Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Kemampuan menggunakan lebih dari satu bahasa menjadi salah satu bekal yang semakin banyak dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Bagi siswa SMP, mengenal lingkungan belajar bilingual dapat menjadi pengalaman yang menarik karena anak tidak hanya mempelajari bahasa sebagai sebuah mata pelajaran, tetapi juga mulai terbiasa menemukan bahasa tersebut dalam kegiatan akademik. Pengalaman ini dapat membantu siswa membangun kepercayaan diri sekaligus memperluas cara mereka memahami informasi.
Lingkungan bilingual berarti penggunaan dua bahasa dalam konteks tertentu. Dalam pendidikan, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dapat digunakan secara berdampingan sesuai kebutuhan pembelajaran. Siswa tidak harus langsung menguasai kedua bahasa secara sempurna. Justru, proses pembiasaan secara bertahap dapat membantu anak mengenali kosakata, instruksi, istilah akademik, dan pola komunikasi yang digunakan di lingkungan sekolah.
Bagi anak yang mulai memasuki masa SMP, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses mempersiapkan diri menghadapi pendidikan yang semakin luas. Terlebih lagi, banyak sumber pembelajaran dan informasi akademik yang tersedia dalam bahasa Inggris. Dengan kemampuan bahasa yang lebih baik, siswa memiliki kesempatan untuk mengakses sumber tersebut dengan lebih percaya diri.
Pembelajaran bilingual tidak selalu berarti seluruh kegiatan sekolah dilakukan menggunakan bahasa Inggris. Penggunaan dua bahasa dapat disesuaikan dengan mata pelajaran, aktivitas, kemampuan siswa, dan tujuan pembelajaran. Guru dapat menggunakan Bahasa Indonesia untuk membantu menjelaskan konsep tertentu, kemudian menggunakan Bahasa Inggris pada istilah, instruksi, materi, atau aktivitas yang sesuai.
Pendekatan seperti ini dapat membantu siswa beradaptasi tanpa merasa harus memahami seluruh materi dalam bahasa asing sejak awal. Anak tetap mendapatkan pemahaman akademik, sekaligus memiliki kesempatan untuk mengenal penggunaan bahasa Inggris dalam situasi nyata.
Dalam program Al Ma’soem International Class jenjang Lower Secondary, bilingual instruction menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris menjadi salah satu bagian dari program. Selain itu, terdapat extended English learning hours dan native English teacher. Kombinasi tersebut memberikan lingkungan yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan bahasa Inggris.
Salah satu tantangan dalam belajar bahasa asing adalah rasa takut melakukan kesalahan. Anak mungkin memahami beberapa kosakata, tetapi masih ragu ketika harus mengucapkannya. Lingkungan bilingual dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan bahasa secara bertahap sehingga rasa percaya diri dapat tumbuh.
Kesalahan dalam pengucapan atau penggunaan tata bahasa merupakan bagian dari proses belajar. Ketika siswa terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan sekolah, mereka dapat perlahan memahami bahwa kemampuan tersebut berkembang melalui latihan. Anak tidak perlu menunggu sampai merasa benar-benar sempurna untuk mulai berkomunikasi.
Kepercayaan diri tersebut dapat bermanfaat ketika siswa harus melakukan presentasi, berdiskusi, bertanya kepada guru, atau bekerja dalam kelompok. Semakin sering anak mendapatkan kesempatan menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang terarah, semakin banyak pengalaman yang dapat mereka kumpulkan.
Bahasa Inggris yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan bahasa Inggris akademik memiliki konteks yang berbeda. Siswa mungkin sudah mengetahui kata-kata sederhana, tetapi belum terbiasa dengan istilah yang digunakan dalam Mathematics, Science, atau bidang pembelajaran lainnya.
Dalam program Al Ma’soem International Class, Cambridge Curriculum diterapkan untuk tiga mata pelajaran, yaitu Mathematics, Science, dan English. Penggunaan kurikulum tersebut memberikan konteks akademik yang dapat memperkenalkan siswa pada istilah dan cara penyampaian materi yang lebih luas.
Misalnya, ketika mempelajari matematika atau sains, siswa dapat menemukan istilah tertentu dalam bahasa Inggris. Dengan pembiasaan, anak tidak hanya menghafalkan kosakata, tetapi memahami penggunaannya sesuai dengan materi yang sedang dipelajari.
Cambridge Curriculum menjadi salah satu bagian dari program Al Ma’soem International Class. Berdasarkan materi program, kurikulum tersebut digunakan pada Mathematics, Science, dan English. Hal ini membuat kemampuan bahasa Inggris dapat berjalan berdampingan dengan pembelajaran akademik.
Pengalaman tersebut dapat membantu siswa mengenal materi melalui lingkungan pendidikan yang memiliki orientasi internasional. Anak tidak hanya belajar bahasa Inggris secara terpisah, tetapi dapat menemukan bahasa tersebut dalam konteks mata pelajaran tertentu.
Bagi siswa yang nantinya ingin melanjutkan pendidikan dengan lingkungan yang menggunakan sumber berbahasa Inggris, pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu bentuk persiapan. Namun, kesiapan setiap anak tetap berbeda. Orang tua perlu mempertimbangkan minat, kemampuan, dan kenyamanan anak ketika memilih program pendidikan.
Pembelajaran bahasa akan lebih mudah diterapkan ketika anak mendapatkan kesempatan menggunakannya dalam berbagai aktivitas. Bahasa tidak hanya digunakan ketika mengerjakan soal, tetapi juga dapat muncul dalam percakapan, presentasi, diskusi, membaca materi, atau kegiatan berbasis proyek.
Pendekatan seperti ini dapat membantu anak memahami bahwa bahasa merupakan alat komunikasi. Siswa tidak hanya belajar tentang struktur bahasa, tetapi juga belajar bagaimana menggunakan bahasa untuk menyampaikan gagasan.
Beberapa aktivitas yang dapat mendukung lingkungan bilingual antara lain:
Semakin beragam aktivitasnya, semakin banyak pula konteks yang dapat dipahami siswa.
Kehadiran native English teacher menjadi salah satu fasilitas yang tercantum dalam program Al Ma’soem International Class. Interaksi dengan guru yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama dapat memberikan pengalaman mendengarkan bahasa secara langsung dalam kegiatan pembelajaran.
Bagi siswa, pengalaman tersebut dapat membantu mengenali pengucapan, intonasi, serta penggunaan kata dalam konteks komunikasi. Anak juga memiliki kesempatan untuk berlatih memahami percakapan yang tidak selalu menggunakan pola bahasa yang sama seperti contoh di buku.
Namun, keberadaan native English teacher bukan berarti siswa harus langsung memiliki kemampuan bahasa Inggris tingkat tinggi. Proses pembelajaran tetap membutuhkan penyesuaian. Guru dan lingkungan sekolah berperan membantu siswa memahami materi secara bertahap sesuai kemampuan mereka.
Kemampuan bahasa Inggris tidak hanya berkaitan dengan nilai ujian. Salah satu tujuan penting belajar bahasa adalah kemampuan menyampaikan pikiran kepada orang lain. Karena itu, lingkungan bilingual dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi.
Anak dapat belajar memilih kata yang tepat, menyampaikan pertanyaan, menjelaskan pendapat, serta mendengarkan orang lain. Kemampuan tersebut juga berkaitan dengan keterampilan sosial karena komunikasi yang baik membutuhkan keberanian dan kemampuan memahami lawan bicara.
Ketika siswa mengikuti diskusi atau kerja kelompok, mereka dapat belajar bahwa komunikasi bukan hanya tentang berbicara sebanyak mungkin. Mereka juga perlu mendengarkan, memberikan respons, menghargai pendapat, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan.
Teknologi memberikan banyak peluang untuk mengenalkan bahasa Inggris kepada siswa. Berbagai media digital dapat digunakan untuk membaca, mendengarkan, melihat visual, atau mengerjakan aktivitas pembelajaran dalam bahasa tersebut.
Dalam program Al Ma’soem International Class, fasilitas yang tercantum meliputi Smart TV, multimedia, in-class computers, dan integrated e-learning network. Fasilitas tersebut dapat mendukung pembelajaran yang memanfaatkan sumber digital.
Penggunaan teknologi dapat membuat pembelajaran bahasa lebih beragam. Siswa dapat menemukan materi dengan kombinasi teks, audio, visual, dan aktivitas interaktif. Meski begitu, penggunaan perangkat tetap perlu diarahkan agar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan tidak sekadar menjadi aktivitas menggunakan gadget.
Setiap anak memiliki karakter dan kecepatan belajar yang berbeda. Ada siswa yang cepat tertarik menggunakan bahasa Inggris, sementara siswa lainnya membutuhkan waktu lebih panjang untuk merasa nyaman. Karena itu, lingkungan bilingual tidak seharusnya dipandang sebagai perlombaan siapa yang paling cepat menguasai bahasa.
Orang tua dapat melihat beberapa hal sebelum memilih program bilingual, seperti minat anak terhadap bahasa, kesiapan mengikuti pembelajaran, kemampuan beradaptasi, serta dukungan yang tersedia di sekolah. Program yang baik bukan hanya memberikan target akademik, tetapi juga membantu siswa melalui proses belajar tersebut.
Anak yang masih merasa kesulitan juga dapat berkembang apabila mendapatkan pendampingan yang tepat. Yang penting adalah adanya kesempatan untuk berlatih secara konsisten dan lingkungan yang tidak membuat siswa takut melakukan kesalahan.
Pembiasaan bahasa Inggris tidak harus berhenti ketika anak meninggalkan sekolah. Orang tua dapat memberikan dukungan sederhana di rumah tanpa mengubah rumah menjadi ruang kelas kedua. Anak dapat diajak membaca artikel pendek, menonton konten edukatif sesuai usia, mendengarkan lagu atau materi audio, atau menggunakan beberapa kosakata bahasa Inggris dalam percakapan sederhana.
Orang tua juga dapat bertanya kepada anak mengenai kosakata baru yang dipelajari di sekolah. Cara tersebut dapat menjadi percakapan ringan sekaligus membantu anak mengingat kembali materi.
Yang tidak kalah penting adalah memberikan apresiasi terhadap usaha. Ketika anak mencoba berbicara dalam bahasa Inggris meskipun masih terdapat kesalahan, respons positif dapat membuat mereka lebih berani mencoba kembali.
Kemampuan menggunakan bahasa Inggris dapat memberikan manfaat ketika siswa melanjutkan pendidikan. Mereka mungkin menemukan buku, artikel, video pembelajaran, atau sumber akademik dalam bahasa tersebut. Kemampuan memahami bahasa dapat membuat proses mencari informasi menjadi lebih mudah.
Program Al Ma’soem International Class juga mencantumkan free annual overseas study tour sebagai salah satu keunggulan program. Pengalaman belajar di luar lingkungan sehari-hari dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenal suasana baru dan mengembangkan wawasan.
Lingkungan bilingual pada akhirnya bukan hanya tentang menggunakan dua bahasa di dalam kelas. Bagi siswa SMP, pengalaman tersebut dapat menjadi proses membangun kepercayaan diri, memperluas akses terhadap informasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan mempersiapkan anak menghadapi lingkungan pendidikan yang semakin beragam. Dengan dukungan sekolah dan keluarga, penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dapat menjadi bagian dari proses belajar yang bertahap dan relevan dengan perkembangan siswa.