Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Kenakalan remaja memang selalu terjadi di era generasi A hingga generasi Z, yang membedakan adalah jika dulu generasi A masih minim penyebaran informasi yang cepat sehingga kita tidak tahu akan sebuah berita kecuali jika sudah berlalu beberapa waktu, pada generasi Z ini era informasi dan komunikasi berjalan begitu cepat sehingga berbagai macam kegiatan kenakalan remaja bisa langsung diterima di berbagai macam sistem informasi. Kenakalan remaja itu banyak, dan salah satu yang paling sering terjadi adalah tawuran.
Tawuran merupakan suatu perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau suatu rumpun masyarakat. Tawuran bisa terjadi karena beberapa faktor namun yang umum biasanya karena beberapa hal, seperti dikutip dari bola.com ada 5 faktor umum yang biasanya menjadi alasan kenapa remaja melakukan tawuran diantaranya adalah :
Krisis identitas adalah kondisi ketika seseorang mempertanyakan jati diri mereka dan apa fungsi mereka ada di dunia ini. Krisis identitas biasanya terjadi pada remaja yang sedang dalam masa analisis dan eksplorasi terkait perkembangan harga diri. Krisis identitas ini juga yang membuat seorang anak remaja mengikuti hal hal yang menyimpang salah satunya adalah melakukan tawuran. Hal yang perlu diketahui adalah, krisis identitas ini mengarah kepada ketidak mampuan seorang anak remaja untuk menemukan nilai positif dalam dirinya, sehingga mengakibatkan penyimpangan perilaku, salah satunya adalah menjadi pelajaran yang hobi tawuran karena menurut mereka dengan tawuran mereka mampu menemukan jati diri mereka dan mampu membangun identitas diri padahal itu hal yang menyimpang alias salah.
Fase remaja adalah fase dimana mereka masih belum mampu mengontrol diri, seperti ketidakstabilan emosi yang menjadi penyebab utama kenapa anak remaja selalu melakukan tawuran. Kontrol diri yang lemah ini menjadi pemicu tawuran, karena fase remaja ini mereka tidak memiliki kontrol diri yang baik dan cenderung lebih suka melarikan diri dari masalah atau bahkan menghindarinya. Yang lebih parah juga kadang mereka menyalahkan orang lain dan ketika dituntut untuk menghadapi mereka akan mengambil cara yang paling mudah bagi mereka lakukan yaitu tawuran atau bahkan berkelahi.
Media massa juga menjadi salah satu penyebab kenakalan remaja yang berakibat pada tawuran. Menurut Penelitian oleh Research Institute of Moral Education, College of Psychology, Nanjing Normal University, Nanjing, China menyebutkan bahwa kekerasan di media mempengaruhi remaja dan dapat menyebabkan mereka bertindak agresif. Bahkan beberapa kasus remaja melakukan tindakan kriminal karena memang pengaruh dari media massa seperti adanya adegan kekerasan, adegan pembunuhan dan adegan adegan Ecchi bahkan Gore yang dapat mempengaruhi remaja untuk berperilaku agresif. Kadang anak remaja juga masih mengikuti apa yang ada di film film dan mempraktekannya di dunia nyata, yang pada kenyataannya dunia nyata tidak seindah anime dimana ketika dalam sebuah film tawuran dijadikan sebuah adegan yang keren, di dunia nyata adegan itu tidak seindah ekspektasi.
Terjadinya tawuran antar remaja salah satunya adalah karena kurangnya pengawasan dari orang tua. Orang tua memiliki peran sentral dalam mencegah kenakalan remaja, ketika orang tua memberikan pengawasan yang seadanya, maka kemungkinan remaja melakukan perilaku yang agresif akan tinggi juga.
Hal yang lain selain dari orang tua adalah teman sebaya. Teman itu merupakan salah seorang yang memiliki peranan penting dalam terjadinya tawuran. Karena beberapa remaja pelaku tawuran cenderung ikut serta dalam tawuran karena diajak teman atau beberapa diantaranya ikut serta karena mereka berada di dalam sebuah kelompok yang menang memiliki hal yang menyebabkan tawuran dengan pelajar lain.
Tawuran memiliki beberapa manfaat diantaranya adalah dapat menyebabkan lebam, luka parah, tidak nyaman ketika berpergian karena memang selalu dihantui rasa takut jika bertemu dengan anggota atau pelajar lain, memiliki banyak musuh, ruang yang lebih sempit karena pengaruh wilayah antar geng dan yang paling penting adalah tawuran dapat menghilangkan nyawa. Bahkan para pelaku tawuran bisa diancam kurungan penjara karena menjadi salah satu bentuk tindakan pidana, karena pada umumnya tawuran melanggar Pasal 170, 351, 355, 358 KUHP yang merupakan bentuk kejahatan, dan Pasal 489 KUHP yang merupakan pelanggaran.
Dalam kacamata agama sendiri, tawuran merupakan tindakan yang tidak dibenarkan, memang tidak ada dalil yang secara spesifik ke arah tawuran namun dalam hal ini lebih merinci pada sebuah hal yang luas diantaranya adalah Dalil tentang larangan untuk memberikan mudharat kepada diri sendiri dan orang lain :
Yang artinya : Dari Abû Sa’îd Sa’d bin Mâlik bin Sinân al-Khudri Radhiallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain.” Dan tawuran adalah bentuk bahaya yang membahayakan diri sendiri dan juga orang lain.
Al Masoem merupakan lembaga pendidikan yang sudah berdiri dari tahun 1986, merupakan sekolah yang bebas dari yang namanya tawuran, tidak pernah ada sejarah siswa Al Masoem yang ikut serta dalam tawuran pelajar jika memang ada juga akan langsung ditindak dengan sanksi poin pelanggaran berat yang hukumannya akan langsung dikeluarkan dari sekolah, bahkan jika memang ada yang berlaku agresif yang menjadi pemicu tawuran antar pelajar siswa tersebut akan langsung dikembalikan kepada orang tuanya.
Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang harus bebas dari tawuran, bebas dari hal hal yang bersifat negatif, bebas dari hal hal yang berbau kekerasan maka dari itu sudah selayaknya setiap sekolah menindak tegas para pelaku tawuran, salah satunya dengan memberikan sanksi dikeluarkan di sekolah jika perlu juga bisa bekerjasama dengan POLSEK atau POLRES setempat untuk memberikan efek jera terhadap para pelaku kriminal salah satunya adalah tawuran.