagai kumpulan teori dan tugas, motivasi belajar bisa lebih mudah menurun. Sebaliknya, materi yang dikaitkan dengan hal-hal yang dekat dengan kehidupan siswa dapat membuat proses belajar terasa lebih masuk akal dan menarik.
Pada jenjang SMP, kebutuhan tersebut semakin penting karena anak mulai memiliki rasa ingin tahu yang lebih luas. Mereka tidak hanya ingin mengetahui “apa” dari sebuah materi, tetapi juga mulai bertanya “mengapa” dan “bagaimana”. Karena itu, pemilihan topik yang relevan dapat menjadi salah satu cara untuk membantu siswa memahami pelajaran sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir.
Topik yang relevan bukan berarti seluruh materi harus mengikuti tren yang sedang populer. Relevansi lebih berkaitan dengan kemampuan menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman, kebutuhan, lingkungan, atau persoalan yang dapat dipahami siswa.
Misalnya, ketika mempelajari matematika, siswa dapat diberikan persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan uang atau perhitungan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sains, materi dapat dikaitkan dengan lingkungan sekitar, kesehatan, teknologi, atau fenomena yang pernah mereka lihat.
Dengan hubungan tersebut, anak dapat memahami bahwa pengetahuan yang dipelajari di sekolah tidak berdiri sendiri. Ada konsep yang dapat digunakan untuk memahami berbagai situasi dalam kehidupan.
Materi yang terasa dekat dengan pengalaman anak cenderung lebih mudah dikaitkan dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki. Ketika guru memberikan contoh yang familiar, siswa memiliki gambaran konkret mengenai konsep yang sedang dipelajari.
Hal ini sangat membantu terutama ketika materi mulai menjadi abstrak. Contoh sederhana dapat menjadi jembatan sebelum siswa memahami konsep yang lebih kompleks.
Namun, relevansi tidak berarti materi harus dibuat terlalu sederhana. Justru, contoh yang dekat dengan kehidupan dapat menjadi titik awal untuk membawa siswa menuju pemahaman yang lebih mendalam.
Anak SMP biasanya memiliki banyak pertanyaan mengenai lingkungan di sekitarnya. Ketika pembelajaran menggunakan topik yang menarik perhatian mereka, rasa ingin tahu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari proses belajar.
Misalnya, siswa melihat perkembangan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Guru dapat menggunakan hal tersebut sebagai bahan diskusi mengenai cara kerja teknologi, dampaknya terhadap masyarakat, keamanan informasi, atau penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Dari satu topik, siswa dapat diarahkan untuk melihat berbagai sudut pandang. Proses tersebut dapat membuat pembelajaran lebih dinamis karena anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terdorong untuk mencari tahu.
Topik yang dekat dengan kehidupan siswa biasanya lebih mudah menjadi bahan percakapan. Anak memiliki pengalaman atau pendapat yang dapat digunakan untuk memulai diskusi.
Dalam kegiatan kelompok, misalnya, guru dapat memberikan sebuah persoalan yang memiliki beberapa kemungkinan jawaban. Siswa kemudian diminta menyampaikan pendapat dan alasan masing-masing.
Beberapa kemampuan yang dapat dilatih melalui proses tersebut meliputi:
Kemampuan tersebut dapat mendukung perkembangan akademik sekaligus keterampilan sosial siswa.
Pembelajaran yang relevan juga dapat menjadi ruang untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Anak dapat diajak tidak langsung menerima sebuah informasi, tetapi mempertanyakan sumber, alasan, dan bukti yang mendukungnya.
Contohnya, ketika membahas informasi yang ditemukan di internet, siswa dapat diminta membandingkan beberapa sumber. Mereka belajar melihat apakah informasi tersebut memiliki dasar yang jelas atau hanya merupakan pendapat.
Kebiasaan seperti ini semakin penting karena siswa saat ini dapat memperoleh informasi dengan sangat mudah. Kemampuan memilih dan mengevaluasi informasi menjadi bagian dari keterampilan belajar yang perlu dikembangkan sejak SMP.
Bahasa Inggris juga dapat dipelajari menggunakan topik yang dekat dengan kehidupan siswa. Anak dapat berlatih kosakata dan komunikasi melalui pembahasan mengenai sekolah, hobi, teknologi, lingkungan, perjalanan, kegiatan sehari-hari, maupun topik lain yang sesuai dengan usia.
Pendekatan tersebut membuat siswa tidak hanya menghafalkan kata secara terpisah. Mereka dapat melihat bagaimana kosakata digunakan dalam sebuah situasi.
Dalam Al Ma’soem International Class, pembelajaran bahasa Inggris menjadi salah satu fokus program. Brosur mencantumkan bilingual instruction, Intensive English Course atau IEC, extended English learning hours, serta Native English Teacher. Lingkungan tersebut dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan pembelajaran secara lebih intensif.
Dalam program Al Ma’soem International Class, Cambridge Curriculum digunakan untuk tiga mata pelajaran, yaitu Mathematics, Science, dan English. Penggunaan kurikulum tersebut menjadi salah satu bagian dari program pendidikan internasional yang ditawarkan.
Kurikulum yang terstruktur dapat menjadi dasar bagi sekolah dalam menentukan materi dan tujuan pembelajaran. Namun, cara materi disampaikan tetap memiliki peran penting agar siswa dapat memahami konsep dengan baik.
Penggunaan topik yang menarik dan relevan dapat membantu guru menjembatani materi dengan pengalaman siswa. Dengan begitu, standar akademik tetap diperhatikan, tetapi proses belajar dapat dibuat lebih dekat dengan dunia anak.
Teknologi memberikan banyak pilihan media untuk menyampaikan materi. Guru dapat menggunakan gambar, video, presentasi, simulasi, atau sumber digital lainnya sesuai kebutuhan.
Dalam brosur Al Ma’soem International Class, terdapat fasilitas Smart TV, multimedia, in-class computers, dan integrated e-learning network. Fasilitas tersebut dapat mendukung pembelajaran yang menggunakan berbagai media.
Penggunaan teknologi dapat membuat materi lebih mudah divisualisasikan. Misalnya, konsep yang sulit dijelaskan hanya melalui tulisan dapat ditampilkan dalam bentuk gambar atau video. Siswa pun memiliki lebih banyak cara untuk memahami informasi.
Meski begitu, teknologi tetap perlu digunakan secara terarah. Banyaknya media tidak otomatis membuat pembelajaran lebih baik apabila tidak memiliki tujuan yang jelas.
Ada anggapan bahwa pembelajaran relevan harus selalu mengikuti sesuatu yang sedang viral. Padahal, relevansi tidak sama dengan mengikuti tren.
Guru tetap perlu mempertimbangkan usia, tingkat pemahaman, tujuan pembelajaran, serta nilai yang ingin dikembangkan. Topik yang populer dapat digunakan jika memang membantu siswa memahami materi, tetapi tidak perlu dipaksakan ketika tidak sesuai.
Pembelajaran yang relevan justru sebaiknya membuat anak memahami hubungan antara pengetahuan dengan kehidupan. Dengan demikian, materi tidak cepat kehilangan manfaat hanya karena tren berubah.
Salah satu manfaat penting dari topik yang relevan adalah kemampuan menghubungkan berbagai pengetahuan. Satu persoalan dapat dipelajari dari beberapa bidang sekaligus.
Misalnya, persoalan lingkungan dapat dikaitkan dengan sains, matematika, bahasa, teknologi, dan pendidikan karakter. Siswa dapat mempelajari penyebab suatu masalah, menghitung data sederhana, mencari informasi, kemudian menyampaikan hasilnya melalui presentasi.
Cara belajar seperti ini dapat membantu anak melihat bahwa mata pelajaran tidak selalu berdiri sendiri. Pengetahuan dari satu bidang dapat membantu memahami bidang lainnya.
Guru tetap memiliki peran utama dalam memilih dan mengolah topik. Topik yang menarik belum tentu otomatis menjadi materi yang baik. Guru perlu memastikan pembahasan tetap memiliki tujuan pembelajaran yang jelas.
Guru dapat memulai dari pengalaman siswa, kemudian mengarahkannya kepada konsep yang ingin dipelajari. Setelah itu, siswa dapat diberikan pertanyaan, tugas, atau proyek yang mendorong mereka menerapkan konsep tersebut.
Dengan cara ini, siswa tidak hanya mengetahui informasi, tetapi juga memahami bagaimana pengetahuan tersebut digunakan.
Pembelajaran relevan tidak harus berhenti ketika anak pulang sekolah. Orang tua dapat membantu dengan mengajak anak berdiskusi mengenai hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika anak menceritakan materi yang dipelajari, orang tua dapat bertanya bagaimana materi tersebut berkaitan dengan kehidupan. Jika anak sedang belajar mengenai lingkungan, misalnya, keluarga dapat membicarakan kebiasaan mengurangi sampah di rumah.
Percakapan sederhana seperti ini membantu anak melihat bahwa belajar bukan hanya kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan nilai. Pengetahuan dapat digunakan untuk memahami dan menghadapi berbagai situasi.
Topik pembelajaran yang beragam juga dapat membantu siswa mengenali minatnya. Anak mungkin baru mengetahui ketertarikannya terhadap sains setelah mendapatkan materi yang menarik. Siswa lain mungkin menemukan minat pada bahasa, teknologi, seni, atau bidang lainnya.
Masa SMP menjadi kesempatan untuk mencoba berbagai bidang sebelum anak menentukan pilihan pendidikan yang lebih spesifik di masa depan.
Karena itu, sekolah sebaiknya memberikan pengalaman belajar yang cukup beragam. Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk bertanya, mencoba, berdiskusi, dan membuat karya agar potensi serta minatnya dapat berkembang.
Belajar dengan topik yang relevan dapat membantu siswa memahami alasan di balik materi yang mereka pelajari. Anak tidak hanya menghafal informasi untuk menghadapi ujian, tetapi mulai melihat bagaimana pengetahuan tersebut dapat digunakan.
Ketika pembelajaran mampu menghubungkan teori dengan pengalaman, siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan problem solving.
Bagi siswa SMP, pengalaman tersebut dapat menjadi dasar untuk membangun kebiasaan belajar yang lebih mandiri. Mereka mulai memahami bahwa sekolah bukan hanya tempat mendapatkan nilai, tetapi juga tempat untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai situasi di masa depan.