Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Al Ma’soem bekerjasama dengan PKM Universitas Padjajaran Untuk sosialisasikan gaya hidup sehat pada remaja. Demi memberi edukasi tentang gaya hidup sehat bagi anak Remaja, Al Masoem kembali melakukan kerjasama dengan PKM Universitas Padjadjaran (UNPAD). Setelah sebelumnya beberapa kali juga Al Masoem bekerjasama dengan UNPAD dalam memberikan ilmu tentang kesehatan, Pasca Covid 19 ini Al Masoem kembali menggaet mahasiswa UNPAD untuk memberikan edukasi tentang pentingnya memberikan gaya hidup sehat bagi remaja. Mengingat saat ini marak obat obatan yang sudah mendapatkan sertifikasi dari BPOM namun ternyata masih memiliki efek samping yang memang berpengaruh bagi beberapa pengguna. Maka dari itu penting bagi kita selaku remaja untuk mampu menjaga diri agar tidak ketergantungan dengan obat obatan karena yang namanya bahan kimia pasti memiliki efek samping tersendiri bagi tubuh manusia.
Adapun beberapa tips yang dijabarkan untuk menjaga daya tahan tubuh adalah dengan mengkonsumsi makanan yang halal, sehat, seperti buah buahan dan sayur sayuran hijau, menghindari makanan cepat saji atau Junk Food, mengurangi mengkonsumsi gula yang berlebih seperti Cola. Cola ini yang memang menjadi momok bagi anak remaja, bagaimana tidak hampir semua anak remaja rutin bahkan rajin mengkonsumsi Cola, padahal Cola ini mengandung banyak gula yang dimana dalam 1 takar gelas cola terdapat 5 sendok makan gula, dimana pada dasarnya setiap manusia ini memiliki jumlah maksimum konsumsi gula dimana untuk pria adalah 150 Kalori perhari atau setara dengan 9 sendok teh dan wanita adalah 100 kalori perhari atau setara dengan 6 sendok teh per hari, memang jika dihitung 1 cola sehari belum mampu memberikan maksimal gula kepada manusia tapi, orang indonesia itu gemar memakan nasi, nasi juga mengandung gula dimana dalam setiap 100 gram mengandung 0.05 gram gula tapi juga mengandung 28.17 gram karbohidrat yang diubah tubuh menjadi gula juga. Maka dari itu untuk menjaga kesehatan tubuh, diharapkan remaja masa kini untuk mulai menghindari makanan yang mengandung gula.
Alasannya karena saat ini banyak remaja pada rentang umur 15 tahun keatas positif terkena diabetes dini. Bahkan diabetes pada anak remaja jauh lebih berbahaya daripada pada lansia. Dalam sebuah penelitian oleh Treatment Options for Type 2 Diabetes in Adolescents and Youth (TODAY), mengatakan bahwa penyakit diabetes lebih berkembang cepat pada remaja dibandingkan dengan orang dewasa atau orang lanjut usia. Diabetes tipe 2 pada remaja, umumnya dengan cepat memunculkan komplikasi penyakit seperti jantung dan ginjal. Bahkan dalam studi yang diterbitkan pada tahun 2004 yang melibatkan anak muda dengan diabetes tipe 2 sembari menguji keampuhan bermacam obat diabetes yang digunakan. Ditemukan bahwa pada peserta penderita diabetes yang berumur 10 sampai 17 tahun, obat metformin tidak ampuh menurunkan kadar gula darah mereka.
Perlu diketahui kalau metformin adalah obat yang biasanya digunakan sebagai penanganan utama diabetes tipe 2 pada orang dewasa. Namun sayang, metformin tidak menghasilkan pengaruh baik pada remaja yang mengalami diabetes.
Setengah dari remaja yang memakai obat metformin tidak dapat membuat gula darah mereka stabil pada kisaran target normal, dan akhirnya harus mulai mengkonsumsi obat insulin. Hal inilah yang menjadi peringatan penting bahwa diabetes yang dialami di usia muda lebih berbahaya serta sulit untuk ditangani.
Selain itu ada juga beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada remaja antara lain: