Menghindari Dosa Besar akan Menghapus Dosa-dosa Kecil

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اَيَوَدُّ  اَحَدُكُمْ  اَنْ  تَكُوْنَ  لَهٗ  جَنَّةٌ  مِّنْ  نَّخِ

اِنْ  تَجْتَنِبُوْا  كَبٰٓئِرَ  مَا  تُنْهَوْنَ  عَنْهُ  نُكَفِّرْ  عَنْكُمْ  سَيِّاٰتِكُمْ  وَنُدْخِلْـكُمْ  مُّدْخَلًا  كَرِ يْمًا

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 31)

“Melanggar hukum dan zalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 30)

Alquran banyak menyandingkan surga dan neraka dalam sejumlah ayatnya. Salah satu hikmah dari penyandingan tersebut, adalah seolah manusia dipersilakan untuk memilih jalan ke neraka atau ke surga.

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَۗ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ اُكُلُهَا دَاۤىِٕمٌ وَّظِلُّهَاۗ تِلْكَ عُقْبَى الَّذِيْنَ اتَّقَوْا ۖوَّعُقْبَى الْكٰفِرِيْنَ النَّارُ

“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman), mengalir di bawahnya sungai-sungai; senantiasa berbuah dan teduh. Itulah tempat kesudahan bagi orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang yang ingkar kepada Tuhan ialah neraka.” (QS Ar Rad ayat 35)

Setelah Alquran menggambarkan sanksi bagi orang-orang kafir pada ayat-ayat sebelumnya, pada ayat ini Allah SWT menjelaskan anugerah-Nya kepada orang yang bertakwa.
Perumpamaan dan gambaran surga yang dijanjikan Allah SWT kepada orang yang bertakwa adalah surga seperti taman yang mengalir di bawahnya, yakni di bawah pepohonan dan istana-istananya.

Sungai-sungai dan pepohonan di surga senantiasa berbuah dengan aneka rasa yang lezat dan menciptakan suasana yang teduh. Anugerah Allah SWT yang sedemikian indah itulah tempat kesudahan yang hanya diberikan Allah SWT kepada orang yang bertakwa.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nisa Ayat 31

Pada ayat ini Allah lalu menjanjikan anugerah kenikmatan kepada orang-orang yang menjauhi dosa. Jika kamu berusaha dengan sungguh-sungguh menjauhi dosa-dosa besar terutama dosa-dosa yang bersifat penganiayaan di antara dosa-dosa besar yang telah dilarang mengerjakannya oleh Allah dan rasul-Nya, niscaya kami akan hapus kesalahan-kesalahanmu berupa dosa-dosa kecil yang kamu perbuat dan akan kami masukkan kamu ke tempat yang mulia, yakni surga dengan beraneka kenikmatan yang tiada tara.

Menghindari dosa besar akan menghapus dosa-dosa kecil

Sebaik-baiknya manusia adalah yang mampu menjaga dirinya dari perbuatan-perbuatan dosa baik itu dosa-dosa kecil (ash shaghair) maupun dosa-dosa besar (al kabair). Terlebih pada dosa-dosa besar seperti syirik, membunuh, berzina dan lain-lain, setiap Muslim harus berhati-hati karena begitu berat hukumannya. Maka dari itu orang yang bisa menjauhi dosa-dosa besar akan mendapatkan ganjaran dari Allah berupa dihapuskannya dosa-dosa kecil dan di masukan ke surga.

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (QS An Nisa ayat 31).

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengatakan ayat di atas memperingatkan agar menjauhi dosa-dosa besar. Menurut Prof Nasaruddin huruf In pada ayat tersebut menunjukan makna setiap orang bisa meninggalkan dosa besar.

“Bahwa ada orang yang berhasil meninggalkan dosa-dosa besar tapi ada juga orang yang tidak sanggup meninggalkan dosa-dosa besarnya,”

Maka orang yang sanggup meninggalkan dosa-dosa besar tersebut Allah akan menghapus dosa-dosa kecilnya dan memasukkannya ke surga. Maka dari itu sebesar apapun dosa yang diperbuat kalau bertobat dengan sungguh-sungguh maka akan diampuni Allah.

Imam Ghazali telah memberikan tuntunan bertobat. Yakni dengan meninggalkan perbuatan dosa, beristighfar dan menyesali dosa yang dilakukan. Selanjutnya bersumpah untuk tidak mengulangi dosa tersebut. Dan mengganti setiap kesalahan yang diperbuat dengan memperbanyak berbuat kebajikan. Lalu mengembalikan setiap harta benda milik orang lain yang pernah diambil secara batil.

“Jadi memang kita dipersepsikan oleh Allah makhluk pendosa. Tapi ada jikanya. Jika mampu menjauhi dosa maka ada balasannya. Tapi menariknya, Allah selalu menjanjikan pengampunan. Allah menghapuskan dosa-dosa dan memasukan ke surga. Jadi Allah itu Maha Pemaaf Maha Pengampun,”
Walaupun Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang, Maha Penyantun, tapi jangan menyepelekan dosa dan bersegeralah bertaubat, karena ajal tidak tahu kapan datangnya….

رَبَّنَاۤ  اٰتِنَا  فِى  الدُّنْيَا  حَسَنَةً  وَّفِى  الْاٰ خِرَةِ  حَسَنَةً  وَّ  قِنَا  عَذَا بَ  النَّا رِ

“ Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)