Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan yang semakin banyak diperhatikan dalam pendidikan siswa SMP. Bahasa Inggris tidak hanya digunakan dalam pembelajaran bahasa, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengakses informasi, memahami sumber belajar, dan berkomunikasi dalam lingkungan yang lebih luas. Karena itu, metode pembelajaran bahasa Inggris menjadi salah satu hal yang dapat dipertimbangkan orang tua ketika memilih program pendidikan untuk anak.
Salah satu pengalaman yang dapat ditemukan dalam program pendidikan tertentu adalah belajar bersama Native English Teacher. Kehadiran guru yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama dapat memberikan pengalaman berbeda bagi siswa, terutama dalam hal mendengarkan pengucapan, mengenali penggunaan bahasa secara natural, dan membiasakan diri berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Dalam program Al Ma’soem International Class, Native English Teacher tercantum sebagai salah satu keunggulan program bersama dengan pembelajaran bilingual, extended English learning hours, dan berbagai pendekatan pembelajaran lainnya.
Secara sederhana, Native English Teacher merupakan pengajar yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama atau bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pembelajaran, keberadaan pengajar seperti ini dapat memberikan paparan bahasa yang lebih natural kepada siswa.
Namun, keberadaan guru native tidak otomatis berarti siswa langsung menjadi lancar berbahasa Inggris. Kemampuan bahasa tetap membutuhkan proses, latihan, dan keterlibatan aktif siswa. Guru berperan menyediakan lingkungan pembelajaran, sedangkan siswa perlu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan banyak mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.
Karena itu, orang tua sebaiknya melihat Native English Teacher sebagai salah satu bagian dari keseluruhan program, bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pembelajaran bahasa.
Salah satu tantangan ketika mempelajari bahasa asing adalah membiasakan diri dengan berbagai pengucapan dan intonasi. Siswa yang hanya terbiasa membaca bahasa Inggris mungkin belum tentu langsung memahami ketika mendengar percakapan secara langsung.
Interaksi dengan guru yang menggunakan bahasa Inggris secara natural dapat memberikan paparan tambahan. Anak dapat mendengar bagaimana suatu kata diucapkan, bagaimana kalimat digunakan dalam percakapan, serta bagaimana intonasi berubah sesuai dengan konteks.
Semakin sering mendapatkan paparan, siswa dapat menjadi lebih terbiasa mendengarkan bahasa Inggris. Proses ini tentu berlangsung secara bertahap dan setiap anak dapat mempunyai kecepatan perkembangan yang berbeda.
Sebagian siswa memahami bahasa Inggris secara tertulis tetapi masih merasa ragu ketika harus berbicara. Mereka mungkin takut salah pengucapan, salah tata bahasa, atau kehabisan kosakata.
Lingkungan belajar yang memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dapat membantu mengurangi rasa takut tersebut. Anak dapat belajar bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar dan tidak perlu menjadi alasan untuk berhenti mencoba.
Kegiatan sederhana seperti menjawab pertanyaan, memperkenalkan diri, menjelaskan sebuah gambar, melakukan percakapan, atau berdiskusi dapat menjadi latihan yang bermanfaat.
Untuk siswa SMP, kesempatan seperti ini penting karena mereka mulai membutuhkan kemampuan komunikasi yang lebih aktif. Mereka tidak hanya perlu memahami materi, tetapi juga perlu mampu menyampaikan apa yang mereka pikirkan.
Bahasa akan lebih mudah dipahami ketika siswa mengetahui bagaimana bahasa tersebut digunakan dalam situasi nyata. Misalnya, siswa dapat memahami bahwa sebuah ungkapan tertentu mungkin lebih cocok digunakan dalam percakapan informal, sementara bentuk lainnya lebih sesuai untuk konteks akademik.
Pembelajaran bersama guru yang menggunakan bahasa Inggris secara aktif dapat memberikan contoh penggunaan bahasa berdasarkan konteks. Hal tersebut berbeda dengan pembelajaran yang hanya berfokus pada hafalan kosakata.
Dalam program Al Ma’soem International Class, pembelajaran juga menggunakan pendekatan bilingual, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh lingkungan yang memberikan paparan terhadap kedua bahasa tersebut.
Bahasa Inggris sering menjadi bagian penting dalam pendidikan yang memiliki orientasi global. Kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut dapat membantu siswa ketika berhadapan dengan sumber informasi dan lingkungan yang lebih luas.
Al Ma’soem Lower Secondary menjelaskan bahwa program pendidikannya diarahkan untuk membentuk generasi yang global minded, intelligent, dan competent, dengan fokus pada English proficiency, academic excellence, serta strong moral values.
Artinya, bahasa Inggris ditempatkan bersama kemampuan akademik dan nilai moral sebagai bagian dari pendidikan siswa. Perspektif seperti ini dapat membantu orang tua memahami bahwa pembelajaran bahasa tidak berdiri sendiri.
Kemampuan bahasa Inggris juga dapat berkaitan dengan pembelajaran mata pelajaran tertentu. Dalam program Al Ma’soem International Class, Cambridge Curriculum diterapkan pada Mathematics, Science, dan English.
Hal tersebut membuat siswa berpotensi menemukan istilah atau materi akademik dalam bahasa Inggris. Karena itu, kemampuan bahasa dapat membantu siswa menjadi lebih familiar dengan istilah yang digunakan dalam pembelajaran.
Siswa juga dapat memperoleh pengalaman bahwa bahasa Inggris tidak hanya digunakan ketika mengikuti pelajaran English. Bahasa tersebut dapat muncul dalam konteks matematika maupun sains sesuai dengan materi yang sedang dipelajari.
Waktu belajar juga dapat menjadi bagian penting dalam proses penguasaan bahasa. Satu atau dua pertemuan dalam seminggu mungkin belum cukup bagi sebagian siswa untuk merasa terbiasa menggunakan bahasa Inggris secara aktif.
Program Al Ma’soem International Class mencantumkan Extended English Learning Hours sebagai salah satu keunggulannya. Tambahan paparan tersebut dapat memberikan lebih banyak kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan bahasa.
Namun, durasi belajar tetap perlu diimbangi dengan kualitas kegiatan. Waktu yang lebih panjang akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk aktivitas yang membuat siswa aktif menggunakan bahasa, bukan sekadar menerima materi.
Teknologi dapat menjadi pelengkap dalam pembelajaran bahasa Inggris. Video, audio, presentasi, maupun materi digital dapat membantu siswa mendengar dan melihat penggunaan bahasa dalam berbagai situasi.
Pada Al Ma’soem International Class terdapat fasilitas seperti multimedia, in-class computers, Smart TV, dan integrated e-learning network. Fasilitas tersebut dapat mendukung kegiatan pembelajaran yang lebih interaktif.
Misalnya, siswa dapat mendengarkan percakapan melalui media audio-visual kemudian mendiskusikan isinya. Mereka juga dapat menggunakan materi digital untuk mengembangkan kosakata atau memahami topik tertentu.
Dengan demikian, guru dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu agar pembelajaran bahasa tidak hanya bergantung pada buku.
Orang tua terkadang khawatir memasukkan anak ke program yang menggunakan bahasa Inggris karena kemampuan anak belum terlalu tinggi. Kekhawatiran tersebut cukup wajar, tetapi kesiapan anak sebaiknya dilihat secara menyeluruh.
Anak tidak harus langsung mampu berbicara bahasa Inggris dengan sempurna. Yang lebih penting adalah adanya kemauan untuk belajar, keberanian mencoba, dan kemampuan mengikuti proses pembelajaran.
Pembelajaran bilingual juga dapat membantu memberikan jembatan bagi siswa. Bahasa Indonesia tetap digunakan sehingga anak memiliki konteks untuk memahami materi, sementara bahasa Inggris dapat diperkenalkan dan digunakan secara bertahap.
Pembelajaran di sekolah akan lebih efektif apabila mendapatkan dukungan dari lingkungan rumah. Orang tua tidak harus menguasai bahasa Inggris dengan sangat baik untuk membantu anak.
Kebiasaan sederhana dapat dilakukan, seperti menyediakan buku bacaan berbahasa Inggris, menonton konten edukatif sesuai usia, atau meminta anak menceritakan kembali sesuatu menggunakan beberapa kalimat bahasa Inggris.
Orang tua juga sebaiknya tidak terlalu cepat memperbaiki setiap kesalahan. Jika anak terus merasa takut salah, mereka mungkin justru menjadi enggan berbicara. Memberikan apresiasi terhadap usaha dapat membantu anak membangun keberanian.
Kehadiran Native English Teacher memang dapat menjadi salah satu pertimbangan, tetapi orang tua sebaiknya melihat program secara keseluruhan. Beberapa hal yang dapat diperhatikan adalah:
Pada Al Ma’soem International Class, beberapa aspek tersebut tercantum dalam program, mulai dari Native English Teacher, bilingual instruction, extended English learning hours, hingga Cambridge Curriculum dan fasilitas teknologi.
Dengan mempertimbangkan semua aspek tersebut, orang tua dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai pengalaman belajar yang mungkin diperoleh anak. Bagi siswa SMP, lingkungan yang memberikan kesempatan untuk mendengar, memahami, dan menggunakan bahasa Inggris secara konsisten dapat menjadi salah satu bekal untuk menghadapi pendidikan dengan wawasan yang semakin luas.